Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cara Menentukan Awal Ramadhan

Cara Menentukan Awal Ramadhan

Ratings: (0)|Views: 13|Likes:
Published by Denny Febrian

More info:

Published by: Denny Febrian on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/01/2013

pdf

text

original

 
by 
 » Sat Aug 07, 2010 5:00 am
Hilal
yaitu bulan baru atau Bulan sabit yang waktunya ditentukan ALLAH 12 kali dalam satutahun, dinyatakan dalam Ayat 10/5 dan 9/36. Itulah yang harus dijadikan
 dasar penanggalan
.
Perlu dicatat bahwa Bulan mengorbit keliling Bumi sejauh 331˚ 15’, selama 29 hari 12 jam44,04 menit. Dia bergerak dalam satu hari sejauh 11˚ 12’. Jadi keliling 360˚
-
331˚ 15’ = 28˚45’ kalau dikalikan 12 bulan Qamariah maka satu tahun Islam adalah
 354 hari 8 jam 48 menit dan 36 detik
atau
345 derajat
t gerak edar Bumi keliling Surya.
Ramadhan
adalah bulan kesembilan setiap tahun Qamariah. Selama siang hari pada bulanitu, lelaki dan perempuan diwajibkan berpuasa yaitu menekan kehendak perut dan kehendak syahwat disamping melakukan ketentuan hukum lainnya dalam Islam. Gunanya tidak lainagar manusia beroleh keinsyafan sejalan dengan tuntunan hidup dalam Alquran yangditurunkan dulunya juga pada bulan itu. Hal demikian menjadi salah satu unsur kenapa orangdianjurkan memakai penanggalan Lunar Year, termuat pada Ayat 9/36 dan 9/37, dan dilarangmemakai penanggalan Solar Year yaitu pergantian musim yang dari abad ke abad selaluberkurang waktunya.Secara umum, penanggalan Qamariah dapat diketahui
 berlangsung permanen di seluruh zaman
atas perhitungan orbit Bulan keliling Bumi dengan kecepatan tanpa perubahan,dimulai dari waktu berlakunya sesuatu gerhana Surya total ataupun separuhnya. Untuk itutelah kita susun suatu kalender dimulai dari Tahun 1351 sampai dengan Tahun 1450. Itulah
yang dimaksud ALLAH pada Ayat 2/185 “
siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu,hendaklak mempuasakannya,
” dan sebelumnya hendaklah menyampaikan kepada masyarakat
tentang ibadah itu. Jadi, bukanlah orang yang mengetahui awal bulan itu Ramadhan agarserentak bersama-sama melakukan ibadah itu. Jadi, bukanlah orang yang mengetahui awalbulan itu harus berpuasa sendiri sambil membiarkan orang lain saling bertanya ataumenunggu terbitnya Hilal bulan Ramadhan secara nyata di angkasa. Sikap begini tidak tepatbagi orang-orang beriman yang hidup dalam masyarakat Islam termuat pada awal Ayat 2/185itu sendiri.Tetapi semenjak lama sudah menjadi tradisi pada sementara masyarakat Islam bahwa merekamemahami maksud Ayat Suci tadi dengan melihat Hilal Ramadhan di ufuk barat sewaktuSurya hendak atau sudah terbenam, bahkan ada yang membentuk badan dan jawatan resmiuntuk keperluan itu dengan ongkos besar dan usaha susah payah. Mungkin mereka tidak memiliki bahan perhitungan cukup untuk suatu susunan kalender Qamariah jangka panjang,maka dalam hal ini wajarlah mereka memakai Rukyah atau melihat Hilal Bulan di ufuk barat.Dan memang pada Ayat 2/184 dinyatakan puasa itu pada hari-hari berbilang yaitu bukanselama jumlah hari yang tegas ditentukan. Semenjak zaman Nabi Muhammad pernahkejadian bahwa Ramadhan ada kalanya 30 hari dan ada kalanya 29 hari, sedangkan 11 bulanlainnya mempunyai jumlah hari yang tetap dari tahun ke tahun.Sebaliknya mungkin pula mereka salah tanggap tentang beberapa istilah hingga juga
 
menimbulkan salah terjemah dan salah pasang. Kalimat asli pada Ayat 2/185 diantaranya
 berbunyi “
FAMAN SYAHIDA MINKUMUSY SYAHRA FAL YASHUMHU
”, hingga
mengandung ketentuan ilmiah tentang perhitungan penanggalan Qamariah, tetapi adaterjemahan Alquran di akhir abad 14 Hijriah memberikan arti lain, di bawah ini kita kutipkandan membandingkan dengan terjemahan wajar:
Terjemahan keliru:
 
2/185. ………………………………………………
 
Barang siapa di antara kamu menjalani bulan itu hendaklah berpuasa selama itu…..
2/185
. ……………………………………………
 Barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu,hendaklah dia berpuasa pada bulan itu.
Terjemahan wajar:
 
