5.
Putusan MARI. No. 76 K/AG/1992 tanggal 23 Oktober 1993.
Hibah yang melebihi 1/3 dari luas obyek sengketa yang dihibahkanadalah bertentangan dengan ketentuan hukum. (Sumber, buku BungaRampai Makalah Hukum Acara Perdata, MARI 2004).
6.
Putusan MARI. No. 02 K/AG/1985 tanggal 25 Juni 1985.
Untuk sahnya perkawinan seorang wanita yang telah berumur 24 tahundan berstatus janda tidak diperlukan izin orang tua atau wali. (Sumber, bukuYurisprudensi Mahkamah Agung RI tahun 1993).
7.
Putusan
MARI. No. 90 K/AG/1992 tanggal 30 september1993
Rumusan amar cerai talak satu berbunyi “Menyatakan jatuh talak satuba’in sugro dari Tergugat ( Sunarto bin Tukri ) atas Penggugat ( Suwanahbinti Sukaji )“. (Ibid, .).
8.
Putusan MARI. No. 266 K/AG/1993 tanggal 25 Juni 1994 .
Isi pasal 19 f PP No. 9 tahun 1975 terpenuhi apabila Judex factiberpendapat bahwa alasan perceraian telah terbukti tanpa mempersoalkansiapa yang salah.
(Ibid,.)
9.
Putusan MA. No. 196 K/AG/1994 tanggal 15 Nopember 1995.
Pemohon bukan Pejabat yang berwenang mengajukan pembatalanperkawinan yang dilangsungkan secara Islam sebagaimana dimaksud dalampasal 23 undang-undang No. 1 tahun 1974, jo. Pasal 73 Kompilasi HukumIslam. (Sumber, Yurisprudensi Mahkamah Agung RI tahun 1996)
10. Putusan MA. No. 369 K/AG/1995 tanggal 30 April 1996.
Bahwa Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru telah salah dalammemberikan putusan, karena walaupun masing-masing pihak mengajukanpermohonan banding tetapi putusan tetap satu bukan dengan dua putusan.(Ibid,.).