Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Lanjut Usia

Pengertian Lanjut Usia

Ratings: (0)|Views: 352 |Likes:
Published by Waldens Rajagukguk

More info:

Published by: Waldens Rajagukguk on Jun 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/12/2014

pdf

text

original

 
Pengertian Lanjut Usia (Lansia)
 Kelompok lanjut usia adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas(Hardywinoto dan Setiabudhi, 1999;8). Pada lanjut usia akan terjadi proses menghilangnyakemampuan jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan fungsinormalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi danmemperbaiki kerusakan yang terjadi (Constantinides, 1994). Karena itu di dalam tubuhakan menumpuk makin banyak distorsi metabolik dan struktural disebut penyakitdegeneratif yang menyebabkan lansia akan mengakhiri hidup dengan episode terminal(Darmojo dan Martono, 1999;4). Penggolongan lansia menurut Depkes dikutip dari Azis(1994) menjadi tiga kelompok yakni :a) Kelompok lansia dini (55
 – 
64 tahun), merupakan kelompok yang baru memasuki lansia.b) Kelompok lansia (65 tahun ke atas).c) Kelompok lansia resiko tinggi, yaitu lansia yang berusia lebih dari 70 tahun.Menurut Hurlock (2002) tahap terakhir dalam perkembangan ini dibagi menjadi
usia lanjut dini
yang berkisar antara usia enampuluh sampai tujuh puluh tahun dan
usialanjut 
yang dimulai pada usia tujuh puluh tahun hingga akhir kehidupan seseorang.Orangtua muda atau usia tua (usia 65 hingga 74 tahun) dan orangtua yang tua atau usiatua akhir (75 tahun atau lebih) (Baltes, Smith&Staudinger, Charness&Bosmann) danorang tua lanjut (85 tahun atau lebih) dari orang-orang dewasa lanjut yang lebih muda(Johnson&Perlin).Menurut J.W. Santrock (J.W.Santrock, 2002, h.190), ada dua pandangan tentangdefinisi orang lanjut usia atau lansia, yaitu menurut pandangan orang barat dan orangIndonesia. Pandangan orang barat yang tergolong orang lanjut usia atau lansia adalahorang yang sudah berumur 65 tahun keatas, dimana usia ini akan membedakan seseorangmasih dewasa atau sudah lanjut. Sedangkan pandangan orang Indonesia, lansia adalahorang yang berumur lebih dari 60 tahun. Lebih dari 60 tahun karena pada umunya diIndonesia dipakai sebagai usia maksimal kerja dan mulai tampaknya ciri-ciri ketuaan.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan lanjut usia menjadi 4 yaitu :Usia pertengahan (
middle age)
45 -59 tahun, Lanjut usia (
elderly)
60 -74 tahun, lanjutusia tua (
old 
) 75
 – 
90 tahun dan usia sangat tua (
very old)
diatas 90 tahun.
Ciri-Ciri Lansia
 Menurut Hurlock (Hurlock, 1980, h.380) terdapat beberapa ciri-ciri orang lanjutusia, yaitu :a.
 
Usia lanjut merupakan periode kemunduranKemunduran pada lansia sebagian datang dari faktor fisik dan faktor psikologis.Kemunduran dapat berdampak pada psikologis lansia. Motivasi memiliki peranyang penting dalam kemunduran pada lansia. Kemunduran pada lansia semakincepat apabila memiliki motivasi yang rendah, sebaliknya jika memiliki motivasiyang kuat maka kemunduran itu akan lama terjadi.b.
 
Orang lanjut usia memiliki status kelompok minoritasLansia memiliki status kelompok minoritas karena sebagai akibat dari sikap sosialyang tidak menyenangkan terhadap orang lanjut usia dan diperkuat oleh pendapat-pendapat klise yang jelek terhadap lansia. Pendapat-pendapat klise iu seperti :lansia lebih senang mempertahankan pendadapatnya daripada mendengarkanpendapat orang lain.c.
 
Menua membutuhkan perubahan peranPerubahan peran tersebut dilakukan karena lansia mulai mengalami kemundurandalam segala hal. Perubahan peran pada lansia sebaiknya dilakukan atas dasarkeinginan sendiri bukan atas dasar tekanan dari lingkungan.
 
d.
 
Penyesuaian yang buruk pada lansiaPerlakuan yang buruk terhadap orang lanjut usia membuat lansia cenderungmengembangkan konsep diri yang buruk. Lansia lebih memperlihatkan bentuk perilaku yang buruk. Karena perlakuan yang buruk itu membuat penyesuaian dirilansia menjadi buruk.
Perubahan yang terjadi pada lansia
 1
.
Perubahan fisik Perubahan fisik pada lansia lebih banyak ditekankan pada alat indera dan sistemsaraf mereka. Sistem pendengaran, penglihatan sangat nyata sekali perubahan penurunankeberfungsian alat indera tersebut. Sedangkan pada sistem sarafnya adalah mulaimenurunnya pemberian respon dari stimulus yang diberikan oleh lingkungan. Pada lansia juga mengalami perubahan keberfungsian organ-organ dan alat reproduksi baik priaataupun wanita. Dari perubahan-perubahan fisik yang nyata dapat dilihat membuat lansiamerasa minder atau kurang percaya diri jika harus berinteraksi dengan lingkungannya.(J.W.Santrock, 2002, h.198).2. Perubahan psikisPerubahan psikis pada lansia adalah besarnya individual differences pada lansia.Lansia memiliki kepribadian yang berbeda dengan sebelumnya. Penyesuaian diri lansia juga sulit karena ketidak inginan lansia untuk berinteraksi dengan lingkungan ataupunpemberian batasan untuk dapat beinteraksi (Hurlock, 1980, h.391).3. Perubahan sosialUmumnya lansia banyak yang melepaskan partisipasi sosial mereka, walaupunpelepasan itu dilakukan secara terpaksa. Orang lanjut usia yang memutuskan hubungandengan dunia sosialnya akan mengalami kepuasan. Pernyataan tadi merupakandisaggrement theory. Aktivitas sosial yang banyak pada lansia juga mempengaruhi baik buruknya kondisi fisik dan sosial lansia. (J.W.Santrock, 2002, h.239).

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Hantrini Hilmi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->