Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pergerakan Harga Minyak Goreng Dan Kedelai Di Indonesia Tahun 2008

Pergerakan Harga Minyak Goreng Dan Kedelai Di Indonesia Tahun 2008

Ratings: (0)|Views: 18 |Likes:
Published by Salim Siregar

More info:

Published by: Salim Siregar on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/20/2013

pdf

text

original

 
PERGERAKAN HARGA MINYAK GORENG DAN KEDELAI DI INDONESIA TAHUN2008
Senin, 06 April 2009
Dalam tulisan terdahulu telah dijelaskan bahwa sembilan bahan pokok(Sembako) merupakan salah satu masalah vital dalam suatu Negara. Dengandemikian stabilitasnya harus benar-benar dijaga, baik stabilitas harga maupunstabilitas ketersediaannya. Sembako merupakan salah satu indikator utama dalammengukur kesejahteraan masyarakat. Harga sembako memberi gambaran daya belimasyarakat ekonomi atas, menengah, bahkan masyarakat ekonomi bawah. Dengandemikian pergerakan harga sembako perlu mendapat perhatian yang serius.Berikut ini akan digambarkan perkembangan harga 2 dari 9 bahan pokoktersebut, yaitu minyak goreng (curah dan kemasan), dan kedelai (impor dan lokal),sebagai lanjutan dari tulisan terdahulu.
Minyak Goreng Kemasan dan Curah
Pada awal tahun 2008 harga minyak goreng melonjak (lihat Grafik 1). Hal inidikarenakan meningkatnya harga CPO dunia. Untuk meredam kenaikan hargatersebut, instansi terkait melakukan program penanggungan pajak pertambahan nilai(PPN) minyak goreng curah yang dinilai efektif menekan harga. Oleh sebab itu,penurunan harga minyak goreng di dalam negeri terbilang lebih cepat dibandingharga internasional.
 
Harga minyak goreng curah sepanjang tahun 2008 sangat berfluktuasi.Sementara harga minyak goreng kemasan cenderung stabil namun sedikitmeningkat. Harga minyak goreng curah memang sangat mudah terpengaruh kondisieksternal dan rentan terhadap fluktuasi pasar. Kestabilan harga minyak gorengkemasan dipengaruhi oleh penjualannya yang lebih banyak di pasar modern, sepertiminimarket dan supermarket. Pasalnya, di pasar modern, produsen minyak gorengkemasan sudah mematok harga untuk beberapa waktu, misalnya seminggu atau duaminggu. Berbeda dengan minyak goreng curah yang diperdagangkan di pasartradisional yang rentan dengan spekulasi.Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Pemerintah mengambil kebijakanuntuk mengganti minyak goreng curah secara berangsur-angsur dengan minyakgoreng kemasan. Pemantauan terhadap harga minyak goreng curah sangat sulitkarena sangat mudah untuk dispekulasi oleh oknum-oknum tertentu. Padahal minyakgoreng curah lebih banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Minyak goreng curah tetapdibutuhkan oleh industri dan pengusaha kecil untuk pengolahan makanan. Namununtuk konsumsi rumah tangga, minyak goreng curah dinilai bermasalah dengantingkat higienis dan sanitasinya. Oleh karena itu konsumen rumah tangga akandigiring untuk mengalihkan penggunaannya ke minyak goreng kemasan.
 
Pemerintah pun mendorong produsen untuk membuat minyak gorengkemasan sederhana dan bahkan memberikan insentif berupa pajak pertambahannilai. Pajak yang ditanggung pemerintah untuk minyak goreng murah pada 2009sebesar Rp 800 miliar. Adanya minyak goreng kemasan sederhana dinilai bisamenekan harga minyak goreng kemasan biasa secara tidak langsung.Selain itu, langkah yang ditempuh Pemerintah dalam menghadapi tingginyaharga minyak goreng adalah dengan menyalurkan minyak goreng bersubsidi kepadamasyarakat miskin. Namun dikarenakan biaya angkut yang mahal dan tidak adanyabiaya operasional dari pemerintah, kecuali subsidi harga, menyebabkan harga jualminyak goreng tersebut di pedalaman tetap mahal.Setelah bulan Mei 2008, pergerakan harga minyak goreng curah mulaimenurun. Alasannya adalah karena menurunnya harga CPO dunia. Namun, instansiterkait terus berupaya untuk menstabilkan harga, yakni dengan mengembangkanproduk minyak goreng sawit dengan kemasan sederhana dan menerapkan pajakpertambahan nilai yang ditanggung pemerintah. Bentuk upaya tersebut berupapenjualan langsung dari produsen minyak goreng yang bekerja sama denganpemerintah daerah kepada masyarakat. Dengan mekanisme dan model penjualantersebut, diharapkan akan mengurangi harga minyak goreng di pasaran.Pada tahun 2009, Pemerintah merencanakan pemangkasan subsidi terhadapminyak goreng. Hal ini dikarenakan harga minyak goreng sudah turun cukup banyak.Untuk tahun 2009, pemerintah hanya mensubsidi Rp 1.000 per liter untuk 18,2 jutarumah tangga sasaran (RTS). Jumlah RTS ini berkurang sejalan dengan menurunnya jumlah keluarga miskin. Sebagai perbandingan, pada tahun 2007, pemerintahmemberikan subsidi minyak goreng sebesar Rp 2.500 per liter dengan jatah dua literper RTS per bulan. Total subsidi Pemerintah untuk minyak goreng selama tahun 2007sebesar Rp Rp 325 miliar. Alokasi anggaran subsidi minyak goreng pada tahun 2008sebesar Rp 500 miliar, namun hanya terserap separuhnya.
Kedelai Impor dan Lokal
Pada awal tahun 2008 terjadi lonjakan yang signifikan pada harga kedelai (lihat Grafik2). Harga kedelai lokal meningkat lebih tinggi dari pada peningkatan harga kedelaiimpor. Keadaan ini dikarenakan kurangnya produksi di dalam negeri dan adanya isubiofuel yang menyebabkan meningkatnya harga kedelai di pasaran dunia. Hal ini

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->