Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Resume Hormon

Resume Hormon

Ratings: (0)|Views: 60 |Likes:
Published by mikumiku

More info:

Published by: mikumiku on Jun 24, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/03/2013

pdf

text

original

 
RESUME HORMON
Nama : Nana RustianaNIM : 05-511-1111-024
Hormone merupakan suatu kelompok heterogen pesan-pesan kimia yang berperananmengkoordinasi aktivitas berbagai jaringan dalam tubuh. Secara struktural terdapat 4 tipehormon: hormon polipeptida, katekolamin, hormone tiroid, dan steroid. Bab ini menjelaskanbiosintesis masing-masing hormon dan gambaran umum kerja umum kerja hormon.Hormon adalah suatu pesan kimia yang disinteisis pada sel-sel khusus dan transportke sel sasaran yang jauh letaknya melalui darah. Kebanyakan hormon disekresi langsung kedalam sirkulasi. Akan tetapi , beberapa hormon disekresi oleh jaringan yang secara primerbukan jaringan endokrin. Hormon lainnya disekresi oleh lebih dari satu jaringan.Norepinefrin, misalnya, dihasilkan oleh sel-sel medulla adrenal dan sistem saraf simpatis.Suatu jaringan merupakan sasaran untuk hormon tertentu hanya bila jaringan tersebutmengandung protein reseptor spesifik yang mengikat hormone dan menimbulkan responselular. Hormone mengatur aktivitas jaringan sasarannya melalui 2 cara umu: (1) denganmengatur aktivitas protein yang sudah ada dalam sel pada saat kerja hormonal, dan (2)dengan mengatur sintesis atau degradasi protein. Kedua respon ini mengubah kapasitasenzimatik sel; yang pertama berlangsung cepat (dalam beberapa menit), sedangkan yangkedua terjadi lebih lambat (memerlukan waktu berjam-jam atau berhari-hari). Sekarang telah jelas bahwa beberapa hormone menggunakan kedua mekanisme ini.Reseptor-resptor hormone dapat dibagi dalam 2 golongan yang berbeda dipandangletaknya dalam sel, sedangkan reseptor-reseptor untuk hormone polipeptida dan katekolaminterletak pada permukaan sel, sedangkan reseptor-reseptor untuk hormon steroid dantiroidterletak di dalam sel. Banyaknya hormone yang terikat pada reseptor permukaan selmenimbulkan efeknya pada sel melakukan second messenger- suatu molekul kecil yangkonsentrasi intraselnya diatur oleh hormone dan selanjutnya mengatur aktivitas satu ataubeberapa enzim yang beperan dalam respon terhadap hormone. Diantara molekul yangbekerja sebagai second messenger untuk hormone adalah kalsium, inositol trifosfat,diasilgliserol, cGMP dan cAMP. Reseptor hormone intraselular langsung mengadakan reaksi
 
dengan kromatin, oleh karena itu mengatur transkripsi. Hormone yang terikat pada reseptorintraselular diduga tidak mengutamakan second messenger.
Hormone Polipeptida
Hormone polipeptida , yang panjangnya berkisar dari 3 sampai lebih dari 200 asamamino, merupaka kelas terbear dari hormone. Walaupun hormone-hormone ini dihasilkanoleh sejumlah jaringan dan mengatur banyak proses fisiologis, mereka mempunyai carasintesis yang bersama.karena hormone polipeptida merupaka protein yang disekresi, merekadisintesis pada reticulum endoplasma kasar dan dimatangkan di apparatus golgi. Pada banyak hal, proses proteolitik berperan pada pembentukan hormone matang. salah satu contoh darikelas ini adalah insulin.Insulin terdiri dari 2 rantai polipeptida , dinamakan rantai A dan B, yang dihubungkanoleh 2 jembatan disulfide. Jembatan disulfide tambahan dalam rantai membentuk lengkungpada rantai A. insulin berasal dari prekusor polipeptida (preproinsulin) yang mengandung 2rangkaian asam amino yang tidak ditemukan dalam hormone yang matang.Reseptor insulin adalah protein permukaan yang terdiri atas 4 rantai-
2 rantai α dan 2rantai β
-
yang dihubungkan oleh jembatan peptide. Rantai α terletak pada permukaan sel.Rantai β memcapai membrane plasma dan mempunyai domain intraselular dan ektraselular.
Melihat letak reseptor insulin didalam sel diduga bahwa insulin dapat bekerja melalui secondmessenger, tidak ada satu pun senyawa yang telah diketahui sebagai second messenger untuk hormone lain yang berperan dalam kerja insulin.Sel sasaran mengadak kontak dengan insulin kadar tinggi mengakibatkan penurunan jumlah reseptor insulin yang ada pada permukaan sel dan disertai penurunan kepekaan sel
yang sesuai terhadap insulin. Fenomena ini yang dikenal sebagai “pengaturan turun (downregulation)” reseptor, adalah akibat intern
alisasi komplek reseptor-hormon via endositosis
Katekolamin
Katekolamin epinefrin dan norepinefrin memerantai respon fisiologik terhadap
keadaan gawat yang dikenal sebagai respon “bertempur atau lari (fight or flight)”. Respon ini
 
