Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Energi (Tekstil)

Manajemen Energi (Tekstil)

Ratings: (0)|Views: 477|Likes:
Published by Yuriska Andiri

More info:

Published by: Yuriska Andiri on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/04/2013

pdf

text

original

 
Oleh :Yuriska AndiriSri Diah HandayaniRenaldo Moontri
A. Pendahuluan
Kebutuhan energi saat ini sudah menjadi masalah nasional yang begitu nyata danmendesak, sehubungan dengan melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) dunia yangsangat besar dampaknya diberbagai sektor perekonomian nasional. Merespon masalah tersebut diatas Pemerintah sudah mengeluarkan Inpres No.10 tahun 2005 tentang Penghematan Energi danditindaklanjuti Permen ESDM No.0031 tahun 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan PenghematanEnergi. Juga Perpres No.5 tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Inpres No.1 tahun2006 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Bahan Bakar Nabati (BBN) atau Biofuel.Selanjutnya pemerintah telah membentuk Timnas BBN untuk menyiapkan ProgramPengembangan BBN, serta ditindaklanjuti dengan berbagai peraturan dan kebijakan lainnya. Haltersebut diperkuat dengan adanya UU No.30 tahun 2007 tentang Energi, maka sudah cukup kuatlandasan bagi kita untuk mengoptimalkan penggunaan energi dan mencari sumber energi barudan terbarukan sehingga bisa memberikan solusi terhadap permasalahan krisis energi nasional.Meningkatnya harga energi yang sangat melambung saat ini dan meningkatnyakepedulian masyarakat tentang dampak lingkungan dari penggunaan energi serta liberalisasisektor industri energi mengakibatkan semakin pentingnya pemahaman manajemen energi dankonservasi energi dalam rangka mengantisipasi perkembangan teknologi yang pesat dan sumberenergi yang semakin terbatas. Untuk itulah perlu adanya suatu riset dan analisis lebih jauh untuk menginventarisasi berbagai permasalahan, memetakan semua potensi yang ada, menghitungadanya peluang dan resiko investasi, serta memberikan solusi multiperspektif dan multidimensi,agar permasalahan krisis energi bisa kita atasi bersama.
B. Manajemen Energi
Manajemen berasal dari kata "to manage" yang berarti mengatur, mengurus ataumengelola. Banyak definisi yang telah diberikan oleh para ahli terhadap istilah manajemen ini.
 
Namun dari sekian banyak definisi tersebut ada satu yang kiranya dapat dijadikan pegangandalam memahami manajemen tersebut, yaitu : Manajemen adalah suatu proses yang terdiri darirangkaian kegiatan, seperti perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian/ pengawasan, yang dilakukan untuk menetukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkanmelalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya. Dalam penulisan ini jugaterdapat pembahasan menegenai manajemen energi. Sedangkan Manajemen Energi itumerupakan rangkuman dari tindakan yang direncanakan dan dilakukan untuk mencapai tujuanmenggunakan energi seminimum mungkin sementara tingkat kenyamanan (di kantor atau rumah)dantingkat produksi (di pabrik) tetap dapat terpelihara.(www.energyoffice.org) Manajemenenergidapat digambarkan sebagai alat yang membantu perusahaan untuk mengontrol, mengelola dan meningkatkanenergiyang digunakan. Melaluimanajemenenergi yang baik, perusahaan dapat memastikan bahwa ia memiliki pengetahuan tentang bagaimanaenergiyang digunakan dan menciptakan sebuahsistemyang terus menerus mendeteksi dan mengimplementasikan tindakan yang bertujuanmengurangipenggunaanenergidan biayaenergi.  Sebuah standar untuk manajemenenergi,SS 627750, telah berlaku di Swedia sejak tahun 2003. Seperti dengan standar untuk sistemmanajemenlingkungan,misalnya ISO 14001, standar untuk sistemmanajemenenergimengandaikan bahwa perusahaan merumuskan sebuah kebijakanenergi.Perusahaan juga harus mengidentifikasi bagaimana dan di mana menggunakanenergi, pem-lish target dan rencana aksi yang bertujuan mengurangi energimenggunakan,membuatstruktur organisasi untuk mengelola energi-pemerintah, memantau danmenggunakan mengukur energi, serta pengendalian operasinya dengan cara lain.Dasaruntuk sistem manajemen perusahaan energi adalah pemetaan dananalisis(sering
disebut “energi
) dari energi yang digunakan. Perusahaan juga harus mengidentifikasi
aspek energi yang secara signifikan dapat mempengaruhi penggunaan energi. Tujuannya adalahuntuk menemukan aspek-aspek tersebut antara lain :
 
Lebih efisien penggunaan energy
 
Peningkatan pangsa energi terbaru
 
Sebuah peningkatan pertukaran energi sekitarnya (misalnyalimbahpanas pasokandari perusahaan-perusahaanindustriuntuk jaringan
„c).
 
 
Dalam kerangka sistem manajemen energi, perusahaan harus terus menerus berusahauntuk menemukan langkah-langkah yang dapat meningkatkankinerjaenergi
 
Dalam satu dari tiga cara yang disebutkan di atas. Perusahaan dapat memilihuntuk memungkinkan pihak independen, lembagasertifikasi,untuk audit sistemmanajemen energi. Jika perusahaan memenuhi persyaratan standar, lembaga sertifikasimasalah sertifikat.Manajemen energi bagi sebuah perusahaan setidaknya akan mendatangkan duabuah keuntungan, yakni keuntungan finansial dan keuntungan lingkungan. Manajemenenergi dapat membantu terwujudnya short-term survival suatu perusahaan pada saatharga energi mahal ataupun saat energi tidak tersedia karena perusahaan utilitas tidak mampu memenuhi permintaan (pemadaman bergilir). Selain itu, manajemen energi jugadapat membantu terwujudnya long-term success karena perusahaan dapat bersaingdengan baik dengan memberikan penawaran terbaik pada harga yang relatif murah. Sisilain dari penerapan manajemen energi ini adalah menonjolkan peran perusahaanmembantu memerangi global warming, polusi, serta hujan asam (diurut berdasarkankepopuleran saat ini). Dengan mengkonsumsi lebih sedikit energi berarti mengurangipolusi termal dan penggunaan air pendingin, yang intinya dapat membantu meningkatkankualitas lingkungan.Untuk mensukseskan suatu program manajemen energi, top executive harusmewujudkan niat baik dan dukungannya bagi program ini. Prinsip TQM (Total QualityManagement) yang berprinsipkan pada kewenangan front-line employees untuk melakukan perubahan dan membuat keputusan pada tingkat operasi dasar, harusmengikutsertakan energy cost control didalamnya. Bagi top executive yang masih ragu,berikut terdapat gambaran kasar bagi pihak manajemen mengenai besaran reduksi biayaenergi adalah sebagai berikut :1.
 
Kegiatan manajemen energi dengan aktifitas yang menggunakan biaya rendahselama 1 sampai 2 tahun, akan menghasilkan reduksi sebesar 5% s/d 15%.2.
 
Kegiatan dengan biaya sedang dan usaha yang tekun selama 3 sampai 5 tahun, akanmengkasilkan reduksi sebesar 15% s/d 30%.3.
 
Kegiatan jangka panjang dengan biaya tinggi dan perencanaan yang baik akanmenghasilkan reduksi sebesar 30% s/d 50%.Seringkali kegiatan manajemen energi dianggap mengalami kebuntuan setelahdicapai pengurangan biaya energi sebesar 15%-20%. Hal ini membawa dua buah dampak 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->