Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
17Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah KBK

makalah KBK

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 2,741 |Likes:
lebih lanjut ttg KBK? nih tak kasih sedikit...
lebih lanjut ttg KBK? nih tak kasih sedikit...

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: jimy oktolongere andin on Jan 07, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

 
 
1
Menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi tanpaMerombak Kurikulum Berbasis Isi
Widyawatiwidyawhd@cbn.net.id Departemen GeografiFakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan AlamUniversitas Indonesia
Abstrak
Kurikulum merupakan salah satu perangkat pendidikan yang digunakan untuk mengukur kualitas lulusan.Departemen Pendidikan Nasional, pada tahun 2000 menetapkan sebuah model Kurikulum BerbasisKompetensi, menggantikan kurikulum lama, yang dikenal sebagai Kurikulum Berbasis Isi. Perbedaan nyatadari tuntutan ke dua kurikulum inia adalah pada kemampuan lulusannya untuk memasuki dunia kerja.Pada Kurikulum Berbasis Isi, lulusan mempunyai kemampuan kuat dalam konteks keilmuannya. Sedangkanpada Kurikulum Berbasis Kompetensi, lulusan dituntut untuk dapat memenuhi kualifikasi bukan hanyapada bidang keilmuannya saja tetapi juga pada “
soft skills”
nya. Dengan keterbatasan jumlah sks yangtelah ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional, bukanlah hal mudah bagi Program Studi untukmenambah sks guna memenuhi kualifikasi
soft skills
tersebut. Karena itu maka semua mata kuliah harusmemuat
soft skills
yang menjadi persyaratan kurikulum yang telah ditetapkan oleh Program Studi.Pada setiap akhir tahun ajaran, mahasiswa harus mencapai kompetensi yang sesuai dengan kurikulum.Karena kualifikasi pada setiap akhir tahun ajaran menuntut
knowledge field 
yang mantap dengan
softskills
yang dapat diandalkan, maka semua mata kuliah harus memiliki benang merah yang sama. Untukbidang geografi, benang merah tersebut dapat berupa pemahaman dan kemampuan untuk melakukananalisis keruangan. Analisis keruangan menjadi dasar dari
knowledge field 
ilmu geografi sedangkan
softskills
nya antara lain adalah kemampuan dalam melakukan komunikasi, melakukan negosiasi,menggunakan berbagai perangkat metode dan teknologi guna memperkuat analisis, serta tentu saja sikapdan sopan santun.Susunan mata kuliah tetap dapat sama, materi utamanya juga dapat serupa. Yang berbeda adalah bentuktugasnya. Tugas yang sifatnya lintas mata kuliah menuntut kerja keras dosen untuk mempersiapkannyadan menuntut mahasiswa bekerja keras dalam menyelesaikannya. Program studi harus siap denganberbagai sarana pendukung yang memadai guna mendukung upaya dosen dan mahasiswa memenuhikemampuan
knowledge field 
nya dan meningkatkan
soft skills
nya.
A. Pendahuluan
Dalam dunia pendidikan, salah satu kunci untuk menentukan kualitas lulusan adalah kurikulumpendidikannya. Karena pentingnya maka setiap kurun waktu tertentu kurikulum selalu dievaluasi untukkemudian disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi dan kebutuhan pasar.Pada aras nasional, Departemen Pendidikan Nasional juga secara teratur melakukan evaluasiterhadap peraturan yang berkait dengan kurikulum. Pada tahun 1994, melalui Surat Keputusan MenteriPendidikan dan Kebudayaan nomor 056/U/1994 ditetapkanlah Kurikulum Nasional Berbasis Isi. Setelahberjalan beberapa tahun, perubahan yang terjadi baik di aras internasional maupun di aras nasionalmenuntut pula diubahnya kurikulum yang ada. Pada saat itu dirasakan adanya kebutuhan yang belumterpenuhi oleh SK Mendikbud tersebut. Dengan adanya perubahan kebutuhan tersebut maka MenteriPendidikan Republik Indonesia melalui Surat Keputusan nomor 232/U/2000 menetapkan Kurikulum Intidan Institusional yang berbasis kompetensi.Perubahan “model” kurikulum yang ditetapkan secara nasional harus diikuti oleh semua programstudi, dengan memperbaharui kurikulum yang selama ini telah diterapkan. Geografi, sebagai salah satuprogram studi, tentu juga harus menerapkan kurikulum baru ini. Bagaimana mensiasati kurikulum lamake dalam kemasan baru, tanpa perlu membongkar seluruh kurikulum? Untuk mensiasati perubahankurikulum itulah maka makalah ini disusun.
Pertemuan Ilmiah Tahunan IGIUniversitas Indonesia, 2006
 
