Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dody Firmanda 2008 - Pengendalian Mutu Dan Efisiensi Biaya RS 10 Desember 2008

Dody Firmanda 2008 - Pengendalian Mutu Dan Efisiensi Biaya RS 10 Desember 2008

Ratings:

4.63

(8)
|Views: 7,185|Likes:
Disampaikan dalam rangka evaluasi Program Pelayanan Askes Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) diselenggarakan oleh Kantor Pusat PT Askes (Persero) di Hotel Panorama Batam 10 Desember 2008. (Dody Firmanda)
Disampaikan dalam rangka evaluasi Program Pelayanan Askes Terpadu Rumah Sakit (PPATRS) diselenggarakan oleh Kantor Pusat PT Askes (Persero) di Hotel Panorama Batam 10 Desember 2008. (Dody Firmanda)

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/04/2013

pdf

text

original

 
1
Pengendalian Mutu dan Efisiensi Pembiayaan LayananKesehatan dari Perspektif Rumah Sakit
Dr. Dody Firmanda, Sp.A, MAKetua Komite MedikRSUP Fatmawati, Jakarta.
Pendahuluan
Meskipun pelayanan kesehatan sangat bervariasi dari dan dalam satu negara,propinsi maupun daerah di negara maju/industri maupun dunia ketiga. Akantetapi ciri dan sifat masalah tersebut tidak jauh berbeda satu sama lainnyadalam hal yang mendasar yakni semakin meningkatnya jumlah populasi usialanjut (perubahan demografi), tuntutan dan harapan pasien akan pelayanan,perkembangan teknologi kedokteran dan semakin terbatasnya sumber dana.
1,2
Mutu/kualitas itu sendiri dapat ditinjau dari berbagai perspektif baik itudari perspekstif pasien dan penyandang dana, manajer dan profesi daripemberi jasa rumah sakit maupun pembuat dan pelaksana kebijakan layanankesehatan di tingkat regional, nasional dan institusi.
(Quality is different things to different people based on their belief and norms).
Perkembangan evolusi mengenai bidang mutu
(Quality),
kaidah tehnikmekanisme pengambilan keputusan untuk profesi seperti
Evidence-based (Medicine, Nursing, Healthcare, Health Technology Asssessment),
danSistem Layanan Kesehatan di rumah sakit sangat perlu dan penting untukdiketahui terlebih dahulu sebelum menetapkan arah pengembangan suatusarana layanan kesehatan (rumah sakit) sehingga akan lebih mudah dalammenilai progresivitas dan kinerja
(performance 
) dalam bentuk indikatorindikator yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.
Disampaikan dalam rangka evaluasi Program Pelayanan Askes Terpadu Rumah Sakit (PPATRS)diselenggarakan oleh Kantor Pusat PT Askes (Persero) di Hotel Panorama Batam 10 Desember 2008.
1
Davidson T, Levin LA. Do individuals consider expected income when valuing health states?
Int J Technol Assess Health Care 
2008;24(4):488-94.
2
Simpson S, Packer C, Carlsson P et al. Early identification and assessment of new and emerging healthtechnologies: Action, progress, and the future direction of an international collaboration – EuroScan.
Int J Technol Assess Health Care 
2008;24(4): 518-24.
3
Adams C, Neely A. The performance prism to boost success. Measuring Health Business Excellence2000; 4(3):19-23.
 
