Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
CaraTanamSayur

CaraTanamSayur

Ratings: (0)|Views: 47 |Likes:
Published by DisaPramaristi

More info:

Published by: DisaPramaristi on Jun 25, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/25/2012

pdf

text

original

 
BAB ISISTEM PERTANIAN ORGANIKSejak tahun 1990, isu pertanian organik mulai berhembus keras di dunia. Sejak saat itu mulaibermunculan berbagai organisasi dan perusahaan yang memproduksi produk organik. Di Indonesiadideklarasikan Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) pada tgl 1 Februari 2000 diMalang. Di Indonesia telah beredar produk pertanian organik dari produksi lokal seperti beras organik,kopi organik, teh organik dan beberapa produk lainnya. Demikian juga ada produk sayuran bebaspestisida seperti yang diproduksi oleh Kebun Percobaan Cangar FP Unibraw Malang. Walaupundemikian, produk organik yang beredar di pasar Indonesia sangat terbatas baik jumlah maupunragamnya.Pertanian organik dapat didefinisikan sebagai suatu sistem produksi pertanian yang menghindarkan ataumengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik untuk pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida.Dilarangnya penggunaan bahan kimia sintetik dalam pertanian organik merupakan salah satu kendalayang cukup berat bagi petani, selain mengubah budaya yang sudah berkembang 35 tahun terakhir inipertanian organik membuat produksi menurun jika perlakuannya kurang tepat.Di sisi lain, petani telah terbiasa mengandalkan pupuk anorganik (Urea, TSP, KCl dll) dan pestisidasintetik sebagai budaya bertani sejak 35 tahun terakhir ini. Apalagi penggunaan pestisida, fungisida padapetani sudah merupakan hal yang sangat akrab dengan petani kita. Itulah yang digunakan untukmengendalikan serangan sekitar 10.000 spesies serangga yang berpotensi sebagai hama tanaman dansekitar 14.000 spesies jamur yang berpotensi sebagai penyebab penyakit dari berbagai tanamanbudidaya.Alasan petani memilih pestisida sintetik untuk mengendaliakan OPT di lahannya a.l. karena aplikasinyamudah, efektif dalam mengendalikan OPT, dan banyak tersedia di pasar. Bahkan selama enam dekadeini, pestisida telah dianggap sebagai penyelamat produksi tanaman selain kemajuan dalam bidangpemuliaan tanaman. Pestisida yang beredar di pasaran Indonesia umumnya adalah pestisida sintetik.Sistem Pertanian Organik adalah sistem produksi holistic dan terpadu, mengoptimalkan kesehatan danproduktivitas agro ekosistem secara alami serta mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup,
 
berkualitas dan berkelanjutan (Deptan 2002).Sebenarnya, petani kita di masa lampau sudah menerapkan sistem pertanian organik dengan caramelakukan daur ulang limbah organik sisa hasil panen sebagai pupuk. Namun dengan diterapkannyakebijakan sistem pertanian kimiawa yang berkembang pesat sejak dicanangkannya kebijakan sistempertanian kimiawi yang berkembang yang berkembang pesat sejak dicanangkannya Gerakan RevolusiHijau pada tahu 1970-an, yang lebih mengutamakan penggunaan pestisida dan pupuk kimiawi,walaupun untuk sementara waktu dapat meningkatkan produksi pertanian, pada kenyataannya dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan pada sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, yang akhirnyabermuara kepada semakin luasnya lahan kritis dan marginal di Indonesia.Sistem pertanian organik sebenarnya sudah sejak lama diterap kan di beberapa negara seperti Jepang,Taiwan, Korea Selatan dan Amerika Serikat (Koshino, 1993). Pengembangan pertanian organik dibeberapa negara tersebut mengalami kemajuan yang pesat disebabkan oleh kenyataan bahwa hasilpertanian terutama sayur dan buah segar yang ditanam dengan pertanian sistem organik (organicfarming system) mempunyai rasa, warna, aroma dan tekstur yang lebih baik daripada yangmenggunakan pertanian anorganik (Park 1993 dalam Prihandarini, 1997).Selama ini limbah organik yang berupa sisa tanaman (jerami, tebon, dan sisa hasil panen lainnya) tidakdikembalikan lagi ke lahan tetapi dianjurkan untuk dibakar (agar praktis) sehingga terjadi pemangkasansiklus hara dalam ekosistem pertanian. Bahan sisa hasil panen ataupun limbah organik lainnya harusdimanfaatkan atau dikembalikan lagi ke lahan pertanian agar lahan pertanian kita dapat lestariberproduksi sehingga sistem pertanian berkelanjutan dapat terwujud.BAB IITEKNIK BUDIDAYA ORGANIK
 
 Teknik Budidaya merupakan bagian dari kegiatan agribisnis harus berorientasi pada permintaan pasar.Paradigma agribisnis : bukan Bagaimana memasarkan produk yang dihasilkan, tapi Bagaimanamenghasilkan produk yang dapat dipasarkan. Terkait dengan itu, teknik budidaya harus mempunyaidaya saing dan teknologi yang unggul. Usaha budidaya organik tidak bisa dikelola asal - asalan, tetapiharus secara profesional. Ini berarti pengelola usaha ini harus mengenal betul apa yang dikerjakannya,mampu membaca situasi dan kondisi serta inovatif dan kreatif. Berkaitan dengan pasar (market),tentunya usaha agribisnis harus dilakukan dengan perencanaan yang baik dan berlanjut, agar produkyang telah dikenal pasar dapat menguasai dan mengatur pedagang perantara bahkan konsumen danbukan sebaliknya.Teknik budidaya organik merupakan teknik budidaya yang aman, lestari dan mensejahterakan petanidan konsumen. Berbagai sayuran khususnya untuk dataran tinggi, yang sudah biasa dibudidayakandengan sistem pertanian organik, diantaranya : Kubis (Brassica oleraceae var. capitata L.), Brokoli(Brassica oleraceae var. italica Plenk.), Bunga kol (Brassica oleraceae var. brotritys.), Andewi (Chicoriumendive), Lettuce (Lactuca sativa), Kentang (Solanum tuberosum L.), Wortel. (Daucus carota).Sayuran ini, mengandung vitamin dan serat yang cukup tinggi disamping juga mengandung antioksidanyang dipercaya dapat menghambat sel kanker. Semua jenis tanaman ini ditanam secara terus menerussetiap minggu, namun ada juga beberapa jenis tanaman seperti kacang merah (Vigna sp.), kacang babi(Ficia faba), Sawi (Brassica sp) yang ditanam pada saat tertentu saja sekaligus dimanfaatkan sebagaipupuk hijau dan pengalih hama. Ada juga tanaman lain yang ditanam untuk tanaman reppelent(penolak) karena aromanya misalnya Adas.2.1. Sejarah Singkat Bayam (Amaranthus spp)Bayam merupakan tanaman sayuran yang dikenal dengan nama ilmiah Amaranthus spp. Kata"amaranth" dalam bahasa Yunani berarti "everlasting" (abadi). Tanaman bayam berasal dari daerahAmerika tropik. Tanaman bayam semula dikenal sebagai tumbuhan hias. Dalam perkembanganselanjutnya. Tanaman bayam dipromosikan sebagai bahan pangan sumber protein, terutama untuknegara-negara berkembang. Diduga tanaman bayam masuk ke Indonesia pada abad XIX ketika lalu lintasperdagangan orang luar negeri masuk ke wilayah Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->