Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Psikologi Sosial - Agresi

Makalah Psikologi Sosial - Agresi

Ratings: (0)|Views: 1,021 |Likes:
Published by bedull99

More info:

Published by: bedull99 on Jun 26, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2013

pdf

text

original

 
PERILAKU AGRESIA.
 
Pengertian Agresi
Tayangan di televisi sering kali mempengaruhi perilaku kita sehari-hari. Menurut Estydan Fisch (Santrock, 1995: 276) televisi dapat memberikan dampak yang negatif terhadapperkembangan anak-anak dengan menjauhkan mereka dari pekerjaan rumah, menjadikanmereka pelajar yang pasif, mengajarkan mereka berbagai
stereotype
, memberi merekamodel-model yang penuh kekerasan, memberi mereka pandangan-pandangan yang tidak realistis tentang dunia, dan lain-lain.Fenomena ini menjadikan televisi seakan-akan sebagai guru yang sangat efektif karena intensitasnya yang sangat tinggi. Berbagai perilaku seakan-akan diajarkan olehtelevisi dalam kehidupan kita dan kita serap sebagai pelajaran yang sangat berharga,termasuk permasalahan agresifitas. Contohnya saja beberapa waktu yang lalu, masyarakatkita geger akan adanya fenomena
smackdown
yang telah memakan korban. Dan yanglebih miris lagi, ternyata pelakuknya hanyalah seorang anak kecil. Hal ini tentu sajamembutuhkan penanganan yang serius dan segera.Agresi berasal dari kata
‘’aggredi’’ 
,
‘ad grad’ 
(bahasa Latin
‘’gradus’’ 
berarti
„‟langkah‟‟
dan
‘ad’ 
berarti
„‟ke depan‟‟
. Agresi dalam bahasa inggris
‘’to
 
aggres’’ 
adalahkata kerja intransitif. Adapun makna kata agresif tidak dapat dipisahkan dari agresi, yang
dapat didefinisikan „‟bergerak ke depan ke arah tujuan tanpa perasaan segan, ragu at
autakut (Intan Nuraini, 2002: 42).Menurut Robert Baron (Koeswara, 1988: 5) agresi adalah tingkah laku individu yangditujukan untuk melukai atau mencelakakan individu lain yang tidak menginginkandatangnya tingkah laku tersebut. Sedangkan menurut Elliot dan Aronson (Koeswara,1988: 5) agresi adalah tingkah laku yang dijalankan oleh individu lain dengan ataupuntanpa tujuan tertentu. Adapun pengertian agresi menurut Baron dan Richardson (Baron,2005: 136) adalah siksaan yang diarahkan secara sengaja dari berbagai bentuk kekerasanterhadap yang lain. Agresi merupakan perilaku yang dimaksudkan menyakiti orang lain,baik secara fisik maupun psikis (Baron & Byrne, 1994; Brehm & Kassin, 1993; Brigham,1991). Dalam hal ini, jika menyakiti orang lain karena unsur ketidaksengajaan, makaperilaku tersebut bukan dikategorikan perilaku agresi. Rasa sakit akibat tindakan medismisalnya, walaupun sengaja dilakukan bukan termasuk agresi. Sebaliknya, niat menyakitiorang lain tetapi tidak berhasil, hal ini dapat dikatakan sebagai perilaku agresi.
 
 Leonard Berkowitz (Koeswara, 1988: 5) membedakan agresi menjadi dua macam, yaitu:a.
 
Agresi Instrumental
(Instrumental Aggression)
 Agresi yang dilakukan oleh organisme atau individu sebagai alat atau cara untuk mencapai tujuan tertentub.
 
Agresi Impulsif 
(Impulsive Aggression)
 Agresi yang dilakukan semata-semata sebagai pelampiasan keinginan untuk melukai atau menyakiti, atau agresi tanpa tujuan selain untuk menimbulkan efek kerusakan, kesakitan, atau kematian pada sasaran atau korban.Perbedaan kedua jenis agresi ini terletak pada tujuan yang mendasarinya. Jenis pertamasemata- mata untuk melampiaskan emosi, sedangkan agresi jenis kedua dilakukan untuk mencapai tujuan lain.Perilaku agresi bisa berupa verbal dan fisik, aktif dan pasif, langsung dan tidak langsung.Perbedaan antara verbal dan fisik adalah antara menyakiti secara fisik dan menyerang dengankata-kata; aktif atau pasif membedakan antara tindakan yang terlihat dengan kegagalan dalambertindak; perilaku agresi langsung berarti melakukan kontak langsung dengan korban yangdiserang, sedangkan perilaku agresi tidak langsung dilakukan tanpa adanya kontak 
 
