Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Dinamika Kelompok

Jurnal Dinamika Kelompok

Ratings: (0)|Views: 893 |Likes:
Published by Ferri Setiawan

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Ferri Setiawan on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2013

pdf

text

original

 
DINAMIKA KELOMPOK PEMBUDIDAYA LELE LAHAN KERING : Studi Kasusdi Desa Purwodadi, Gunung Kidul
Ferri Setiawan/11684Manajemen Sumberdaya Perikanan
Intisari
Kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu yang mempunyai kemampuanuntuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi. DinamikaKelompok adalah kekuatan-kekuatan yang berlangsung dalam kelompok, kekuatan tersebutbertujuan memberikan arah perilaku kelompok. Tujuan penulisan jurnal ini adalah untuk menentukan faktor-faktor yang menentukan kedinamisan kelompok pada Kelompok Pembudidaya Lele Pantai Siung. Faktor-faktor yang diamat dalam studi kasus ini antara laintujuan kelompok, struktur kelompok, struktur tugas, pembinaan, kekompakan, suasanakelompok, tekanan kelompok, dan produktivitas. Dari berbagai pengamatan langsung danwawancara didapat bahwa faktor yang paling berkembang adalah faktor tujuan kelompok,pembinaan, dan kekompakan. Sedangkan faktor yang paling tertinggal adalah produktivitasyang sudah di capai oleh Kelompok Pembudidaya Lele Pantai Siung.(Kata Kunci : Dinamika, Kelompok, Lele, Produktivitas, Purwwodadi)
Pengantar
Keterbatasan sumber airmerupakan isu yang selalu dikaitkandengan Kabupaten Gunung Kidul secaraumum. Namun tidak semua desa yangberada di Gunung Kidul selalu kekuranganair. Desa Purwodadi merupakan salah satudesa yang memiliki sumberdaya air yangtersedia sepanjang tahun dan potensi inilahyang mendorong terbentuknya kelompok pembudidaya lele lahan kering. Kelompok ini dibentuk untuk memanfaatkan potensisumberdaya air yang ada secara bijak dantepat guna. Dalam kelompok pembudidayaini juga bertujuan sebagai percontohanbagi kelompok lain agar maumemanfaatkan potensi yang ada dan untuk menyatukan warga yang bergabungsebagai anggota.Terbentuknya kelompok pem-budidaya ini akan memudahkan programdan tujuan yang hendak dicapai kelompok.Kelompok ini diharapkan juga dapatberperan sebagai media dalamberkomunikasi baik antar anggota maupundengan kelompok lain. Dengan adanyakelompok ini juga akan membantupembudidaya lele dalam mengaksesinformasi dari luar (bibit, pakan,pemasaran, obat, dll) sehingga kemampuandan kapasitas para pembudidaya ini dapatmeningkat.Seperti dikemukakan oleh Djonidkk (2000), bahwa kelompok yangdinamis ditandai oleh selalu adanyakegiatan ataupun interaksi baik di dalammaupun dengan pihak luar kelompok untuk secara efektif dan efisiensi mencapaitujuan-tujuannya. Bagi para praktisi,konsep dinamika kelompok digunakanuntuk menunjukkan pada kualitas suatukelompok dalam mencapai tujuannya, jadicenderung ditujukan untuk mengukurtingkat keefektifan kelompok dalammencapai tujuannya (Slamet, 1981).Selanjutnya menurut Soekanto S. (1990)bahwa kelompok sosial seperti kelompok pembudidaya lele lahan kering ini bukanmerupakan kelompok yang statis, karenapasti mengalami perkembangan sertaperubahan sebagai akibat proses formasiataupun reformasi dari pola-pola di dalamkelompok tersebut, dan karena pengaruhdari luar. Selain itu keadaan yang tidak stabil tersebut juga dapat terjadi karenaadanya konflik antar individu dalamkelompok atau karena adanya konflik antarbagian kelompok tersebut sebagai akibat
 
