Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
WADIah

WADIah

Ratings: (0)|Views: 24 |Likes:
Published by Muafi Hakim

More info:

Published by: Muafi Hakim on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/11/2013

pdf

text

original

 
WADI'AH DALAM PERBANKAN SYARI'AH
Selasa, 03 Maret 2009 02:15 | Ditulis oleh saefoel | | |
WADI`AH DALAM PERBANKAN SYARIAH
 
Oleh: Drs. Darmansyah Hsb, SH., MH 
A. SEKILAS TENTANG BANK SYARI`AH
 
 
Sebelum pemakalah mengungkapkan lebih jauh tentang apa isi bahan pemakalah kali iniyaitu tentang WADI`AH, ada baiknya pemakalah mengupas sedikit tentang sejarahberdirinya perbankan syari`ah sebagai tempatnya Wadi`ah sarana ummat islam dalampengimpestasian dananya sekaligus tempat penyimpanan dengan alasan keamanan.Perbankan Syari`ah dilandasi dengan kehadiran dua gerakan
renaisance
Islam modern yaituNEOREVIVALIS dan MODERNIS. Tujuan utama dari pendirian lembaga keuanganberlandaskan etika ini adalah sebagai upaya kaum muslimin untuk mendasari segenapaspek kehidupan ekonominya yang berlandaskan Al Qur`an dan As Sunnah.
Bank Syari‟ah pertama kali muncul pada tahun 1963 sebagai
pilot project 
dalam bentukbank tabungan pedesaan di kota kecil Mit Ghamr, Mesir. Percobaan berikutnya terjadi diPakistan pada tahun 1965 dalam bentuk koperasi.Upaya awal penerapan
sistem profit 
dan
los sharing 
(dalam perbankan syari1ah) adalahyang pertama di
Pakistan
pada awal bulan Juli tahun 1979. Tahun 1979-1980 Pakistanmensosialisasikan skema pinjam tanpa bunga kepada Petani dan Nelayan. Tahun 1981mulai beroperasi 7000 cabang Bank Komersial Nasional dengan menggunakan sistemsyari`ah, dan pada awal tahun 1985 seluruh Perbankan konvensional Pakistan di konversidengan peraturan baru yaitu Sistem Perbankan Syari`ah.Di Asia Tenggara sistem perbankan Syari`ah dipelopori oleh
Malaysia 
dengan BIMB (BankIslam Malaysia Berhad), berdiri tahun 1983 dan akhir tahun 1999 BIMB memiliki +-70cabang di Malaysia. Sebelumnya telah dirintis perbankan syari`ah pada dekade 1960 danberoperasi sebagai RURAL SOCIAL BANK dengan nama MIT GHAMR BANK oleh Prof. Dr.Ahmad Najjar, walaupun kecil namun telah mampu memicu para menlu Negara-negara
 
Islam khususnya anggota OKI untuk melakukan hal yang sama dan telah terjadi beberapapertemuan, diawali di Pakistan Desember 1970. Di Benghaji Libya Maret 1973 kembalidiagendakan pada sidang menlu Oki yang khusus menangani ekonomi dan keuangan,didukung lagi oleh negara-negara Islam penghasil minyak yang mengadakan pertemuan di Jeddah Juli 1973.Bulan Mei 1974 Negara-negara Islam dan negara OKI kembali mengadakan pertemuantentang Bank Pembangunan Islam atau Islamic Depelopment dan telah-sampai padapenetapan AD/ARTnya, akhirnya di Jeddah 1975 oleh sidang Mentri Keuangan OKImenyetujui pendirian Bank Pembangunan Islamic (Islamic Developmen Bank (IDB) dengananggota, semua anggota OKI dengan modal awal Rp 2 Miliar Dinar Islam.Perkembangan Bank Syari`ah di negara Arab dan di Malaysia sangat berpengaruh keIndonesia. Awal periode1980-an, mulailah dilakukan diskusi oleh tokoh-tokoh seperti :Karnaen, A. Perwataadmadja, M. Dawam Rahardjo, A.M. Saefuddin, M. Amien Azis dandilakukan uji coba dalam bentuk bank dengan mendirikan BAITUT TAMWIL SALMAN diBandung dan bentuk koperasi didirikan koperasi RIDHO GUSTI di Jakarta.Tahun 1990 diadakan pembahasan lebih khusus tentang bank syari`ah oleh MUI di CisaruaBogor Jawa Barat dan dilanjutkan pada Munas Mui ke IV di Hotel Sahid Jaya Jakarta tanggal22
25 Agustus 1990 dengan hasil membentuk tim untuk mendirikan Bank IslamIndonesia. Tanggal 1 November 1991 ditanda tanganilah akte pendirian PT Bank MuamalatIndonesia dengan saham 84 miliar rupiah. 1 Mei 1991 Bank Muamalat Indonesiaberoperasi setelah Presiden menambah saham Bank Muamalat Indonesia menjadi Rp 106126 382 000,00 diwaktu acara silaturrahmi tanggal 3 November 1991 di Bogor. Semenjakberoperasinya hingga September 1999 BMI telah memiliki 45 Autlet yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Balikpapan dan Makasar. Bank Syari`ah Mandiri(BSM) adalah bank milik pemerintah yang pertama kali menerapkan landasanoperasionalnya dengan landasan syari`ah. Itu dilakukan setelah bergulirnya masareformasi dan telah dikeluarkannya UU. No. 10 Thn 1998 tentang landasan hukum dan jenis usaha. Ada beberapa jenis prodak bank syari`h pada waktu itu yang disosialisasikannamun yang paling menonjol adalah Wadi`ah dan Mudharobah. Jadi yang akan dibahaspemakalah pada makalah ini adalah WADI`AH (Depository)
B. PENGERTIAN WADIAH
 
