Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Filsafat Pemikiran Socrates Mengenai Sains Dan Agama

Filsafat Pemikiran Socrates Mengenai Sains Dan Agama

Ratings: (0)|Views: 293|Likes:
Published by Lundu Hutabarat

More info:

Published by: Lundu Hutabarat on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2012

pdf

text

original

 
 PEMIKIRAN SOCRATES MENGENAI SAINS DAN AGAMA
Riwayat Hidup
Socrates diperkirakan lahir dari ayah yang berprofesi sebagai seorangpemahat patung dari batu (
stone mason
) bernama Sophroniskos. Ibunyabernama Phainarete berprofesi sebagai seorang bidan, dari sinilah Socratesmenamakan metodenya berfilsafat dengan metode kebidanan nantinya. Socratesberistri seorang perempuan bernama Xantippe dan dikaruniai tiga orang anak.Secara historis, filsafat Socrates mengandung pertanyaan karena Socrates sediritidak pernah diketahui menuliskan buah pikirannya. Apa yang dikenal sebagaipemikiran Socrates pada dasarnya adalah berasal dari catatanoleh Plato, Xenophon (430-357) SM, dan siswa-siswa lainnya. Yang palingterkenal diantaranya adalah Socrates dalam dialog Plato dimana Plato selalumenggunakan nama gurunya itu sebagai tokoh utama karyanya sehingga sangatsulit memisahkan mana gagasan Socrates yang sesungguhnya dan managagasan Plato yang disampaikan melalui mulut Sorates. Nama Plato sendirihanya muncul tiga kali dalam karya-karyanya sendiri yaitu dua kali dalamApologi dan sekali dalam Phaedrus.Socrates dikenal sebagai seorang yang tidak tampan, berpakaiansederhana, tanpa alas kaki dan berkelilingi mendatangi masyarakat Athenaberdiskusi soal Filsafat Dia melakukan ini pada awalnya didasari satumotif religius untuk membenarkan suara gaib yang didengar seorang kawannyadari Oracle Delphi yang mengatakan bahwa tidak ada orang yang lebih bijak dari Socrates. Merasa diri tidak bijak dia berkeliling membuktikan kekeliruansuara tersebut, dia datangi satu demi satu orang-orang yang dianggap bijak oleh masyarakat pada saat itu dan dia ajak diskusi tentang berbagai masalahkebijaksanaan. Metode berfilsafatnya inilah yang dia sebut sebagai metodekebidanan. Dia memakai analogi seorang bidan yang membantu kelahiranseorang bayi dengan caranya berfilsafat yang membantu lahirnya pengetahuanmelalui diskusi panjang dan mendalam. Dia selalu mengejar definisi absoluttentang satu masalah kepada orang-orang yang dianggapnya bijak tersebutmeskipun kerap kali orang yang diberi pertanyaan gagal melahirkan definisitersebut. Pada akhirnya Socrates membenarkan suara gaib tersebut berdasar satupengertian bahwa dirinya adalah yang paling bijak karena dirinya tahu bahwadia tidak bijaksana sedangkan mereka yang merasa bijak pada dasarnya adalahtidak bijak karena mereka tidak tahu kalau mereka tidak bijaksana.Peninggalan pemikiran Socrates yang paling penting ada pada cara diaberfilsafat dengan mengejar satu definisi absolut atas satu permasalahan melaluisatu dialektika. Pengejaran pengetahuan hakiki melalui penalaran dialektismenjadi pembuka jalan bagi para Filsif selanjutnya. Perubahan fokus filsafatdari memikirkan alam menjadi manusia juga dikatakan sebagai jasa dari
 