tidak adanya keseimbangan antarakekuatan-kekuatan di dalam kelompok itusendiri.Kenyataannya kelompok pembudidaya yang ada sekarang ini,umumnya merupakan hasil dari kegiatanproyek-proyek dari pemerintah yang salahsasaran, seiring dengan waktu banyak kelompok pembudidaya yang tidak dapatmempertahankan para anggotanyasehingga kelompok tersebut hanya tinggalnama saja. Namun ada juga kelompok yang semakin maju walaupun tidak adalagi bantuan yang diterima oleh kelompok tersebut.Dengan kenyataan tersebut makaperlu dikaji faktor-faktor apa yangmenyebabkan pembudidaya, baik selakuindividu maupun sebagai anggotakelompok tani mau dan mampu untuk bertindak dinamis meningkatkankesejahteraanya melalui kelompok,sebaliknya kendala apa yang dihadapi olehkelompok sehingga para anggotanya tidak aktif lagi. Kajian ini perlu dilakukandengan harapan hasilnya dapat dijadikansebagai salah satu bahan acuanpengembangan program minapolitan diKabupaten Gunung Kidul melaluipembentukan kelompok pembudidaya lelelahan kering yang dinamis.
Metodologi
Pembentukan kelompok pembu-didaya lele lahan kering umumnyamerupakan bantuan dari proyek sehinggadengan adanya stimulus tersebutmemudahkan untuk mempersatukananggota kelompok dalam mencapai tujuanbersama yaitu pemanfaatan potensisumberdaya air yang mampu mening-katkan kesejahteraan para anggotanya.Stimulus tersebut tidak hanya berupabantuan proyek saja tetapi juga dapatberupa lingkungan pemberi pengaruhseperti ketua kelompok, pembina,penyuluh atau lingkungan lain. Denganadanya stimulus tersebut akan terjadiinteraksi antar anggotanya, karena adanyasuatu hal yang esensial bagi individu yangmenjadi milik bersama.Tujuan bersama yang ingin dicapaitersebut akan memunculkan suatu tingkatdinamika kelompok, seperti dikemukakanoleh Rusidi (1982) dalam Djoni, dkk (2000) bahwa dinamika kelompok akanmelahirkan pembentukan struktur, normadan identitas kelompok. Kedinamikaan iniakan nampak pada kelompok dari tinggirendahnya kerjasama. Makin tinggidinamika maka makin tinggi kerjasamadan juga sebaliknya. Dengan demikian,dinamika kelompok merupakan analisisdari hubungan kelompok sosial yangberdasarkan prinsip bahwa perilaku dalamkelompok itu adalah hasil dari interaksiyang dinamis antara individu-individudalam situasi sosial.Selanjutnya kelompok pembudi-daya yang dinamis ditandai oleh selaluadanya kegiatan ataupun interaksi baik didalam maupun dengan pihak luarkelompok untuk secara efektif dan efisienmencapai tujuan-tujuannya, dimana tingkatkedinamisan kelompok tani tersebut dipe-ngaruhi oleh faktor-faktor sosial (Djoni,dkk, 2000). Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut maka diperoleh gambarankondisi dari kelompok apakah perlumendapat stimulus lagi, serta faktor-faktormana saja yang perlu mendapat perhatianuntuk pembinaan. Selain itu denganmengetahui kedinamisan dari kelompok maka diketahui seberapa jauh peran paraanggotanya untuk mencapai tujuan.Pengambilan data dilakukan padakelompok pembudidaya lele lahan keringdi Desa Purwodadi melali pengamatansecara langsung dan wawancara. Datayang diperoleh adalah data primer hasilwawancara dan data sekunder dari instansiterkait. Wawancara dilakukan padaresponden dengan pertanyaan secaralangsung. Kegiatan pendekatan hinggapengumpulan data dilaksanakanbersamaan dengan pelaksanaan programpendampingan kelompok pembudidayalele oleh Jurusan Perikanan UGM. Sepertidikemukan oleh Djoni dkk (2000) bahwa
 
tingkat kedinamisan kelompok taniberdasarkan pendekatan sosiologis tergan-tung pada beberapa faktor :1.
 
Tujuan kelompok, yaitu apa yangingin dicapai oleh kelompok, dilihatkaitannya dengan tujuan-tujuanindividu (anggota). Tujuan yang tidak  jelas dan tidak formal dinyatakan,sering menyebabkan kekaburan bagianggota dan tidak memotivasi anggotauntuk bergelut dalam kegiatannya.2.
 
Struktur kelompok, yaitu bagaimanakelompok itu mengatur dirinya sendiridalam mencapai tujuan yang diingin-kan, terutama yang menyangkut struk-tur kekuasaan atau pengambilankeputusan, struktur tugas atau pem-bagian pekerjaan, dan strukturkomunikasi yaitu bagaimana aliran-aliran komunikasi terjadi dalamkelompok itu.3.
 
Struktur tugas, yaitu apa yangseharusnya dilakukan di dalam kelom-pok sehingga tujuan dapat tercapai.Pada dasarnya setiap kelom-pok perlumelakukan usahausaha tertentu untuk mencapai keadaan yang memuaskan,mendapatkan informasi, koordinasiyang baik, partisipasi yang tinggi,situasi yang menyenangkan, sertakomunikasi bagi para anggota dikalangan kelompok.4.
 
Pembinaan kelompok, yaitu usahamenjaga kehidupan kelompok danupayaupaya meningkatkan partisipasianggota. Untuk itu kelompok harusselalu mengusahakan adanya kegiatan-kegiatan yang melibatkan paraanggota serta menyediakan fasilitasyang diperlukan, adanya koordinasi,pengawasan, menjaga kelancarankomunikasi, dan memungkinkanterjadinya penambahan anggota baru.5.
 
Kesatuan / kekompakan kelompok,yaitu adanya rasa keterikatan yangkuat di antara para anggota terhadapkelompoknya. Tingkat rasa keterikat-an yang berbeda-beda menyebabkanadanya tingkat kesatuan kelompok yang berbeda-beda pula.6.
 
Suasana kelompok, yaitu keadaanmoral, sikap dan perasaan yang umumterdapat di dalam kelompok. Ini dapatdilihat dari para anggota apakahbersemangat atau apatis terhadapkegiatan dan kehidupan kelompok.7.
 
Tekanan terhadap kelompok, yaitusegala sesuatu yang dapat menimbul-kan ketegangan di dalam kelompok.Adanya ketegangan itu perlu untuk menumbuh kembangkan kedinamisan,tetapi pada tingkat yang terlalu tinggimalah dapat mematikan kehidupankelompok.8.
 
Adanya faktor-faktor dinamikakelompok di atas, dapat pulaberhubungan terhadap tingkatkeefektifan kelompok, yang dilihatdari segi produktivitas, moral, dankepuasan anggota. Produktivitasdiukur dari keberhasilan mencapaitujuan kelompok, moral dilihat darisemangat dan sikap para anggota, dankepuasan dilihat dari keberhasilananggota dalam mencapai tujuan-tujuanpribadinya.

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yuanita Ayu liked this
Yuanita Ayu liked this
Taufik Rachman liked this
Eka Prihartin liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->