Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Kualitatif Gugus Fungsi Pada Baja Karbon Rendah Yang Mendapat Perlakuan Nitridasi Karbonasi Dan Quenching NaCL (NiKaNa) Menggunakan Spektroskopi FTIR

Analisis Kualitatif Gugus Fungsi Pada Baja Karbon Rendah Yang Mendapat Perlakuan Nitridasi Karbonasi Dan Quenching NaCL (NiKaNa) Menggunakan Spektroskopi FTIR

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:
Published by Cindhy Ade Hapsari

More info:

Published by: Cindhy Ade Hapsari on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

 
 Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol.8, No.3, Juli 2005, hal 99-106 
105
Analisis Kualitatif Gugus Fungsi Pada Baja Karbon Rendah YangMendapat Perlakuan Nitridasi, Karbonasi dan
Quenching NaCl 
(NiKaNa) Menggunakan Spektroskopi FTIR
Susanto
1
 , M. Nur
 2,4
 , K. Sofjan Firdausi
 2,4
 , Priyono
 3,4
 , Rasito
 4
1. Laboratorium Riset Jurusan Fisika Universitas Diponegoro2. Laboratorium Fisika Atom dan Inti Jurusan Fisika Universitas Diponegoro3. Laboratorium Fisika Zat Padat Jurusan Fisika Universitas Diponegoro4. Pusat Studi Aplikasi Radisi dan Rekayasa Bahan Universitas Diponegoro
ABSTRACT
The implemented NiKaNa method on analysis functional group of low carbon steel has been studied usingFourier Transform Infrared (FTIR) Spectroscopy. The hardness degree of the steel by NiKaNa method is tested using Rockwell method. The result shows that the NiKaNa method is possible to increase the hardness value of low carbon steel until about 552 % for heating 900
0
C and duration time 15 minutes. The result of FTIRspectroscopy shows that on NiKaNa steel is seen more addition of N-H functional group. This fact support for a past result of X-ray diffraction was got the existence of Fe-N bonding in Fe
2
 N compounds. So that the existenceof addition in functional group to being NiKaNa steel harder than nontreatment steel because atomic structuresmore dence and solid.Keywords: NiKaNa, Microhardness, functional group, Rockwell method, Fourier Transform Infrared Spectroscopy.
INTISARI
Telah dilakukan analisis gugus fungsi baja karbon rendah yang mengalami proses Nitridasi, Karbonasi,dan quenching NaCl (NiKaNa) menggunakan spektroskopi FTIR. Baja karbon rendah yang mengalami proses NiKaNa diuji tingkat kekerasan mikro dengan metode Rockwell. Hasil pengujian tingkat kekerasan mikromenunjukkan bahwa metode NiKaNa mampu meningkatkan kekerasan baja karbon rendah hingga sekitar 552 % pada suhu 900
0
C dengan lama pemanasan 15 menit. Hasil uji spektroskopi FTIR menunjukkan bahwa padabaja terNiKaNa terlihat adanya pengayaan gugus fungsi N-H. Hal ini mendukung hasil uji difraksi sinar-X sebelumnya yang didapatkan adanya ikatan Fe-N dalam bentuk senyawa Fe
2
 N. Sehingga dengan adanya penambahan gugus fungsi tersebut menjadikan baja terNiKaNa lebih keras dari baja tanpa perlakuan NiKaNakarena struktur atom-atomnya lebih rapat dan padat.Kata kunci: NikaNa, kekerasan mikro, gugus fungsi, metode Rockwell, Spektroskopi FTIR
.
PENDAHULUAN
Dewasa ini perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi sangat pesatdengan didukung oleh perkembangan sektorindustri. Industri memegang peranan pentingdalam menunjang perkembangan teknologi.Dengan adanya industri-industri baru akanmemungkinkan terciptanya barang-barang baruyang lebih inovatif sehingga dapat mendorongmunculnya penemuan baru baik di bidang ilmupengetahuan (sains) maupun teknologi.Industri-industri yang ada tidak akanlepas dari pemanfaatan logam terutama bajasebagai bahan baku penunjang dalampembuatan alat-alat produksi. Alat produksitersebut haruslah kuat dan awet sehingga dapatmenunjang kelancaran proses produksi. Olehkarena itu agar alat produksi kuat diperlukanbahan baku baja yang kuat pula (tingkatkekerasannya tinggi).Untuk membuat baja yang kuat makadiperlukan metode khusus. Sejak tahun 2001di Undip telah ditemukan metode baru untuk mengeraskan baja yakni
NiKaNa.
Metode initerdiri atas gabungan tiga proses yaituNitridasi, Karbonasi, dan
Quenching
NaCl(Nur dkk, 2001). Metode NiKaNa inimerupakan pengembangan dari metodesebelumnya yakni merupakan gabungan tigaproses yang semula dilakukan secara terpisah.Dengan metode gabungan ini didapatkan bajadengan tingkat kekerasan yang lebih besardaripada metode sebelumnya. Prosespengerasan ini terjadi karena adanyaperubahan fasa atau struktur penyusun atomdari besi baja tersebut.
 
