Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan kasus

Laporan kasus

Ratings: (0)|Views: 331 |Likes:
Published by Yaya Arya

More info:

Published by: Yaya Arya on Jun 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/31/2014

pdf

text

original

 
BAB I. PENDAHULUAN
Dewasa ini,
Acquired Immune Deficiency
(AIDS) merupakan salah satu masalahkesehatan yang perlu mendapat perhatian dunia. WHO meramalkan bahwa jumlah penderita AIDSdan kematian akibat AIDS seluruh dunia akan meningkat 10 persen dalam waktu 8 tahunmendatang, yaitu dari satu setengah juta saat ini menjadi 12-18 juta pada tahun 2000 . Penyakit inimemang mempunyai angka kematian yang tinggi dimana hampir semua penderita AIDSmeninggal dalam waktu lima tahun sesudah menunjukkan gejala pertama AIDS (Depkes 1988).Di Indonesia, kasus AIDS yang pertama kali dilaporkan adalah seorang wisatawan laki-laki berkebangsaan Belanda yang meninggal di Bali pada tahun 1987. Kasus kedua juga orangasing sedangkan kasus berikutnya terjadi pada seorang pria Indonesia yang juga meninggal di Bali.Sejak itu, jumlah penderita AIDS terus meningkat. Hal ini terlihat dalam data kumulatif Depkes RIdari 15 Propinsi dimana sampai bulan Maret 1995 kasus AIDS sudah mencapai 288 orang. Di propinsi Sumatera Utara dilaporkan adanya dua kasus yang menderita HIV positif dankemungkinan kasus ini akan bertambah banyak.AIDS merupakan penyakit yang fatal, menular dan sampai sekarang belum ada obatnya.Penderita AIDS tetap menularkan penyakit sepanjang hidupnya dan biasanya HIV menyerang usia produktif. Masalah AIDS menjadi lebih berat lagi karena pada kasus seropositif, penderita biasanya merasa sehat dan dari penampilan luar juga tampak sehat namun merupakan pembawavirus yang asimtomatik dan dapat menularkan HIV kepada orang lain.Sebagaimana diketahui bahwa penularan HIV/AIDS dapat terjadi melalui hubunganseksual, pemakaian jarum suntik secara bergantian, tranfusi darah serta oleh ibu yang terinfeksikepada bayi yang dikandungnya. Yang perlu diperhatikan bahwa seorang pengidap HIV dapattampak sehat tetapi potensial sebagai sumber penularan seumur hidup.Infeksi virus ini sangat berpengaruh terhadap sistem imunitas, terutama imunitas seluler yang dipengaruhi oleh sel limfosit T CD4+. AIDS kini telah meluas menjadi pandemi dan masalahinternasional. Pertambahan kasus yang cepat di kalangan penduduk (bukan homoseksual) dan penyebaran ke semakin banyak negara serta belum adanya obat dan vaksin yang efektif terhadapAIDS telah menimbulkan keresahan dan keprihatinan di seluruh dunia.
1
 
