/  31
 
Bab 1. Konteks dan Konsep1.1.Mengapa harus video kampung?
Saat ini memang tengah menjamur gagasan-gagasanbaru terutama terkait dengan penggunaan medium videodalam kerangka pemberdayaan masyarakat. Dipercayasejak awal bahwa dengan memindahkan kemampuanteknis video kepada masyarakat awam, serta mertamemindahkan “kekuasaanmemproduksi wacana ataugagasan kepada masyarakat awam, kemudian prosespenyadaran akan terjadi dengan sendirinya. Apa benarsesedehana itu? Transfer kemampuan teknis itu adalah satu hal tetapi adahal yang lebih penting lagi adalah memberikankemampuan “melek media” kepada masyarakat awam,bahwa media sesuai dengan karakter mediumnyamemiliki kemampuan-kemampuan khusus yang dapatdigunakan untuk memenuhi kepentingan-kepentinganmereka sendiri; misalnya dalam hal medium audio visual,dianggap memiliki daya persuasi yang besar untukmempengaruhi penontonnya, baik karena kemampuan“mimetik” kamera memindahkan realitas “apa adanya,”perkembangan ilmu editing untuk mengkonstruksiperistiwa sejalan dengan kemampuan naratif sangpembuat untuk menuturkan sebuah cerita sehinggamemiliki efek dramatik yang mengikat, dan elemen audioyang dapat menghidupkan atau memperbesar efek daridua kemampuan tersebut, hingga mampu menggiringpenonton untuk menerima apa yang disampaikan olehpembuatnya.Secara eksplisit ini nampak misalnya dalam buku-bukuteori dokumenter; disebutkan bahwa dokumenter adalahpemanfaatan kapasitas rekaman suara dan sinematografiuntuk menghasilkan kembali
(reproduce)
penampakanfisik atas sesuatu. Dokumenter memberikan kontribusikepada bentuk-bentuk “ingatan populer”, ia menawarkanperspektif dan intepretasi atas isu-isu kesejarahan,prosesnya dan peristiwa-peristiwanya. Dalam pengertiantersebut, dokumenter menampilkan bentuk kenyataanyang bukan merupakan suatu kebenaran untuk ditelaah,melainkan sebagai suatu kenyataan sosial dan historisyang hanya dapat dipahami dalam konteks sumberpenghasil dokumenter tersebut. Selanjutnya, dokumenter
 
terkait bukan dalam artian terhubung denganobjektivitas, tapi secara aktif mengetengahkan suatukasus melalui struktur dan pengaturan sudut pandang.Atau dalam penjelasan mengenai mengenai film cerita(fiksi); Film semacam ini memberikan ekspresi nyata darikeinginan dan mimpi-mimpi kita, mimpi buruk danketakutan-ketakutan kita. Mereka membuat hal-hal yangsifatnya imajinasi menjadi nyata- baik dapat dilihatmaupun dapat didengar. Mereka memberikan kesanbahwa apa yang kita inginkan, takutkan, kenyataannyamungkin saja bisa terjadi. Beberapa film menyampaikankebenaran jika mereka memutuskan untukmelakukannya. Beberapa film menyajikan kebenaran,wawasan dan perspektif yang mungkin dapat kita terimaatau tolak. Mereka menawarkan dunia kepada kita untukdijelajahi dan direnungkan, atau hanya sekedar untukbersuka cita dalam kesenangan bergerak dari satu duniayang ada di sekitar kita hingga dunia lain yang takterbatas kemungkinannya.Oleh karena itu harus disadari sejak awal bahwa setiapproduk audio visual memiliki agenda atau pesan untukmempengaruhi orang lain. Bahwa di balik pesan tersebut,ada produsen yang memiliki kepentingan-kepentingantertentu; baik itu mereka yang bertindak sebagai pemberimodal produksi, pembuat produk audio visual itu sendiri,perusahaan iklan serta distributor ataupun mediapenyiarannya. Pemahaman semacam inilah yangmestinya terlebih dahulu diberikan kepada masyarakatawam yang dilibatkan dalam kegiatan penggunaanmedium video dalam kerangka pemberdayaanmasyarakat.Sehingga dapat dicerna oleh mereka bagaimanasesungguhnya posisi mereka dalam relasi politik ekonomimedia; yakni konsumen pasif sekaligus pasar potensialuntuk berbagai kepentingan. Dalam konteks inimasyarakat cuma dibombardir oleh banyak berbagaibentuk jenis, bentuk dan isi program audio visual, tanpapernah dilibatkan secara langsung maupun tidaklangsung dalam hal menentukan jenis, bentuk dan isiprogram yang benar-benar menjadi kebutuhannya.Sangat ironis ketika banyak pihak berbicara mengenaipencapaian dan kemajuan yang luar biasa dari teknologiinformasi, tetapi masyarakat sendiri menjadi sangat
 
miskin informasi. Terutama informasi yang berkaitanlangsung dengan kebutuhan riil mereka untukmemperbaiki kualitas hidupnya sendiri. Tapi apakah kepasifan dari masyarakat/konsumen tidakdapat diubah? Apakah konsumen tidak memilikikemungkinan lebih besar untuk memproduksi sendiri jenis, bentuk atau isi program yang lebih sesuai dengankebutuhannya? Dengan kata lain berubah menjadiprodusen yang memiliki kuasa untuk memproduksimakna dan pesan? Bagaimana masyarakat dapatmembangun sendiri ruang publiknya denganmenggunakan media-media canggih seperti video, danbahkan televisinya sendiri?Media Komunitas kemudian digagas sebagai eksperimenoleh kelompok-kelompok pekerja lembaga swadayamasyarakat yang berbasis media. Gejala ini semakindiperkuat dengan perkembangan teknologi digital(camera, video digital, komputer atau bahkan alattransmisi siaran) yang semakin murah dan mudahdijangkau membuat medium ini berkembang pesat dansemakin mudah di akses banyak kalangan. Kalau dahulukehadiran kamera home-video sangat terbataspenggunaannya hanya mendokumentasikan acara-acaratertentu; kini penggunaannya sudah meluas dan terbuktiefektif untuk mendokumentasikan kegiatan komunitasdan mengkomunikasikan ide-ide bersama.Video kemudian berubah fungsi menjadi alat penghubungatau komunikasi antar warga mengenai persoalan-persoalan yang mereka hadapi; menjadi bahan diskusikelompok untuk bersama-sama mencari jalan keluar,kemudian mendokumentasikan proses pemecahanmasalah, dan akhirnya berkembang menjadi alat refleksibersama, melihat kembali jejak dari hasil kerja bersamauntuk kemudian dievaluasi kembali bagi perbaikan kerja-kerja berikutnya.Sebuah siklus yang secara utuh menempatkan prosespembuatan film sebagai bagian integral dari kerjapengorganisasian masyarakat dan mengubah secaradrastis posisi mereka dari obyek media menjadi subyekyang sepenuhnya dapat mengontrol kerja dan hasil-hasilpenggunaan media. Bahkan lebih jauh lagi video yangmereka buat juga dapat dijadikan alat kampanye untukdisampaikan pada publik yang lebih luas mengenai

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...