Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal Kiki

Jurnal Kiki

Ratings: (0)|Views: 37 |Likes:
Published by Kiki Amalia

More info:

Published by: Kiki Amalia on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/10/2012

pdf

text

original

 
  JKKI – Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
MANFAAT SIRIH MERAH (
Piper crocatum 
) SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERIAL TERHADAP BAKTERI GRAM POSITIF DAN GRAMNEGATIF
Farida Juliantina R
1
, Dewa Ayu Citra M
2
, Bunga Nirwani
3
,Titis Nurmasitoh
4
, Endrawati Tri Bowo
5
 
ABSTRACTBackground of choosing the subject
: In recent years world society including Indonesia tend toconsider the use of herbal medicine - back to nature. The advantages of herbal medicine becomean interesting discussion. Most information expand in society is empirical rather than scientificevidence. Thus red betel vine's benefit also becomes interesting discussion but evidence basedmedicine about it is very little. The purpose of this study is to know the potency of antibacterialpower of ethanol extract of red betel vine (
Piper crocatum 
) toward gram positive and gramnegative bacteria.
Research Methodology
: This research was laboratory experimental study. The extract of red betelvine was made with standard ethanol solvent. This extract was examined in
Staphylococcus aureus 
ATCC 25923 and
Escherichia coli 
ATCC 35218. Experimental method is serial dilution.Result was analyzed descriptively with Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and MinimumBactericidal Concentration (MBC). The examination in each bacterium was repeated 5 times.
Result
: The result shown that ethanol extract of red betel vine (
Piper crocatum 
) has ability toinhibit the growth of Gram positive (
Staphylococcus aureus 
) and to kill it on concentration 25%.While the ability to inhibit the growth of
Escherichia coli 
(Gram negative) on 6,25% (visualobservation and after has been planted in Mc Conkey media). From result repetition in 5 times,gram negative is more stable rather than gram positive.
Conclusion
: The ethanol extract of red betel vine (
Piper crocatum 
) has antibacterial effect towardGram positive and gram negative. MIC and MBC
Staphylococcus aureus 
at 25% while for MIC andMBC
Escherichia coli 
at 6,25%.Keywords: antibacterial Red betel vine
Piper crocatum 
Staphylococcus aureus 
 –
Escherichia coli 
 
ABSTRAKLatar Belakang Penelitian :
Saat ini masyarakat dunia termasuk Indonesia mulai mengutamakanpenggunaan obat secara alami (
back to nature 
). Pemanfaatan
herbal medicin 
e ramai dibicarakan,termasuk dalam manfaatnya. Kebanyakan informasi yang berkembang di masyarakat hanyasebatas bukti empiris dan belum ada bukti ilmiah. Demikian pula dengan sirih merah. Manfaat sirihmerah banyak dibicarakan, namun
Evidence Based Medicine 
mengenai pemanfaatan sirih merahmasih sangat sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak etanolsirih merah (
Piper crocatum 
) terhadap bakteri gram positif dan gram negatif.
Metode penelitian :
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Sirih merahdibuat ekstrak dengan pelarut etanol secara standar. Ekstrak tersebut diujikan pada bakteri
Staphylococcus aureus 
ATCC 25923 dan
Escherichia coli 
ATCC 35218. Metode uji dilakukansecara dilusi berupa pengenceran serial. Hasil dianalisis secara deskriptif dengan melihat KadarHambat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Pada masing-masing bakteri dilakukanpengulangan sebanyak 5 kali.
1
Departemen Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
 
2
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
 
3
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
 
4
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
 
5
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta
 
 
  JKKI – Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
Hasil :
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
 
ekstrak etanol sirih merah (
Piper crocatum 
)mempunyai kemampuan menghambat pertumbuhan dan membunuh
Staphylococcus aureus 
 (gram positif) pada konsentrasi 25%. Sedangkan kemampuan menghambat pertumbuhan danmembunuh
Escherichia coli 
(gram negatif) pada konsentrasi 6,25% (pengamatan visual dansetelah di tanam di media Mc conkey). Dari 5 kali pengulangan hasil pada
E. coli 
(gram negatif)relatif lebih stabil.
Kesimpulan
: Ekstrak etanol sirih merah (
Piper crocatum 
) mempunyai efek antibakteri terhadapbakteri gram positif (
Staphylococcus aureus 
ATCC 25923) dan terhadap gram negatif (
Escherichia coli 
ATCC 35218). KHM dan KBM
Staphylococcus aureus 
pada konsentrasi 25% sementara untuk
Escherichia coli 
KHM dan KBM pada konsentrasi 6,25%Kata kunci : antibakteri sirih merah
Piper crocatum 
Staphylococcus aureus 
Escherichia coli 
I. PENDAHULUAN
Saat ini masyarakat dunia dan jugaIndonesia mulai mengutamakanpenggunaan obat secara alami (
back to nature 
). Pemanfaatan
herbal medicine 
 ramai dibicarakan, termasuk dalammanfaatnya, namun kebanyakaninformasi yang ada hanya sebatas buktiempiris belum ada bukti ilmiah. Demikianjuga dengan sirih merah (
Piper crocatum 
), banyak diinformasikanmanfaat sirih merah namun
Evidence Based Medicine 
masih sangat minim. Halini dapat disebabkan sirih merah belumlama dikenal oleh masyarakat luas,sehingga informasi ilmiah masih sangatsedikit, demikian juga dengan jurnalilmiah, baik di dalam maupun luar negeriPenelitian ini bertujuan untukmengetahui manfaat sirih merah sebagaiantibakteri terhadap bakteri gram positifdan bakteri gram negatif, khususnya
 Staphylococcus aureus 
dan
Echericia coli 
. Sirih merah dibuat dalam bentukekstrak etanol untuk mengoptimalkan zataktif antibakteri yang terdapat didalamnya. Zat aktif yang diduga bersifatantibakteri adalah : alkaloid, tanin danminyak atsiri. Kemampuan sebagaiantibakteri diukur berdasar KadarHambat Minimal (KHM) dan Kadar BunuhMinimal (KBM) ekstrak etanol sirih merahterhadap
Staphylococcus aureus 
(grampositif) dan
Echericia coli 
(gram negatif).
 A. Sirih merah (
Piper crocatum 
)
 Sirih merah (
Piper crocatum 
)merupakan salah satu tanaman obatpotensial yang diketahui secara empirismemiliki khasiat untuk menyembuhkanberbagai jenis penyakit, di samping jugamemiliki nilai spritual yang tinggi. Sirihmerah termasuk dalam satu elemenpenting yang harus disediakan dalamsetiap upacara adat, khususnya diYogyakarta. Tanaman ini termasuk didalam
 