BAB II. LAPORAN KASUS2.1 Identitas penderita
 Nama: Ny. YUmur: 31 thnJenis kelamin: PerempuanAgama: IslamSuku: JawaPekerjaan: Ibu rumah tanggaPendidikan: SMAAlamat: Sidomulyo SemboroTanggal MRS: 03 Maret 2012Tanggal KRS: No. RM: 22.54.52
2.2 Anamnesis
Autoanamnesis dan heteroanamnesis dilakukan pada penderita serta keluarga penderita padatanggal 03 Maret 2012 di RIP RSD dr. Soebandi Jember.A.Riwayat penyakit1.Keluhan utama Nyeri perut dan mulut terasa pahit2.Riwayat penyakit sekarangSejak 10 hari SMRS pasien mengeluhkan sakit perut dengan batuk kering dan mulut terasa pahit. Nyeri perut hilang timbul dan muncul terutama saat batuk dan menarik nafas panjang. Nyeri juga muncul saat diberi makan dan tidak berkurang setelah makan maupunistirahat. Nyeri tidak menjalar ke bagian punggung, bahu maupun lengan. Nyeri hanya berada di ulu hati. Nyeri terasa seperti ditusuk-tusuk. Pasien juga tidak sering makanmakanan yang berlemak. BAB normal, 1-2 hari sekali, konsistensi padat, warna kuningkecoklatan, tidak berlendir, tidak berdarah. Pasien tidak mengeluhakan nyeri dada, maupunnyeri sendi.Pasien juga mengeluhkan makan maupun minum terasa pahit dan sulit menelan sejak 10hari yang lalu. Pasien mengeluhkan mual namun tidak muntah. Pasien juga batuk jarang- jarang, tanpa dahak maupun darah. Saat batuk, kepala terasa sakit. Pasien tidak demam,tidak mengalami penurunan kesadaran, tidak sesak. Pasien mengalami penurunan berat badan 5 kg dalam 4 minggu, keluar keringat malam (-), demam (-), pilek (-).Kemudian pasien berobat ke puskesmas tanggul dengan rawat jalan, namun tidak membaik. Pasien kemudian rawat inap di puskesmas tanggul selama 5 hari dan tidak membaik.
2
 
Kemudian pasien pulang paksa beberapa hari dan kambuh lagi. Pasien kemudian rawatinap di RS. Jatiroto dengan keluhan yang sama. Pasien terdiagnosa tifoid dan gastritis.Kemudian pasien diperiksakan ke RSD. dr. Soebandi dengan hasil VCT (+).3.Riwayat penyakit dahulu.Pasien pernah diare 2 hari selama di rawat inap di RS. Jatiroto.Sejak 2 bulan yang lalu pasien mengeluhkan batuk kering, jarang-jarang, dahak (-), darah(-), sesak (-) keringat malam (-), dan lidah terasa pahit serta memberat saat ini. Saat batuk  pasien juga mengeluhkan pusing.Pasien juga sering mengeluh demam subfebris hilang timbul sejak 1 tahun yang lalu.Riwayat pemberian obat ARV (+)Riwayat hipertensi (-)Riwayat diabetes mellitus (-)Riwayat tranfusi darah (-)Riwayat batuk lama (+)4.Riwayat penyakit keluarga.Tidak ada keluarga yang memiliki gejala yang serupa.
5.
Riwayat pengobatanPasien menerima pengobatan selama dirawat di puskesmas tanggul dan RS. Jatiroto.Riwayat pribadi
A.
Riwayat sosial dan ekonomi.Pasien tinggal bersama suami dan seorang putra. Pasien bekerja sebagai ibu rumah tangga.Pendapatan yang diperoleh suaminya tidak tentu. Jika dirata-rata penghasilan yangdidapatkan sekitar Rp.600.000,- hingga Rp.900.000,- per bulan. Penghasilannya digunakanuntuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dan sekolah putranya. Pasien dikenal baik danramah oleh keluarga, kerabat dan tetangganya. Sejak terdiagnosis penyakit tersebut, hanyaistrinya saja yang mengetahui. Sedangkan keluarga pasien lainnya termasuk putranya tidak tahu.
Kesan :
riwayat sosial baik, riwayat ekonomi kurang.
B.
Riwayat sanitasi lingkungan.Pasien tinggal di dalam rumah berukuran 15x6 meter, dengan 3 kamar tidur, 1 ruang tamu,dapur dan 1 kamar mandi yang dilengkapi jamban. Dinding rumah terbuat dari batu bata,dan berlantaikan ubin, sedangkan bagian belakang rumah yaitu dapur berdinding anyaman bambu berlantai semen.Ventilasi rumah berasal dari 2 jendela ruang tamu, 1 jendela ruang tengah dan belakang,dan 1 jendela di tiap kamar yang memiliki luas rata-rata sekitar 40 x 60 cm. Cahaya
3

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
alusius liked this
Erica Fitri liked this
Ovoel Male liked this
Fabyo Ismantri liked this
Thipo Ardini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->