Susanto dkk Analisis Kualitatif Gugus Fungsi…
 106
Perubahan fase dilakukan dengan caramemanaskan baja dengan suhu tertentu danpendinginan dengan kecepatan tertentu puladengan menambahkan material baru ke dalambaja tersebut biasanya Nitridasi dan Karbonasi.Nitridasi yaitu pendeposisian atom-atomnitrogen pada permukaan baja. SedangkanKarbonasi sama dengan nitridasi hanyaditambah dengan karbon.Teknik nitridasi dilakukan denganmenggunakan gas nitrogen yang disemprotkanlangsung pada baja yang sedang membara(Bintoro, 2001). Dengan metode tersebutkekosongan pada material akan terisi olehatom-atom yang bergeser karena penumbukanoleh atom nitrogen maupun oleh atom nitrogenyang menempati letak interstisi. Prosestersebut akan membentuk struktur baru yangmempunyai kekerasan yang lebih baik dibanding material aslinya. Material yangdipakai dalam penelitian ini adalah baja,mengingat material tersebut banyak digunakandalam dunia industri.Pengerasan baja dengan metode NiKaNapertama kali dilakukan pada tahun 2001dengan suhu kurang dari 900
0
C (Nurdkk.,2001; Syaefudin, 2001). Pada tahapannitridasi, teknik ini dilakukan denganmenembakkan atom nitrogen melaluipenyemprotan gas nitrogen secara langsungpada baja yang sedang membara dengan suhukurang dari sama dengan 900
0
C (Nur, 2001;Syaefudin, 2001). Dengan menembakkan atomnitrogen pada material, maka kekosongan yangterdapat pada material akan terisi oleh atom-atom yang bergeser karena penumbukan olehion nitrogen maupun oleh ion nitrogen yangmenempati letak interstisi. Sehingga akanterbentuk struktur baja baru yang mempunyaikekerasan lebih baik dibandingkan materialaslinya (Nur, 2001). Sebelumnya teknik initelah dilakukan dengan kenaikan kekerasanmencapai 300 % dan struktur baja berubahsampai kedalaman 0,1 mm (Nur , 2001;Syaefudin 2001).
Nitridasi
Proses ini dapat menyebabkanpermukaan logam menjadi lebih keras dan jugamenyebabkan lebih tahan aus dan lebih tahanlelah. Pada penelitian ini menggunakan gas N
2
 yang disemprotkan langsung pada materialyang dipanaskan pada suhu 300
0
C, 600
0
C,dan 900
0
C dengan tekanan tinggi > 10 bar.Jumlah molekul nitrogen yang disemprotkanpada teknik tersebut dapat diketahui denganmengetahui debit gas yang disemprotkandengan asumsi bahwa gas N
2
mengikutipersamaan gas ideal. Dengan menembakkanatom nitrogen pada material, maka kekosonganyang terdapat pada material akan terisi olehatom-atom yang bergeser karena penumbukkanoleh ion nitrogen maupun oleh ion nitrogenyang menempati letak interstisi. Prosestersebut akan membentuk struktur baru yangmempunyai kekerasan lebih baik dibandingkanmaterial aslinya. Bila ion-ion nitrogenditembakkan pada besi (Fe) pada kondisitertentu ion-ion nitrogen tersebut akanmembentuk fase baru yaitu fase Fe-N (Leslie,1982).
Karbonasi
Karbonasi adalah proses pendeposisianunsur karbon ke dalam permukaan logam.Pada pendeposisian ini dimaksudkan agarterjadi peningkatkan kekerasan lebih besardibandingkan sebelum dilakukan proseskarbonasi. Pada karbonasi baja karbon rendah( < 0,3 % C ) akan terjadi peningkatankekerasan lebih besar dibandingkan dengankarbon medium ( 0,3 %C – 0,7 %C ) atautinggi ( 0,7 %C –1,7 %C ) (Amanto, 1999).
Quenching
Kekerasan maksimum dapat terjadidengan mendinginkan secara mendadak material yang telah dipanaskan sehinggamengakibatkan perubahan struktur mikro.Kenaikan kekerasan berbeda-beda padabeberapa kandungan karbon. Medium
quenching
yang digunakan secara umumadalah hidrokarbon (oli bekas). Laju
quenching
 tergantung pada beberapa faktor di antaranya :pertama temperatur medium, kedua panasspesifik, selanjutnya panas pada penguapan,kemudian konduktivitas termal medium, danviskositas, serta agitasi (pergolakan) adalahlaju pergerakan atau aliran media pendingin.Kecepatan pendinginan dengan air lebih besardibandingkan pendinginan dengan oli. Danpendinginan oleh udara mempunyai kecepatanyang paling kecil (Syaefudin, 2001).
METODE PENELITIAN
Alat yang digunakan dalam penelitian iniadalah
Furnace Chamber 
 