 
2
B. Kurikulum Berbasis Isi/Substansi
Kurikulum berbasis isi/substansi adalah kurikulum yang menekankan pada isi dari setiap matakuliah yang mengerucut untuk memenuhi tujuan pendidikan pada Program Studi bersangkutan. Secaraumum kualifikasi luaran Perguruan Tinggi yang menggunakan Kurikulum Berbasis Isi adalah kemampuanminimal penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai sasaran kurikulum Program Studinya(Sahilah, 2006). Sebagai contoh, Program Studi Strata 1 Geografi, menetapkan lulusannya mampu untuk:1. Menerapkan analisis regional guna mengkaji serta menjelaskan gejala dan dinamika wilayahberdasarkan keterkaitan antara unsur fisik dan sosial permukaan bumi.2. Menyampaikan gagasan untuk memecahkan permasalahan dengan pendekatan keruangan yangtepat berdasarkan wawasan yang luas sesuai dengan lingkup dan jenjang keilmuannya.3. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan Geografi serta mengembangkan dan mengabdikanilmu tersebut bagi masyarakatUntuk mencapai kualifikasi sesuai dengan tujuan pendidikan, maka mata kuliah dikelompokkandalam mata kuliah wajib yang terdiri dari Mata Kuliah Umum, Mata Kuliah Dasar Keahlian dan Mata KuliahKeahlian, serta Mata Kuliah Pilihan.Kualifikasi kelulusan dicapai melalui susunan mata kuliah yang harus diikuti mahasiswa dan lulushingga mencapai 144 sks. Keterkaitan antara satu mata kuliah dengan mata kuliah lain dapat dicermatimelalui muatan yang ada dalam setiap mata kuliah, yang diwujudkan dalam satuan ancangan perkuliahan.Muara dari seluruh mata kuliah adalah pada penyusunan tugas akhir yang merupakan puncak pemahamanmahasiswa terhadap materi yang selama ini diterimanya di bangku kuliah. Tugas akhir ini merupakansintesis dari seluruh mata kuliah yang dipelajari mahasiswa.Keterkaitan mata kuliah yang satu dengan yang lain pada Kurikulum Berbasis Isi adalah padamateri kuliahnya, yang menitik beratkan pada ilmu pengetahuan (
knowledge field 
). Semakin banyakmateri yang disampaikan kepada mahasiswa, dan mahasiswa mampu menguasainya, yang dicerminkan darihasil ujian, semakin tinggilah kemampuan mahasiswa tersebut.Seringkali, dosen terjebak pada banyaknya materi yang harus disampaikan namun lalai untukmelakukan umpan balik guna mengetahui kemampuan mahasiswa untuk mengembangkan materi yangdisampaikan.Kelalaian melakukan evaluasi terhadap kemampuan mahasiswa seringkali diperkuat pula oleh egobidang ilmu. Adakalanya dosen menganggap bahwa materi kuliah yang diberikannya telah mencukupi,tanpa melihat keterkaitan dengan bidang ilmu lain. Selain itu, karena saratnya materi yang harusdisampaikan, dosen tidak memberi kesempatan mahasiswa untuk melatih kemampuannya menyampaikangagasan dan tanggapan terhadap materi kuliah yang diterimanya.Sebagai lulusan dari Kurikulum Berbasis Isi, sebagian besar lulusan memiliki
knowledge field 
yangdiharapkan memadai. Evaluasi keberhasilan pendidikan yang telah dilaksanakan dilakukan oleh PerguruanTinggi itu sendiri. Namun ketika mereka terjun ke masyarakat, dalam dunia kerja ternyata begitu banyakhal yang tidak mereka butuhkan tetapi mereka pelajari di bangku kuliah. Dan ternyata juga, begitubanyak pengetahuan dan keterampilan yang seharusnya mereka miliki, namun tidak sempat merekakembangkan selama di bangku kuliah.Menilik kesenjangan antara bangku kuliah dan dunia kerja, maka dikembangkanlah KurikulumBerbasis Kompetensi. Kurikulum ini dikembangkan dengan maksud agar lulusan mampu mengembangkandirinya di dunia kerja, sekaligus menerapkan ilmunya sesuai dengan yang diminati dan dipelajarinya.
C. Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum berbasis kompetensi dikembangkan berdasarkan empat pilar pendidikan yang berasaldari konsep Unesco. Konsep Unesco yang berbasis kebudayaan ini terdiri dari empat pilar, yakni
learningto know, learning to do, learning to be,
dan
learning to live together.
 Ada beberapa penyebab yang mendorong disusunnya konsep ini. Menurut Sahilah (2006)penyebab tersebut dikelompokkan sebagai berikut:1. Kondisi global, yang meliputi persaingan dalam mendapatkan pekerjaan, persyaratan umum ditempat kerja, perubahan orientasi dunia kerja.2. Perubahan paradigma pendidikan.Penyebab tersebut menghasilkan perubahan terhadap kompetensi lulusan. Seorang lulusan perguruantinggi tidak cukup hanya memiliki bekal ilmu pengetahuan bidang studinya saja tetapi juga berbagai
Pertemuan Ilmiah Tahunan IGIUniversitas Indonesia, 2006
 