Sokrates. Manusia menjadi objek filsafat yang penting setelah sebelumnyadilupakan oleh para pemikir hakikat alam semesta, Pemikiran tentang manusiaini menjadi landasan bagi perkembangan filsafat etika dan epistemologis dikemudian hari.JALAN PEMIKIRAN SOCRATESAjaran bahwa semua kebenaran itu relatif telah menggoyahkan teori
 – 
 teori sains yang telah mapan, mengguncangkan keyakinan agama. Inimenyebabkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan. Inilah sebabnyaSocrates harus bangkit. Ia harus meyakinkan orang Athena bahwa tidak semuakebenaran itu relatif, ada kebenaran umum yang dapat dipegang oleh semuaorang. Sebagaian kebenaran memang relatif, tetapi tidak semuanya. Sayangnya,Socrates tidak meninggalkan tulisan. Ajarannya kita peroleh dari tulian murid
 – 
 muridnya terutama Plato.Bartens menjelaskan ajaran Socrates sebagai berikut ini. Ajaran ituditujukan untuk menentang ajaran relativisme sofis. Ia ingin menegakkan sainsdan agama. Kalau dipandang sepintas lalu, Socrates tidaklah banyak berbedadengan orang
 – 
orang sofis. Sama dengan orang sofis, Socrates memulaifilsafatnya dengan bertolak dari pengalaman sehari
 – 
hari. Akan tetapi, adaperbedaan yang amat penting antara orang sofis dan Socrates. Socrates tidak menyetujui kaum sofis.Menurut pendapat Socrates ada kebenaran obyektif, yang tidak bergantung pada saya atau pada kita. Ini memang pusat permasalahan yangdihadapi oleh Socrates. Untuk membuktikan adanya kebenaran obyektif,Socrates menggunakan metode tertentu. Metode itu bersifat praktis dandijalankan melalui percakapan
 – 
percakapan. Ia menganalisis pendapat
 – 
 pendapat. Setiap orang mempunyai pendapat mengenai salah dan tidak salah,misalnya ia bertanya kepada negarawan, hakim, tukang, pedagang, dsb.Menurut Xenophon, ia bertanya tentang salah dan tidak salah, adil dan tidak adil, berani dan pengecut dll. Socrates selalu menganggap jawaban pertamasebagai hipotesis, dan dengan jawaban
 – 
jawaban lebih lanjut dan menarik kensekuensi
 – 
konsekuensi yang dapat disimpulkan dari jawaban
 – 
jawabantersebut. Jika ternyata hipotesis pertama tidak dapat dipertahankan, karenamenghasilkan konsekuensi yang mustahil, maka hipotesis itu diganti denganhipotesis lain, lalu hipotesis kedua ini diselidiki dengan jawaban
 – 
jawaban lain,dan begitulah seterusnya. Sering terjadi percakapan itu berakhir dengan aporia (kebingungan ). Akan tetapi, tidak jarang dialog itu menghasilkan suatu definisiyang dianggap berguna. Metode yang biasa digunakan Socrates biasanyadisebut dialektika yang berarti bercakap
 – 
cakap atau berdialog. MetodeSocrates dinamakan diaelektika karena dialog mempunyai peranan pentingdidalamnya.
 
Bagi kita yang sudah biasa membentuk dan menggunakan definisi barangkali merasakan definisi itu bukan sesuatu yang amat penting, jadi bukan suatupenenmuan yang berharga. Akan tetapi, bagi Socrates pada waktu itu penemuandefinisi bukanlah hal yang kecil maknanya, penemuan inilah yang akandihantamkannya kepada relatifisme kaum sofis.Orang sofis beranggapan bahwa semua pengetahuan adalah relatif kebenarannya, tidak ada pengetahuan yang bersifat umum. Dengan definisi ituSocrates dapat membuktikan kepada orang sofis bahwa pengatahuan yangumum ada, yaitu definisi itu. Jadi, orang sofis tidak seluruhnya benar, yangbenar ialah sebagian pengetahuan bersifat umum dan sebagian bersifat khusus,yang khusus itulah pengetahuan yang kebenaranya relatif. Misalnya contoh ini :Apakah kursi itu ? kita periksa seluruh, kalau bisa seluruh kursi yang adadidunia ini. Kita menemukan kursi hakim ada tempat duduk dan sandaran,kakinya empat, dari bahan jati. Lihat kursi malas, ada tempat duduk dansandaran, kakinya dua, dari besi anti karat begitulah seterusnya. Jadi kita ambilkesimpulan bahwa setiap kursi itu selalu ada tempat duduk dan sandaran. Keduaciri ini terdapat pada semua kursi. Sedangkan cirri yang lain tidak dimilkisemua kursi. Maka, semua orang akan sepakat bahwa kursi adalah tempatduduk yang bersandaran. Berarti ini merupakan kebenaran obyektif 
 – 
umum,tidak subyektif 
 – 
relative. Tentang jumlah kaki, bahan, dsb. Merupakankebenaran yang relatif. Jadi, memang ada pengetahuan yang umum, itulahdefinisi.
Dengan mengajukan definisi itu Socrates telah dapat “ menghentikan ” laju
dominasi relatifisme kaum sofis. Jadi, kita bukan hidup tanpa pegangan,kebenaran sains dan agama dapat dipegang bersama sebagainya, diperselisihkansebagainya. Dan orang Athena mulai kembali memegang kaidah sains dankaidah agama mereka.Socrates mengatakan kebenaran umum itu memang ada. Ia bukan dicaridengan induksi seperti p
ada Socrates, melainkan telah ada “ disana ” dialam
idea. Kubu Socrates semakin kuat, orang sofis sudah semakin kehabisanpengikut. Ajaran behwa kebenaran itu relatif semakin ditinggalkan, semakintidak laku, orang sofis kalap, lalu menuduh Socrates merusak mental pemudadan menolak Tuhan
 – 
Tuhan. Socrates diadili oleh hakim Athena. Ia dijatuhihukuman mati. Seandainya Socrates memilih hukuman dibuang keluar kota,tentu hukuman itu diterima oleh hakim tersebut, tetapi Socrates tidak maumeninggalkan kota asalnya. Socrates menawarkan hukuman denda 30 mina (mata uang Athena waktu itu ). Pilihan itu ditolak oleh para hakim karenadianggap terlalu kecil, terutama Socrates didalam pembelaannya dirasakanmenghina hakim
 – 
hakimnya. Biasanya hukuman mati dirasakan dalamtenggang waktu 12 jam dari saat diputuskannya hukuman itu akan tetapi, padawaktu itu ada satu perahu layar Athena yang keramat sedang melakukanperjalanan tahunan kekuil dipulau Delos, dan menurut hukum Athena hukuman

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->