Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Basics of Pivot Points

Basics of Pivot Points

Ratings: (0)|Views: 8 |Likes:
Published by Khalid Zalsabil

More info:

Published by: Khalid Zalsabil on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

 
Basics Of Pivot Points
Dalam trading tentunya akan sangat menyenangkan kalau kita memiliki peta yang dapat memberikangambaran dimana suatu posisi suatu lever harga secara relatif terhadap kondisi pasar dan kemana
 
saja kemungkinan pergerakan-pergerakan mata uang berdasarkan kondisi pasar tersebut. Peta
 
semacam ini akan sangat membantu kita dalam memutuskan transaksi apa saja yang bisa diambil
 
untuk memperoleh keuntungan.
 
Pivot point adalah teknik yang dikembangkan oleh para pialang saham di lantai bursa, yang dapat
 
membantu kita melihat dimana letak suatu level harga secara relatif terhadap situasi dan dinamikapasar yang terjadi sebelumnya.
 
Sesuai dengan arti katanya, pivot point berarti titik atau batas dimana suatu pergerakan harga akan
 
berbalik arah. Dalam forex, pivot point adalah level dimana sentimen pasar berubah dari 'bullish'(naik) menjadi 'bearish' (turun) atau sebaliknya. Pivot point bersifat seperti support atau resistance,
 
harga yang bergerak mendekati titik ini akan mendapat perlawanan dan akan berbalik arah. Tetapi jika harga berhasil menembus dan bergerak melewati titik ini, pergerakan itu akan berlanjut terus
 
hingga mencapai pivot point berikutnya.
 
Para trader profesional seringkali menggunakan pivot point ini untuk mengidentifikasi level-level
 
support dan resistance yang penting. Secara sederhana dapat dikatakan, pivot point dengan semualevel-level support dan resistance-nya adalah wilayah dimana arah pergerakan mata uang memili
 
kemungkinan untuk berubah.Pivot point terutama sangat bermanfaat bagi para trader harian yang sering memanfaatkan gerakan-gerakan kecil yang terjadi di pasar untuk meraih keuntungan. Pada kondisi pasar 'range-bound' pivot
 
point digunakan untuk memperkirakan batas atas da batas bawah gerakan mata uang, sedangkan
 
pada pasar yang trending pivot point digunakan untuk memperkirakan level dimana harga akan
 
bergerak lepas (breakout).
 
Ini contoh pivot point dari chart 1 jam pada mata EUR/USD:
 
Menghitung Pivot Point
 
Pivot point dan level-level resistance serta support-nya dihitung dengan menggunakan harga-harga
 
pembukaan, tertinggi, terrendah, dan penutupan dari sesi trading sebelumnya. Karena pasar forex
 
aktif terus-menerus selama 24 jam, trader menggunakan patokan penutupan pasar New York (21.00
 
GMT) sebagai patokan waktu penutupan bursa mata-uang.Pivot point dihitung dengan rumus sebagai berikut:Pivot point = (High + Low + Close) / 3Sedangkan level support dan resistance dihitung sebagai berikut:
 
Support pertama (S1) = (2*PP) - High
 
Resistance pertama (R1) = (2*PP) - Low
 
Support kedua (S2) = PP - (high - Low)
 
Resistance kedua (R2) = PP + High - Low)Pada umumnya anda tidak perlu repot-repot menghitung ini, software chart yang disediakan oleh
 
broker biasanya memiliki fasilitas untuk menghitung pivot point ini.Ada banyak software malah memberikan tidak hanya ke-5 titik tersebut tapi lebih jauh lagi
 
menambahkannya dengan support dan resistance ketiga (S3 & R3). Memang titik-titk tambahan itu
 
sudah tidak signifikan seperti kelima titik yang utama, tapi tidak salah juga kalau diikutkan sebagai
 
pelengkap.
Trading Menggunakan Pivot Point
 
Pivot point adalah daerah harus mendapat perhatian saat melakukan analisa pasar karena pivot point
 
ini adalah level support atau resistance yang paling signifikan. banyak trader berpengalaman
 
menunggu di level ini untuk melakukan transaksi.
 
