Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi Program Pembelajaran

Evaluasi Program Pembelajaran

Ratings: (0)|Views: 653|Likes:
Published by tulus

More info:

Published by: tulus on Jun 23, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/19/2013

pdf

text

original

 
EVALUASI PROGRAM PEMBELAJARAN
Oleh:Vey Bona BanoetMarthen Jonatan BaniTulus Yudi WidodoAbstrak
Untuk mengevaluasi keberhasilan program pembelajaran tidak cukup hanya berdasarkan pada penilaian hasil belajar siswa, namun perlu menjangkau terhadap desain programdan implementasi program pembelajaran. Penilaian terhadap desain pembelajaran, meliputiaspek kompetensi yang dikembangkan, strategi pembelajaran yang dipilih, dan isi program.Penilaian terhadap implementasi program pembelajaran berusaha untuk menilai seberapatinggi tingkat kualitas pembelajaran yang dilaksanakian oleh guru. Penilaian terhadap hasil program pembelajaran tidak cukup terbatas pada hasil jangka pendek atau output tetapisebaiknya juga menjangkau outcome dari program pembelajaran.
 
1.
 
Pendahuluan
Kegiatan evaluasi merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya apa pun yangterprogram, tak terkecuali bagi program pembelajaran sebagai bagian dari programpendidikan dalam arti mikro. Melaksanakan evaluasi program pembelajaran merupakan tugaspokok seorang evaluator dalam manajemen sekolah, namun tidak berarti hanya evaluator sajayang harus memahami model-model evaluasi program pembelajaran tetapi para pendidik dancalon pendidik serta praktisi lain yang berkecimpung dalam bidang pendidikan juga perlumemahaminya.Undang-undang sistem pendidikan nasional nomor 20 tahun 2003 pasal 11 ayat 1mengamanatkan kepada pemerintah dan pemerintah daerah untuk menjaminterselenggaranya pendidikan yang bermutu (berkualitas) bagi setiap warga negara.Terwujudnya pendidikan yang bermutu membutuhkan upaya yang terus menerus untuk selalu meningkatkan kualitas pendidikan.Upaya peningkatan kualitas pendidikan memerlukan upaya peningkatan kualitaspembelajaran (instructional quality) karena muara dari berbagai program pendidikan adalahpada terlaksananya program pembelajaran yang berkualitas. Oleh karena itu, usahameningkatkan kualitas pendidikan tidak akan tercapai tanpa adanya peningkatan kualitaspembelajaran.Peningkatan kualitas pembelajaran memerlukan upaya peningkatan kualitas programpembelajaran secara keseluruhan karena hakikat kualitas pembelajaran adalah merupakankualitas implementasi dari program pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya. Upayapeningkatan kualitas program pembelajaran memerlukan informasi hasil evaluasi terhadapkualitas program pembelajaran sebelumnya. Dengan demikian, untuk dapat melakukanpembaharuan program pendidikan, termasuk di dalamnya adalah program pembelajarankegiatan evaluasi terhadap program yang sedang maupun telah berjalan sebelumnya perludilakukan dengan baik. Untuk dapat menyusun program yang lebih baik, hasil evaluasiprogram sebelumnya merupakan acuan yang tidak dapat ditinggalkan.
2.
 
Masalah
1.
 
Konsep dasar evaluasi2.
 
Program pembelajaran3.
 
Objek evaluasi pembelajaran
 
4.
 
Kegunaan evaluasi program pembelajaran5.
 
Evaluator program pembelajaran
3.
 
Kajian Teoristika.
 
Evaluasi Program (Tes, pengukuran, penilaian dan evaluasi)
 Ada tiga istilah yang sering digunakan dalam evaluasi, yaitu tes, pengukuran, danpenilaian. (test, measurement,and assessment). Tes merupakan salah satu cara untuk menaksir besarnya kemampuan seseorang secara tidak langsung, yaitu melalui responsseseorang terhadap stimulus atau pertanyaan (Djemari Mardapi, 1999: 2). Tes merupakansalah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasikarakteristik suatu objek. Objek ini bisa berupa kemampuan peserta didik, sikap, minat,maupun motivasi. Respons peserta tes terhadap sejumlah pertanyaan menggambarkankemampuan dalam bidang tertentu. Tes merupakan bagian tersempit dari evaluasi.Pengukuran (measurement) dapat didefinisikan sebagai the process by
informationabout the attributes or characteristics of thing are determinied and differentiated (Oriondo,1998: 2). Guilford mendefinisi
 pengukuran dengan “assigning numbers to, or quantifying, things according to a set of rules” (Griffin & Nix , 1991: 3).
Pengukurandinyatakan sebagai proses penetapan angka terhadap individu atau karakteristiknyamenurut aturan tertentu (Ebel & Frisbie. 1986: 14). Allen & Yen mendefinisikanpengukuran sebagai penetapan angka dengan cara yan g sistematik untuk menyatakan keadaanindividu (Djemari Mardapi, 2000: 1). Dengan demikian, esensi dari pengukuran adalahkuantifikasi atau penetapan angka tentang karakteristik atau keadaan individu menurutaturan-aturan tertentu. Keadaan individu ini bisa berupa kemampuan kognitif, afektif danpsikomotor. Pengukuran memiliki konsep yang lebih luas dari pada tes. Kita dapatmengukur karakateristik suatu objek tanpa menggunakan tes, misalnya dengan pengamatan,skala rating atau cara lain untuk memperoleh informasi dalam bentuk kuantitatif.Penilaian (assessment) memiliki makna yang berbeda den gan evaluasi. The Task Group on Assessment and Testing (TGAT) mendeskripsikan asesmen sebagai semua carayang digunakan untuk menilai unjuk kerja individu atau kelompok (Griffin & Nix, 1991:3). Popham (1995: 3) mendefinisikan asesmen dalam konteks pendidikan sebagai sebuahusaha secara formal untuk menentukan status siswa berkenaan dengan berbagaikepentingan pendidikan. Boyer & Ewel mendefinisikan asesmen sebagai proses yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->