2
Secara ringkasnya bagan dalam Gambar 1 berikut menunjukkan evolusi mutudari
inspection 
,
quality control, quality assurance 
hingga
total quality 
sertakomponen komponennya; dan evolusi epidemiologi klinik,
evidence-based,health technology assessment 
sampai
information mastery.
4,5,6,7,8
Gambar 1. Evolusi bidang mutu dan epidemiologi klinik.
2-6
4
Firmanda D.
Clinical Governance 
: Konsep, konstruksi dan implementasi manajemen medik. Disampaikanpada seminar dan
business meeting 
“Manajemen Medis: dari Kedokteran Berbasis Bukti (
Evidence- ased Medicine 
/EBM) menuju
Clinical Governance 
” dalam rangka HUT RSUP Fatmawati ke 40 di GedungBidakara Jakarta 30 Mei 2000.
5
Firmanda D. Professional continuous quality improvement in health care: standard of procedures,clinical guidelines, pathways of care and evidence-based medicine. What are they?
J Manajemen & Administrasi Rumah Sakit Indonesia 
1999; 1(3): 139-144.
6
Firmanda D. Dari penelitian ke praktik kedokteran. Dalam Sastroasmoro S dan Ismael S. Dasar dasarmetodologi penelitian klinis. Edisi ke-2. Jakarta: Sagung Seto, 2002.
7
Firmanda D. Clinical governance dan aplikasinya di rumah sakit. Disampaikan pada Pendalaman materirapat kerja RS Pertamina Jaya, Jakarta 29 Oktober 2001.
8
Firmanda D. Professional CQI: from Evidence-based Medicine (EBM) towards Clinical Governance.Presented at the plenary session in World IPA, Beijing 23
rd
July 2001.
 
3
Dalam Gambar 1 di atas terlihat bahwa penilaian (
assessment dan akreditasi 
)berdasarkan
BSI 5757
,
ISO 9000:2000
, Malcolm Baldrige National QualityAward
(MBNQA)
, European Quality Award
(EQA)
, Benchmarking Award,Deming Prize Award
(DPA)
maupun Service Quality Leadership Award
(SQL)
merupakan bagian dalam
quality system 
dari salah satu komponen dari
total quality 
, merupakan kelanjutan dari komponen kedua
(conform to/witstandards) 
dari
quality assurance 
.Sedangkan evolusi sistem layanan kesehatan di rumah sakit secara prinsipnyamulai dari yang bercirikan
’doing things cheaper’ 
dalam hal ini
efficiency 
padatahun 1970an pada waktu krisis keuangan dan gejolak OPEC, kemudianekonomi mulai pulih dan masyarakat menuntut layanan kesehatan bercirikan
’doing things better’ 
dalam hal ini
quality improvement 
.Selama dua dekade tersebut manajemen bercorak
’doing things right’ 
yangmerupakan kombinasi
’doing things cheaper’ 
dan
’doing things better’.
Ternyata prinsip
’doing things right’ 
tidak memadai mengikuti perkembangankemajuan teknologi maupun tuntutan masyarakat yang semakin kritis; danprinsip manajemen
‘doing things right’ 
tersebut telah ketinggalan zaman dandianggap sebagai prinsip dan cara manajemen kuno.Sedangkan istilah, definisi dan dimensi akan
efisiensi 
juga belum adakesepakatan yang jelas dan eksplisit – tergantung dari berbagai perspektif.Efisiensi dapat digolongkan kepada efisiensi tehnik
(technical efficiency) 
,efisiensi produksi/hasil
(productive efficiency) 
dan efisiensi alokatif
(allocative/societal efficiency) 
termasuk didalamnya bidang
market 
dankesehatan.Pada abad 21 ini menjelang era globalisasi dibutuhkan tidak hanya
’doing things right’,
akan tetapi juga diperlukan prinsip manajemen
‘doing the right things’ 
(dikenal sebagai
increasing effectiveness 
) sehingga kombinasikeduanya disebut sebagai prinsip manajemen layanan modern
‘doing the right things right’ 
. (Gambar 2).
9,10,11,
9
Firmanda D. Key to success of quality care programs: empowering medical professional.
Global Health Journal 
2000; 1(1)http://www.interloq.com/a26.htm
10
Firmanda D. The pursuit of excellence in quality care: a review of its meaning, elements, andimplementation.
Global Health Journal 
2000;1(2)http://www.interloq.com/a39vlis2.htm
11
Firmanda D. Total quality management in health care (Part One).
Indones J Cardiol Pediatr 
1999;1(1):43-9.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->