2/185. ... ................Siapa yang membuktikan dari kamu bulan itu, hendaklah mempuasakannya.
 Walaupun pada ketiga terjemahan itu terdapat perbedaan yang banyak, namun yangdiperbincangkan di sini hanyalah mengenai terjemahan istilah
SYAHIDA
dan
SYAHRA
.Kedua macam istilah itu banyak ditemui dalam Alquran,
SYAHIDA
tercantum pada Ayat2/185, 3/18, 3/86, 4/15, 6/19, 6/130, 6/150, 7/37, 12/26, 12/81, 21/61, 24/2, 24/8, 24/24,
27/32, 41/20, 43/19, 43/86, 46/10, 59/11, dan 65/2. Semuanya berarti “
 membuktikan
” dantidak satu juga yang diartikan dengan “
 menjalani
” atau “
 hadir
”. Bagaimana pula cara
menterjemahkan dua kalimat syahadah jika SYAHIDA diartikan dengan itu hingga berupa
“Aku menjalani (hadir) bahwa tiada Tuhan selain ALLAH.” Jadi SYAHIDA haruslah
diartikan dengan MEMBUKTIKAN yaitu pengakuan ilmiah bahwa Tuhan hanya ALLAHdan Muhammad Rasul-NYA sekali pun tidak pernah melihatnya.Sejauh ini kita belum sampai pada sasaran tentang sebab-musabab adanya masyarakat yangmelihat Hilal Ramadhan agar besoknya mulai berpuasa wajib. Mungkin ada orang yang
memahami Ayat 2/185 tadi dengan “
Siapa yang melihat dari kamu Bulan itu hendaklahmempuasakannya.
” Hal ini pun bersalahan dengan maksud Ayat Suci sebenarnya, karena
yang dapat dilihat ialah
MOON
atau
BULAN
yang mengorbit di angkasa, dalam Alqurandisebut dengan
QAMAR
, sedangkan yang tercantum pada Ayat 2/185 ialah istilah SYAHRA
 berarti “
bulan
” penanggalan yang tidak dapat dilihat dengan mata karena dia hanyalah nama
dari sejumlah hari berkelompok jadi satu bagian dari duabelas bagian lainnya dalam setahun.Istilah
SYAHRU
dapat dibaca pada Ayat 2/185, 4/92, 9/36, 34/12, dan 46/15.
Jadi
,
 yang dimaksud pada Ayat 2/185 bukanlah melihat Bulan atau Hilalnya di ufuk baratwaktu maghrib, tetapi mengetahui bulan penanggalan Ramadhan dan dapat membuktikan dengan perhitungannya,langsung menyatakan kepada masyarakat melalui berbagai media, lalu memulai ibadah puasa Ramadhan pada hari tanggal pertama dari bulan itu.
 
Buka juga Artikel di bawah (mengenai Kalender Islam
 
yang Benar) :
Posts:
10
Joined:
Wed Aug 01, 2007 9:32 amTop 
by 
 » Sat Aug 07, 2010 5:09 am
Kelemahan bagi pelaksana Rukyah Hilal antara lain ialah sebagai berikut:
 1. Berbagai catatan memberikan data bahwa pada waktu permulaan bulan Qamariah atausetiaptanggal pertamanya, posisi bulan Qamariah atau setiap tanggal pertamanya, posisi Bulanselalu berdekatan dengan Surya. Jika waktu itu berlaku gerhana Surya, maka gerhana ituberlangsung selama 6 jam, sementara Ijtimak atau gerhana penuh hanyalah selama 7 menit,danBulan bergerak terus tampak di angkasa dalam 1 hari atau 24 jam sejauh 11º 12' dari orbitnyakeliling Bumi.Sekiranya ijtimak Bulan dan Surya berlaku hari Rabu pada jam antara 18.00 sampai 06.00besoknya atau selama 12 jam malam itu menurut Standard Tme di Jawa, maka sesudahijtimak tersebut harus dicatat tanggal 1 bulan baru. Dan semisalnya hari itu awal Ramadhan, tentulahwajib puasa harus terlaksana, tetapi Rukyah Hilal tidak kelihatan hingga penduduk-penduduk Jawa tidak berpuasa pada hari Kamis tanggal 1 Ramadhan itu.2. Sesuai dengan hukum alam yang berlaku bahwa daerah yang tepat ditantang Suryaberudara panasdan mungkin berdebu, karenanya angkasa barat sewaktu maghrib tampak berkabut yangmenghalangi pandangan untuk membuktikan adanya Hilal Bulan bagi penanggalan bulanbaru.Demikian pula untuk menentukan hari pertama bulan Ramadhan berdasarkan Rukyah Hilalyangtentunya sangat tipis halus, setipis kertas kuning. Sia-sialah mereka yang benar-benarhendak melihat Hilal tersebut untuk ibadah puasa Ramadhan besoknya.3. Angkasa yang dekat sekali pada keliling bulatan Surya dinamakan orang dengan Coronayangdalam Alquran disebut Zamharir pada Ayat 76/13, keduanya, baik bulatan Surya maupunCoronaitu menyilaukan mata kalau kebetulan dapat dilihat sewaktu cuaca baik. Jadi Hilal pada awalmalam tanggal pertama Ramadhan begitu pun bulan lainnya tentu saja tidak mungkin dilihat

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->