Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Konseling Lintas Budaya

Pengertian Konseling Lintas Budaya

Ratings: (0)|Views: 1,893|Likes:
Published by mas_dimas
Ini salah satu paper yang saya buat untuk tugas mata kuliah KOnseling Lintas Budaya. Semoga bermanfaat
Ini salah satu paper yang saya buat untuk tugas mata kuliah KOnseling Lintas Budaya. Semoga bermanfaat

More info:

Published by: mas_dimas on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2013

pdf

text

original

 
KONSELING LINTAS BUDAYA
Para ahli dan praktisi lintas budaya memiliki perbedaaan pemahamandalam mengartikan konseling lintas budaya apakah harus menggunakanpendekatan
etik 
(universal), yang menekankan inklusivitas, komonalitas ataukeuniversalan kelompok-kelompok; atau pendekatan
emik 
(kekhususan-budaya)yang menyoroti karakteristik-karakteristik khas dari populasi-populasi spesifik dan kebutuhankebutuhan konseling khusus mereka.Namun, Fukuyama (dalam Mamat Supriyatna, 2003:4) berpandanganbahwa,
pendekatan inklusif disebut pula konseling
transcultural
yangmenggunakan pendekatan emik; dikarenakan titik anjak batang tubuh literaturnyamenjelaskan karakteristik-karakteristik, nilai-nilai, dan teknik-teknik untuk bekerja dengan populasi spesifik yang me
miliki perbedaan budaya dominan”.
 Tampaknya konsep konseling lintas budaya yang melingkupi duapendekatan tersebut dapat dipadukan sebagai berikut:Konseling lintas budaya adalah pelbagai hubungan konseling yangmelibatkan para peserta yang berbeda etnik atau kelompok-kelompok minoritas; atau hubungan konseling yang melibatkan konselor danklien yang secara rasial dan etnik sama, tetapi memiliki perbedaanbudaya yang dikarenakan variabel-variabel lain seperti seks, orientasiseksual, faktor sosio-ekonomik, dan usia (Atkinson, Morten, dan Sue,1989:37 dalam Mamat Supriyatna, 2003:4).Dedi Supriadi (2001:6) mengajukan alternatif untuk keefektifan konseling,setelah mengemukakan definisi konseling lintas budaya yaitu:konseling lintas budaya melibatkan konselor dan klien yang berasaldari latar belakang budaya yang berbeda, dan karena itu proseskonseling sangat rawan oleh terjadinya bias-bias budaya pada pihak konselor yang mengakibatkan konseling tidak berjalan efektif. Agarberjalan efektif, maka konselor dituntut untuk memiliki kepekaanbudaya dan melepaskan diri dari bias-bias budaya, mengerti dan dapatmengapresiasi diversitas budaya, dan memiliki keterampilan-keterampilan yang responsif secara kultural. Dengan demikian, makakonseling dipandang sebagai perjumpaan budaya
(cultural encounter)
 antara konselor dan klien.
 
 
DAFTAR PUSTAKA
Supriadi, D. 2001.
Konseling Lintas-Budaya: Isu-isu dan Relevansinya di Indonesia
. (Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar). Bandung:Universitas Pendidikan Indonesia
.
 Supriatna, Mamat. 2003.
Strategi Bimbingan dan Konseling BerwawasanKebangsaan Untuk Mengembangkan Sumberdaya Manusia Bermutu Dalam Masyarakat Yang Majemuk 
.
 
(Kertas Kerja). Bandung:Konvensi Nasional XIII Bimbingan dan Konseling, Asosiasi
 
Bimbingan dan Konseling Indonesia.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
adambitor1713 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->