famili
Piperaceae 
denganpenampakan daun yang berwarna merahkeperakkan dan mengkilap saat kenacahaya. Pada tahun 1990-an sirih merahdifungsikan sebagai tanaman hias olehpara hobis, karena penampilannya yangmenarik. Permukaan daunnya merahkeperakan dan mengkilap. Pada tahun-tahun terakhir ini ramai dibicarakan dandimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daribeberapa pengalaman, diketahui sirihmerah memiliki khasiat obat untukbeberapa penyakit
1
. Klasifikasi sirih
 
  JKKI – Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Indonesia
merah menurut Backer (1963)
2
adalahsebagai berikut :Kingdom : PlantaeDivisio : MagnoliophytaClass : MagnoliopsidaOrder : PiperalesFamily : PiperaceaeGenus :
Piper 
Species :
Piper crocatum 
 Ruiz & Pav
Gambar 1. Tanaman sirih merah (
Piper crocatum 
). Warna atas daun hijaudengan warna keperakan. Warnabawah daun merah
Tanaman sirih merah menyukaitempat teduh, berhawa sejuk dengansinar matahari 60-75%, dapat tumbuhsubur dan bagus di daerah pegunungan.Bila tumbuh pada daerah panas, sinarmatahari langsung, batangnya cepatmengering. Selain itu, warna merahdaunnya akan pudar
3
.
B. Zat-zat Yang Terdapat Pada SirihMerah
Berdasar penelitian yangdilakukan oleh Puspitasari secarakromatografi sirih merah mengandungflavonoid, alkaloid senyawa polifenolat,tanin dan minyak atsiri
1
. Senyawa-senyawa di atas di ketahui memiliki sifatantibakteri.Flavonoid berfungsi sebagaiantibakteri dengan cara membentuksenyawa kompleks terhadap proteinextraseluler yang mengganggu integritasmembran sel bakteri
4
. MenurutDwidjoseputro
5
. flavonoid merupakansenyawa fenol sementara senyawa fenoldapat bersifat koagulator protein.Alkaloid memiliki kemampuansebagai antibakteri. Mekanisme yangdiduga adalah dengan cara mengganggukomponen penyusun peptidoglikan padasel bakteri, sehingga lapisan dinding seltidak terbentuk secara utuh danmenyebabkan kematian sel tersebut
6
.Tanin memiliki aktivitasantibakteri, secara garis besarmekanisme yang diperkirakan adalahsebagai berikut : toksisitas tanin dapatmerusak membran sel bakteri, senyawaastringent tanin dapat menginduksipembentukan kompleks senyawa ikatanterhadap enzim atau subtrat mikroba danpembentukan suatu kompleks ikatantanin terhadap ion logam yang dapatmenambah daya toksisitas tanin itusendiri
7
. Sementara menurut Ajizah(2004)
8
tanin diduga dapat mengkerutkandinding sel atau membran sel sehinggamengganggu permeabilitas sel itusendiri. Akibat terganggunyapermeabilitas, sel tidak dapat melakukanaktivitas hidup sehinggapertumbuhannya terhambat atau bahkanmati. Masduki (1996)
9
menyatakan bahwatanin juga mempunyai daya antibakteridengan cara mempresipitasi protein,karena diduga tanin mempunyai efekyang sama dengan senyawa fenolik. Efekantibakteri tanin antara lain melalui:reaksi dengan membran sel, inaktivasienzim, dan destruksi atau inaktivasifungsi materi genetik.Minyak atsiri berperan sebagaiantibakteri dengan cara menggangguproses terbentuknya membran ataudinding sel sehingga tidak terbentuk atauterbentuk tidak sempurna
8
. Minyak atsiriyang aktif sebagai antibakteri padaumumnya mengandung gugus fungsihidroksil (-OH) dan karbonil. Turunanfenol berinteraksi dengan sel bakterimelalui proses adsorpsi yang melibatkanikatan hidrogen. Pada kadar rendah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->