 Pada saat harga bergerak mendekati pivot point banyak trader yang mulai masuk pasar untukmengambil posisi, beli ataupun jual, dan menetapkan target keuntungan (take profit) serta batas
 
kerugian (stop loss). Secara umum jika harga berada di atas pivot, maka pasar dianggap bullish
 
(naik). Sebaliknya jika harga berada di bawah pivot, pasar dikatakan bearish (turun).Apabila harga tertahan di bawah pivot point (PP) dan ditutup pada level tersebut, hal itu merupakanalasan yang cukup baik untuk mengambil posisi ;jual' dengan stop-loss beberapa point di atas PP dan
 
target profit di sekitar S1.Akan tetapi jika harga bergerak turun terus dan menembus S1, dari pada menutup transaksi anda
 
dapat memindahkan 'stop-loss' beberapa point di atas S1 dan meletakkan target profit berikutnyapada S2. Biasanya S2 adalah level terrendah dari pergerakan mata uang harian dan menutup
 
transaksi pada level ini adlah langkah yang bijaksana.Hal yang sebaliknya terjadi apabila harga berada di atas pivot point dan ditutup pada level itu. Anda
 
bisa mengambil posisi beli dengan stop-loss di bawah pivot point dan target profit beberapa point dibawah R1. Tapi apabila harga naik dengan kuat dan menembus R1, stop-loss bisa dinaikkan dan
 
ditempatkan di bawah R1 sementara itu target profit bergeser ke level R2.Kekuatan dari support dan resistance pada berbagai pivot level ditentukan oleh berapa kali suatu
 
harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah.Semakin sering harga mencapai level itu dan kemudian berbalik arah maka semakin kuat pivot leveltersebut.Jika pergerakan harga bergerak naik mendekati resistance, anda bisa mengamati kapan harga akan
 
berbalik arah turun. Saat harga bergerak turun anda bisa mengambil posisi jual dengan stop-loss ada
 
di atas resistance. Tapi adakalanya gerakan naik ini cukup kuat dan resistance dapat tertembussehingga stop-loss anda terkena. Ini adalah resiko dalam forex. Tapi apabila gerakan itu anda
 
percaya begitu kuat, anda bisa mengambil posisi beli saat harga menembus resistance. Pada kondisiini resistance berubah menjadi support sehingga anda bisa memasang stop-loss di bawah level
 
support yang baru (yaitu yang sebelumnya adalah resistance). Dengan cara ini kerugian yang andaalami pada transaksi awal dapat tertutupi keuntungan yang anda raih pada transaksi kedua.Hal yang serupa bisa anda lakukan jika harga bergerak turun mendekati support. Saat harga mulai
 
berbalik arah dan bergerak naik anda dapat melakukan transaksi beli dengan stop loss di bawahgaris support.
Pivot Points dan Kondisi Trading Sesungguhnya
 Pivot point seringkali berhasil karena ada banyak trader yang juga percaya pada teori ini danmenetapkan pivot point pada level yang kurang lebih sama. Sehingga saat harga bergerak mendekati
 
level ini ada banyak trader yang mengambil reaksi yang serupa sehingga harga cenderung berbalikarah.Tapi bagaimanapun ada banyak kasus dimana pivot point tidak berhasil sama sekali. Biasanya initerjadi saat ada data atau berita fundamental yang membuat harga cenderung bergerak dengan trendyang kuat dan para trader banyak yang mengabaikan segala bentuk resistance dan support.Oleh karena itu apapun kondisinya tidak ada strategi yang lebih baik dari pada ini: ikuti trend yang
 
terjadi di pasar. Jadi apabila kondisi pasar normal dan harga bergerak dalam batasan support danresistance, lakukan transaksi dengan mengikuti pola itu. Demikian juga jika terjadi trend yang kuat
 
dan harga bergerak ke satu arah, lupakan soal support dan resistance, ikuti saja trend.
Tips Penggunaan Pivot Point
 
Penggunaan pivot point dalam forex cukup luas dan teorinya banyak berhasil karena banyak traderdan investor yang menggunakannya. Tapi dalam prakteknya ada cukup banyak varian dalam

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->