Oven
sebagaipemanas, alat uji kekerasan Rockwell, dan alat
 
 Berkala Fisika ISSN : 1410 - 9662
Vol.8, No.3, Juli 2005, hal 99-106 
105
uji gugus fungsi spektroskopi FTIR.Sedangkan bahan yang digunakan adalah bajakarbon rendah diameter 2,2 cm dan tebal 0,3cm jenis Assab 750 JIS STKM 18A dengankadar karbon 0,18 % dan silikon 3 %, ampelas,gas nitrogen, oli bekas jenuh, dan larutangaram jenuh. Penelitian ini dilakukan dalam 3tahap, yaitu tahap treatment awal, tahaptreatment NiKaNa, tahap pengujian sampel.Tahap treatment awal adalah pengampelasandan pemanasan. Sampel baja dipanaskan dalam
Furnace
dengan melakukan variasi suhu danwaktu pemanasan. Variasi suhunya adalah 300,600, dan 900
0
C, sedangkan variasi waktuadalah 15 menit, 30 menit, dan 45 menit.Tahap treatment NiKaNa memiliki 3bagian secara berurutan yaitu nitridasi,karbonasi, dan
quenching
NaCl. Nitridasiadalah penyemprotan langsung gas nitrogenpada sampel baja yang telah dipanaskandengan suhu dan waktu pemanasan tertentu.Karbonasi adalah pencelupan sampel secaracepat yang telah dipanaskan kembali dengansuhu dan waktu pemanasan yang sama denganawal ke dalam cairan oli bekas konsentrasi jenuh. Dan
quenching
NaCl adalah pencelupanmendadak sampel baja yang telah dipanaskankembali pada suhu dan waktu pemanasan yangsama dengan awal ke dalam larutan garamdapur (NaCl) jenuh. Tahap terakhir adalahpengujian sampel hasil treatment NiKaNa dantanpa treatment. Pengujian yang dilakukanadalah uji kekerasan dengan metode Rockwell(HRC), dan uji gugus fungsi denganmenggunakan spektroskopi FTIR.
HASIL DAN PEMBAHASANPeningkatan Nilai Kekerasan Mikro BajaKarbon Rendah TerNiKaNa
Hasil uji tingkat kekerasan mikro bajaterNiKaNa yang dilakukan dengan metodeRockwell (HRC) memberikan hasilsebagaimana yang terlihat pada tabel 1 berikutini.
Tabel 1. Tabel hasil uji kekerasan mikro sampel baja karbon rendah
No. SuhuPemanasan(
0
C)WaktuPemanasan(menit)Hasilkekerasanmikro(HRC)Hasil warna setelahperlakuan1. Nontreatment Nontreatment8,7
±
0,6Putih mengkilap2. 300 3010,3
±
0,9Coklat kebiruan tidak membara3. 600 3012,3
±
0,3Coklat kehitaman tidak membara4. 900 1548,0
±
1,5Hitam pekat membara5. 900 3044,3
±
1,2Hitam pekat membara6. 900 4522,3
±
2,0Hitam pekat membaraBerdasar tabel 1 dapat dibuat grafik hubunganantara tingkat kekerasan mikro baja karbonrendah (HRC) dan suhu (
0
C) serta grafik hubungan antara tingkat kekerasan mikro bajakarbon rendah (HRC) dengan waktu (menit),seperti terlihat pada gambar 1 dan 2 berikut ini.Dengan demikian dapat dianalisis bagaimanapengaruh besaran satu dengan besaran lainnya,yang menunjukkan kaitan peristiwa fisis padabaja yang terNiKaNa.
01020304050600 10 20 30 40 50
Waktu Pemanasan (menit)
   K   e   k   e   r   a   s   a   n   R   o   c   k   w   e   l   l   (   H   R   C   )
 
Gambar 1. Grafik hubungan kekerasan denganwaktu pada suhu 900
0
C

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->