Sebelum penulis melanjutkan pembahasan tentang pengertian wadi‟ah, perlu disampaikan
bahwa kegiata
n penghimpunan dana bank syari‟ah mempunyai beberapa produk, yakni:Wadi‟ah dalam bentuk giro maupun tabungan, Qardh atau pinjaman kebajikan, dan
Mudharabah atau bagi hasil dalam bentuk Deposito. Akan tetapi karena terbatasnya waktu,pada kesempatan ini pe
nulis hanya mengulas tentang wadi‟ah.
 Pengertian Wadi`ah menurut bahasa adalah berasal dan akar kata Wada`a yang berartimeninggalkan atau titip. Sesuatu yang dititip baik harta, uang maupun pesan atauamanah. Jadi wadi`ah titipan atau simpanan. Para ulama pikih berbeda pendapat dalam
 
penyampaian defenisi ini karena ada beberapa hukum yang berkenaan dengan wadi`ah ituseperti, Apabila sipenerima wadi`ah ini meminta imbalan maka ia disebut TAWKIL atauhanya sekedar menitip.Pengertian wadi`ah menurut Syafii Antonio (1999) adalah titipan murni dari satupihak kepihak lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dandikembalikan kapan saja sipenitip mengkehendaki.Menurut Bank Indonesia (1999) adalah akad penitipan barang/uang antara pihak yangmempunyai barang/uang dengan pihak yang diberi kepercayaan dengan tujuan untukmenjaga keselamatan, keamanan serta keutuhan barang/uang.
C. DASAR HUKUM
 Wadi`ah diterapkan mempunyai landasan hukum yang kuat yaitu dalam :Al-Qur`nul Karim Suroh An-Nisa` : 58 :
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhakmenerimanya, …..”
 Kemudian dalam Suroh Al Baqarah : 283 :
“…………. akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, Maka
hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia
bertakwa kepada Allah Tuhannya; …”.
 Dalam Al-Hadits lebih lanjut yaitu :
Dari Abu Hurairah, diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tunaikanlah amanah
(titipan) kepada yang berhak menerimanya dan janganlah membalasnya khianat kepada
orang yang menghianatimu.” (H.R. ABU DAUD dan TIRMIDZI).
 
Kemudian, dari Ibnu Umar berkata bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: “Tiada
kesempurnaan iman bagi setiap orang yang tidak beramanah, tiada shalat bagi yang tiada
bersuci.” (H.R THABRANI)
 Dan diriwayatkan dari Rasulullah SAW bahwa beliau mempunyai (tanggung jawab) titipan.Ketika beliau akan berangkat hijrah, beliau menyerahkannya kepada Ummu `Aiman dan ia(Ummu `Aiman) menyuruh Ali bin Abi Thalib untuk menyerahkannya kepada yang
berhak.”
 Dalam dasar hukum yang lain menerangkan yaitu IJMA` ialah para tokoh ulama Islamsepanjang zaman telah melakukan Ijma` (konsensus) terhadap legitimasi Al Wadi`ahkarena kebutuhan manusia terhadap hal ini, seperti dikutip oleh:
 
Dr. Azzuhaily dalam
al-Fiqih al-Islami wa adillatuhu 
dalam kitab
Al-Mughni Wa Syarh Kabir Li Ibni Qudhamah 
dan
Mubsuth Li Imam Sarakhsy 
.
 
Dr. Hasan Abdullah Amin dalam
al Wada`i al Masharifah an Maqdiyah wa Istitsmariha fi al Islam 
hal. 23
31
 
SYAFII ANTONIO dalam
Bank Syariah dari Teori ke Praktek 
(Jakarta GIP 2001) hal 35.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->