Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proposal Praktikum Analisis Sedimen

Proposal Praktikum Analisis Sedimen

Ratings: (0)|Views: 324|Likes:
Published by Kelinci Ngunut

More info:

Published by: Kelinci Ngunut on Jun 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2014

pdf

text

original

 
Sampling, Penyimpanan, Penentuan : Potensial Redoks, Kapasitas Tukar Cation (CEC),Kadar C-Organik, dan Kadar Fosfat dalam Fraksi (ELFE, AR, OO, Refractory) padaSampel SedimenPROPOSAL PRAKTIKUMANALISIS BAHAN PERTANIAN DAN LINGKUNGANDisusun Oleh:
1.
 
Algafari Bakti Manggara 1160902001110092.
 
Candra Irawan 1160902001110073.
 
Pauzan4.
 
Layta Dinira
PROGRAM STUDI KIMIAFAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMPROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG2012
 
I.
 
Sampling dan Penyimpanan Sampel Sedimen
 Sampel sedimen diambil dengan menggunakan grab sampler yang kemudian dimasukkanke dalam plastik klip sebanyak 250 gram untuk masing-masing titik pengambilan sampel.Sampel sedimen diambil pada tiap stasiun dengan menggunakan alat Ekman grab. Sampelsedimen yang diambil merupakan sedimen pada bagian permukaan dasar perairan yang memilikiketebalan kurang dari 20 cm. Contoh sedimen kemudian ditampung dalam botol polyetylen.Selanjutnya tempat sampel dibungkus dengan kantong plastik dan selanjutnya dimasukkan kedalam
Cool box
untuk diangkut menuju laboratorium.Sampel sedimen kemudian dianalisa di laboratorium Fakultas MIPA UniversitasBrawijaya untuk diukur parameter fisika dan kimianya. Pengambilan data sedimen dimaksudkansebagai data dasar dalam mengumpulkan dan menganalisis kondisi eksisting kualitas perairanserta sebagai indikator pencemaran lingkungan di lokasi kajian.
II.
 
Penentuan Potensial Redoks1.
 
Latar Belakang
Salah satu dinamika ion yang paling menonjol dalam penggenangan sedimen adalahkelarutan besi dari ion Fe+3 menjadi Fe+2 yang berpotensi menyebabkan keracunan. Perubahanbentuk Fe+3 menjadi Fe+2 terjadi karena adanya perubahan suasana oksidatif menjadi reduktif.Reaksi tersebut melibatkan aktivitas mikroba tanah menstimulasi proses reduksi Fe+3 menjadiFe+2, meningkatkan pH, menurunkan Eh, dan terjadi peningkatan ketersediaan P. Reaksi reduksibesi dapat digambarkan berikut ini (Yoshida, 1981).Tingginya aktivitas ion Fe2+ sebagai pemicu terjadinya fiksasi hara P sehinggaketersediaannya berbanding terbalik dengan tingkat aktivitas ion Fe2+ tetapi berbanding lurusdengan perubahan nilai Eh. Ponnamperuma, Castro dan Valencia (1969) menyatakan umumnyapotensial redoks mengalami penurunan dari 700 mV sampai
 – 
300 mV, sedangkan pH sedimenberubah dari 4,5 menjadi 6,5
 – 
7,0. Patrick dan Redy (1978) menjelaskan adanya perubahan padasedimen tergenang yang disertai dengan perubahan elektrokimia yang dapat merugikan tanaman.Potensial redoks merupakan sifat elektrokimia yang dapat dipakai sebagai indikasi dalammengukur derajat anaerobiosis tanah dan tingkat transformasi biogeokimia yang terjadi (Patrick 
 
dan Mahapatra, 1968; Ponnamperuma, 1972). Kondisi anaerob, mikroorganisme fakultatif danobligat akan menggunakan oksidan anorganik selain oksigen sebagai akseptor elektron, sepertiNO
3-
Mn
4+
, Fe
3+
, CO
2
, N
2
dan H
+
, yang kemudian akan direduksi berturt-turut menjadi N
2
, Mn
2+
,Fe
2+
, H
2
S, CH
4
, NH
4+
, dan NH
2
(Patrick dan Reddy, 1978) yang juga telah diperoleh dari hasilkajian Basir-Cyio (2001) dan Darman (2003).
2.
 
Prinsip
Kemampuan (
ability
) sedimen untuk mereduksi atau mengoksidasi senyawa dikenalsebagai POTENSIAL REDOKS (sering disingkat Eh). Dengan mengukur nilai Eh padakedalaman berbeda, lokasi dari lapisan
 Redox Potensial Discontinuity
(RPD) dapat ditentukan.RPD menggambarkan suatu perubahan dari kondisi oksidasi kereduksi, hal ini berhubungansecara luas dengan lingkungan aerobik dan anaerobik.Eh tinggi (> + 200 mv) merupakan zona oksidasiEh rendah (< 0 mv) merupakan zona reduksiEh sedang (0
 – 
200 mv) merupakan zona transisi
3.
 
Alat dan Bahan3.1
 
Alat yang digunakan
1.
 
Grab sampler2.
 
Plastik 3.
 
Neraca Analitis4.
 
Multi water Quality checker5.
 
Ice box
3.2 Bahan yang digunakan
1. Sedimen
4.
 
Prosedur
1.
 
Pengambilan sampel sedimen dilakukan dengan menggunakan
corer 
berdiameter 5 cm padalapisan di berbagai kedalaman yaitu 0
 – 
10 cm, 10
 – 
20 cm dan 20
 – 
30 cm pada setiap titik sampling.

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ryan Asyhari liked this
IbrohimSaputro liked this
Nuraima Imhaa liked this
Mikha Kanza liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->