Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB 7 Pelaporan Supervisi [Nur Aedi]

BAB 7 Pelaporan Supervisi [Nur Aedi]

Ratings: (0)|Views: 163|Likes:
Published by nasiruddin_abbas

More info:

Published by: nasiruddin_abbas on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/29/2013

pdf

text

original

 
 
KompetensiManajerial02-B4Pengawas SekolahPendidikanMenengah
 
PELAPORAN DALAM SUPERVISI
DIREKTORAT TENAGA KEPENDIDIKANDIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTUPENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN2008
 
 
Daftar IsiHalaman
Kata Pengantar iDaftar Isi iiA. Dasar Pemikiran Pelaporan dalam Supervisi Pendidikan 1B. Tujuan Pelaporan Supervisi Pendidikan 3C. Manfaat Pelaporan Supervisi Pendidikan 6D. Metode yang Dipergunakan dalam Supervisi Pendidikan 9E. Alokasi Waktu dan Sasaran Pelaporan 12F. Ruang Lingkup Pelaporan 13G. Instrumen yang Dipergunakan 18H. Teknik Analisis Data 23I. Temuan Kasus yang Berkembang Di Lapangan 29J. Studi Kasus 40K. Pertanyaan Kasus 41L. Daftar Pustaka 41
 
 
A.
 
Dasar Pemikiran Pelaporan dalam Supervisi Pendidikan
Kegiatan supervisi pendidikan oleh pengawas satuan pendidikanmemiliki beberapa tahapan besar, yakni (1) tahap perencanaan, (2) tahappelaksanaan, dan (3) tahap pelaporan dan sekaligus tahap penilaian. Tahapan-tahapan tersebut merupakan kerangka acuan bagi kinerja pengawaspendidikan, sebab jika dalam tahapan tersebut ada salah satu yang terabaikan,maka akan berdampak pada kegiatan-kegiatan lainnya, sehingga padagilirannya standar minimum yang tertuang dalam permen no 12 tahun 2006pun akan terabaikan.Sebut saja perencanaan. Hal ini memang sesuatu yang dianggap sangatmendasar. Sebab jika pelaksanaan tanpa diawali dengan perencanaan yangmatang, maka besar kemungkinan pelaksanaannya akan mengalami hambatanyang sangat bebarti, terutama akan kesulitan dalam mengukur keberhasilanyang ditetapkan dan kesesuaian dengan standar yang berlaku.Demikian halnya dengan perencanaan yang dilakukan tanpa melaluikinerja kongkrit, tentu hal ini merupakan awang-awang belaka. Dengan katalain bila perencanaan tidak dilaksanakan, maka hal tersebut merupakankebohongan besar. Sehingga pada gilirannya apa yang diharapkan tidak akanmenghasilkan apa-apa. Sebab sekecil apapun pekerjaan yang dilakukan, akanlebih baik jika direncanakan terlebih dahulu.Hal lain yang terkait dengan kinerja supervisi pendidikan adalahpelaporan dan penilaian. Kegiatan ini dianggap sangat penting disampinguntuk melihat keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai, juga akanmemberikan gambaran bagi kinerja selanjutnya, baik bagi personal maupuninstitusional. Bagi personal, boleh jadi pelaporan dan penilaian merupakancambuk yang sangat berarti bagi mereka yang menerima isi laporan tersebut.Sebaliknya bagi mereka yang belum memahami atau belum bisa menerimakoreksi, maka hal tersebut dianggap sebagai sesuatu yang membuka aib ataudianggap
’kurang kerjaan’ 
.Terlepas dari kekurangan dan kelebihan yang dimiliki oleh pengawaspendidikan, dalam konteks peningkatan mutu pendidikan, pengawas

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->