 
3
keterampilan yang berguna dalam pekerjaannya (
soft skills
). Untuk memenuhi kompetensi tersebut,maka kurikulum pendidikannya harus diubah, termasuk proses belajar mengajarnya.Dari dua penyebab utama yang mendorong perubahan kurikulum, saya menitikberatkan padakondisi global, khususnya persyaratan umum di tempat kerja. Pada hasil
tracer study 
yang dilakukan olehDepartemen Geografi pada tahun 2005, sebagian lulusan memulai pekerjaan pertamanya pada jenispekerjaan keterampilan, yakni sebagai surveyor atau editor untuk berbagai produk pemetaan maupunberbagai laporan tertulis. Pengetahuan akan ilmunya sendiri belum menjadi tuntutan utamaVariasi bidang pekerjaan pertama yang sangat tinggi juga menunjukkan bahwa bidang ilmugeografi tidak secara signifikan menentukan diterima tidaknya para lulusan untuk bekerja. Sebagianbesar lulusan justru bekerja di bidang yang tidak mempunyai, atau sangat kecil hubungannya dengan ilmugeografi.Pendapat ini kemudian diperkuat oleh hasil survey pada para pengguna jasa lulusan. Penggunajasa alumni merupakan salah satu pemangku kepentingan yang memberikan penilaian terhadap kinerjalembaga pendidikan seperti Program Studi. Hasil survey ke para pengguna jasa alumni, dapat dibagidalam dua kelompok, yakni:1. Kelompok pengguna jasa alumni yang bidang pekerjaannya berkait dengan ilmu geografi;2. Kelompok pengguna jasa alumni yang bidang pekerjaannya tidak berkait dengan ilmugeografi.Para pengguna jasa yang berkait dengan ilmu geografi menilai bahwa wawasan dan pengetahuan lulusanDepartemen Geografi baik, tetapi kemampuan analisisnya belum baik. Sementara pengguna jasa yangtidak berkait dengan ilmu geografi menitikberatkan penilaian pada kemampuan mengambil inisiatif danketerampilan dalam bekerja. Mereka menilai bahwa lulusan dari Departemen Geografi baik dalammengambil inisiatif dan terampil dalam menyelesaikan pekerjaannya. Secara umum para pengguna jasamenilai baik pada para lulusan dalam menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya.Saran yang disampaikan oleh para pengguna jasa alumni umumnya adalah untuk meningkatkankemampuan manajerial dan komunikasi para lulusan. Berdasarkan masukan para pengguna jasatersebutlah maka kurikulum berbasis kompetensi sudah harus dilaksanakan.Kebutuhan para pengguna jasa lulusan sesungguhnya sejalan dengan apa yang sudah disampaikanoleh para ahli di bidang pendidikan, terutama geografi (Hardwick & Holtgrieve, 1990).
D. Kebutuhan Kurikulum Berbasis Kompetensi
Kurikulum berbasis kompetensi menuntut kompetensi yang terukur pada para peserta didik padasetiap akhir tahun ajaran, bukan hanya pada akhir masa studi. Untuk itu Program Studi S1 Geografimenetapkan kompetensi pada setiap akhir tahun ajaran adalah sebagai berikut:A. Kompetensi pada akhir tahun pertama:1. Menjelaskan prinsip dasar ilmu geografi2. Menjelaskan fenomena fisik dan sosial dalam menciptakan karakter permukaan bumi3. Menerapkan prinsip-prinsip dasar pemetaanB. Kompetensi pada akhir tahun ke dua:1. Mendeskripsikan permukaan bumi berdasarkan ciri-ciri fisik dan sosial2. Melakukan analisis keruangan3. Menerapkan metode kuantitatif 4. Mampu menyajikan informasi keruanganC. Kompetensi pada akhir tahun ke tiga:1. Mampu melakukan analisis keterkaitan (
spatial relationship
) antara unsur fisik dan sosial2. Mampu merumuskan gagasan ilmiah ke dalam rancangan penelitianD. Kompetensi pada akhir tahun ke empat:1. Mampu menerapkan
spatial perspective
dalam suatu topik penelitian tertentu2. Mampu menuliskan dan menyajikan hasil penelitian secara sistematis, logis, dan konsistenKompetensi pada setiap akhir tahun ajaran, bermuara pada kompetensi yang bersangkutan sebagai lulusanDepartemen Geografi UI. Kompetensi akhir inilah yang kemudian diterapkan dalam dunia kerja dan yangdimanfaatkan serta diasah oleh pengguna jasa lulusan. Adapun kompetensi lulusan pada akhirpendidikannya di Departemen Geografi adalah
mampu menerapkan pendekatan regional (
intergrative/regional approach)
dalam menjelaskan dinamika spasial hubungan antara unsur fisik dan sosial),termasuk dalam hal penguasaan teknologi penyajian informasi keruangan.
Pertemuan Ilmiah Tahunan IGIUniversitas Indonesia, 2006

Activity (17)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ansaruddin Rtg liked this
Anelin Osirikna liked this
Aura Net liked this
Mukti Ali liked this
Zhe Qiuunx liked this
Ambar Febriyanti liked this
Septiyani Ci Tia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->