langsungdengan korban.
B. Faktor Penyebab Agresi
Banyak teori agresi yang mengatakan sebab utama yang menyebabkan munculnyaperilaku agresi adalah frustrasi (Hanurawan,2005). Dijelaskan di sini, perilaku agresif munculkarena terhalangnya seseorang dalam mencapai tujuan, kebutuhan, keinginan, pengharapanatau tindakan tertentu.Watson, Kulik dan Brown ( dalam Soedardjo dan Helmi,1998) lebih jauh menyatakanbahwa frustrasi yang muncul disebabkan adanya faktor dari luar yang begitu kuat menekansehingga muncul perilaku agresi. Bandura (dalam Baron dan Byrne. 1994) menyatakanbahwa perilaku agresi merupakan hasil dari proses belajar sosial melalui pengamatanterhadap dunia sosial.Media, baik cetak maupun elektronika tidak kalah penting dalam mendukungterbentuknya perilaku Agresi. Media yang menyuguhkan adegan kekerasan seperti Smack Down, UFC atau sejenisnya. Tayangan ini akan menimbulkan rangsangan dan
 
memungkinkan inidvidu yang melihatnya, terlebih mereka yang berusia muda, meniru modelkekerasan seperti itu.Situasi yang setiap hari menampilkan kekerasan yang beraneka ragam sedikit demisedikit akan memberikan penguatan bahwa hal itu merupakan hal yang menyenangkan atauhal yang biasa dilakukan ( Davidof,1991). Dengan menyaksikan adegan kekerasan tersebutterjadilah proses belajar dari model yang melakukan kekerasan sehingga akan memunculkanperilaku agresi. Bila perilaku seseorang membuat orang lain marah dan kemarahan itumempunyai intensitas yang tinggi, maka hal itu merupakan bibit munculnya tidak hanyaperilaku agresi pada dirinya namun juga perilaku agresi orang lain.Ada penularan perilaku ( Fisher dalam Sarlito,1992 ) yang disebabkan seringnyaseseorang melihat tayangan perilaku agresi melalui televisi atau membaca surat kabar yangmemuat hasil perilaku agresi, seperti pembunuhan, tawuran masal, dan penganiayaan.Zainun Mu'tadin, SPsi., MSi dalamhttp://www.e-psikologi.com/remaja/100602.html menyebutkan beberapa faktor penyebab perilaku agresi, sebagai berikut:1. AmarahMarah merupakan emosi yang memiliki ciri-ciri aktifitas sistem saraf parasimpatik yangtinggi dan adanya perasaan tidak suka yang sangat kuat yang biasanya disebabkan adanyakesalahan, yang mungkin nyata-nyata salah atau mungkin juga tidak (Davidoff, Psikologisuatu pengantar 1991). Pada saat marah ada perasaan ingin menyerang, meninju,menghancurkan atau melempar sesuatu dan biasanya timbul pikiran yang kejam. Bila hal-haltersebut disalurkan maka terjadilah perilaku agresi.Jadi tidak dapat dipungkiri bahwa pada kenyataannya agresi adalah suatu responterhadap marah. Kekecewaan, sakit fisik, penghinaan, atau ancaman sering memancingamarah dan akhirnya memancing agresi. Ejekan, hinaan dan ancaman merupakan pancinganyang jitu terhadap amarah yang akan mengarah pada agresi. Anak-anak di kota seringkalisaling mengejek pada saat bermain, begitu juga dengan remaja biasanya mereka mulai salingmengejek dengan ringan sebagai bahan tertawaan, kemudian yang diejek ikut membalasejekan tersebut, lama kelamaan ejekan yang dilakukan semakin panjang dan terus-menerusdengan intensitas ketegangan yang semakin tinggi bahkan seringkali disertai kata-kata kotordan cabul. Ejekan ini semakin lama-semakin seru karena rekan-rekan yang menjadi penonton juga ikut-ikutan memanasi situasi. Pada akhirnya bila salah satu tidak dapat menahanamarahnya maka ia mulai berupaya menyerang lawannya. Dia berusaha meraih apa sajauntuk melukai lawannya. Dengan demikian berarti isyarat tindak kekerasan mulai terjadi.Bahkan pada akhirnya penontonpun tidak jarang ikut-ikutan terlibat dalam perkelahian.

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Fifi Limantoro liked this
Fita Pratama liked this
Alfi Adli liked this
bedull99 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->