berupa perangsangan susunan saraf, peningkatan aliran darah pada otot, dan mobilisasienergy. Epinefrin dan norepinefrin keduanya disintesis dan dikeluarkan oleh medulla adrenal.Norepinefrin juga dikeluarkan oleh neuron susunan saraf simpatis, sehingga fungsinyasebagai hormone dan neurotransmitter.Efek hormone katekolamin diperantarai oleh 4 reseptor protein permukaan sel:
reseptor adrenergic α
1
, α
2
, β
1
dan β
2
. Epinefrin mempunyai afinitas tinggi terhadap reseptor αdan β; norepinefrin terutama bereaksi dengan reseptor α.
Banyak sel sasaran mempunyailebih dari satu tipe reseptor adrenergic, dan reseptor sel sasaran tertentu terhadap katekolaminditentukan oleh jumlah dan tipe resepto yang ada.Bekerja melalui 4 tipe reseptor mengatur 2 second messenger, cAMP,dan kalsium.P
erangsangan reseptor adrenergic α
1
mengakibatkan peningkatan kosentrasi kalsium intrasel.
Perangsangan reseptor β
1
atau β
2
mengakibatkan peningkatan adenilat siklase, sedangkan
 perangsangan reseptor α
2
mempunyai efek yang berlawanan.Sebelum disekresi, katekolamin dikatabolisme dan diinaktifkan oleh katekol-O-metiltransferase (COMT) dan monoamine oksidase (MAO)
Hormone Tiroid
Istilah “hormone tiroid” diberikan pada 2 derivat tirosin yang mengalami yodinasi,
triyodotiroin (T
3
) dan tetrayodotironim (T
4
, tiroksin) T
3
dan T
4
disintesis oleh kelenjar tiroiddan bekerja pada kebanyakan jaringan untuk mengatur kecepatan metabolism danperkembangan jaringan . pada manusia kekurangan hormone tiroid (hipotiroidisme)mengakibatkan kegagalan pertumbuhan dan retardasi mental, sedangkan kelebihan hormonetiroid (hipertirodisme) mempercepat metabolisme.Sintesis hormone tiroid berlangsung dalam folikel kelenjar tiroid berlangsung dalamfolikel kelenjar tiroid, yang terdiri atas satu lapisan sel epitel yang mengelilingi lumen. Sel-sel folikel mensintesis protein prekusor yang kaya tirosin (tiroglobulin), yang disekresi kedalam lumen folikel. Sel juga memekatkan yodium dan mensekresinya ke dalam lumen.Yodium mula-mula dioksidasi dan kemudian ditambahkan ke residu tirosin dari tiroglobulin,karena itu mengubahnya menjadi residu mono- dan diyodotionin. Selanjutnya, sebagianresidu tirosin yang teryodinasi bergabung membentuk residu T
3
dan T
4
. Bila sel-sel folikel di

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
NurulHikmah liked this
Cik Cahaya Mata liked this
Nining Ratnasari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->