Bab 1. Konteks dan Konsep1.1.Mengapa harus video kampung?
Saat ini memang tengah menjamur gagasan-gagasanbaru terutama terkait dengan penggunaan medium videodalam kerangka pemberdayaan masyarakat. Dipercayasejak awal bahwa dengan memindahkan kemampuanteknis video kepada masyarakat awam, serta mertamemindahkan “kekuasaan” memproduksi wacana ataugagasan kepada masyarakat awam, kemudian prosespenyadaran akan terjadi dengan sendirinya. Apa benarsesedehana itu? Transfer kemampuan teknis itu adalah satu hal tetapi adahal yang lebih penting lagi adalah memberikankemampuan “melek media” kepada masyarakat awam,bahwa media sesuai dengan karakter mediumnyamemiliki kemampuan-kemampuan khusus yang dapatdigunakan untuk memenuhi kepentingan-kepentinganmereka sendiri; misalnya dalam hal medium audio visual,dianggap memiliki daya persuasi yang besar untukmempengaruhi penontonnya, baik karena kemampuan“mimetik” kamera memindahkan realitas “apa adanya,”perkembangan ilmu editing untuk mengkonstruksiperistiwa sejalan dengan kemampuan naratif sangpembuat untuk menuturkan sebuah cerita sehinggamemiliki efek dramatik yang mengikat, dan elemen audioyang dapat menghidupkan atau memperbesar efek daridua kemampuan tersebut, hingga mampu menggiringpenonton untuk menerima apa yang disampaikan olehpembuatnya.Secara eksplisit ini nampak misalnya dalam buku-bukuteori dokumenter; disebutkan bahwa dokumenter adalahpemanfaatan kapasitas rekaman suara dan sinematografiuntuk menghasilkan kembali
(reproduce)
penampakanfisik atas sesuatu. Dokumenter memberikan kontribusikepada bentuk-bentuk “ingatan populer”, ia menawarkanperspektif dan intepretasi atas isu-isu kesejarahan,prosesnya dan peristiwa-peristiwanya. Dalam pengertiantersebut, dokumenter menampilkan bentuk kenyataanyang bukan merupakan suatu kebenaran untuk ditelaah,melainkan sebagai suatu kenyataan sosial dan historisyang hanya dapat dipahami dalam konteks sumberpenghasil dokumenter tersebut. Selanjutnya, dokumenter
Add a Comment