Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prinsip Pengajaran Remedial

Prinsip Pengajaran Remedial

Ratings: (0)|Views: 7 |Likes:
Published by Marnex Kayadoe

More info:

Published by: Marnex Kayadoe on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/18/2013

pdf

text

original

 
Prinsip Pengajaran Remedial (Remedial-Teaching)
A. PENGERTIAN PENGAJARAN REMEDIAL
 John M. Echols Hassan Shadily dalam Kamus Inggris Indonesia (1993 : 476) menjelaskan bahwa
kata “
remedial
“ adalah
kata sifat adj.) yang artinya berhubungan dengan perbaikan. Dalam
Oxford Advanced Learner’s Dictionary of Current English
dijelaskan bahwa salah satu arti kata
 remedy
(n.) adalah ‘
 putting right after thatis wrong
’ (Hornby,1987:714). Dalam modul materi
pokok pengajaran remedial dan pengayaan Bahasa Indonesia yang disusun oleh Bistok A.Siahaan,dkk. Dijelaskan bahwa kata remedial berarti bersifat mengobati, menyembuhkan,membetulkan atau membuat menjadi baik. Berdasarkan makna kata remedial sebagai suatubentuk pengajaran yang bersifat menyembuhkan atau membetulkan pengajaran sehinggamembuat menjadi baik.Bertolak dari arti kata remedial dan pengertian yang telah dikemukakan para ahli dapatdisimpulkan bahwa pengajaran remedial adalah suatu bentuk pengajaran (sebagai upaya guru)yang bersifat menyembuhkan, membetulkan, atau membuat menjadi lebih baik systempengajaran agar tercapai tujuan pembelajaran yang optimal sebagai mana yang diharapkan.Abin Syamsuddin (2003) menjelaskan secara metodelogis, penanganan kasus kesulatan belajarsiswa dapat dilakukan dengan :1) Pendekatan pengajaran remedial (
remedial-teaching
)2) Bimbingan dan penyuluhan (
guidance and counseling
)3) Psikoterapi (
 psychotherapy
)
B. PRINSIP PENGAJARAN REMEDIAL
 Pada dasarnya proses, pelaksaan pengajaran remedial serupa dengan proses belajar-mengajarbiasa (
reuler 
). Namun perbedaannya terletak pada dua prinsip /karakteritis berikut.1.
 
Tujuan pembelajaran lebih diarahkan pada peningkatan (
improvement 
) prestasi belajarsiswa, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, sehingga setidak-tidaknya dapatmemenuhi kriteria keberhasilan minimal yang dapat diterima (minimum
acceptable performance
) atau meningkatkan kemampuan penyesuaian kembali (
readjustment 
), baik terhadap dirinya maupun lingkunganya.2.
 
Strategi pendekatan (termasuk di dalamnya metode, teknik, materi, progam, bentuk/jenistugas, dan lain-lainnya) lebih ditekankan pada pnyensuaian keragaman kondisi obyektif yang dapat dipandang sebagai modifikasi dari proses belajar biasa (konvensional-
 
klasikal). Keragaman obyektif yang dimaksud dalam hal ini, seprerti kapasitasumum/khusus, motivasi, minat, aspirasi, pengetahuan, keterampilan dasar/prasaratan,sikap kebiasaan, kematangan/kesiapan, dan sebagainya. Sedangkan yang termasuk dalammodifikasi dalam hal ini antara lain pengulangan, percepatan, pengayatan, danpenggantian/subtitusi.
C. INDENTIFIKASI CAKUPAN PENGAJARAN REMEDIAL
 Seperti diketahui bahwa pengajaran remedial merupakan bagian integral dari proses belajar-mengajar yang menghendaki ketuntasan mencapai tujuan/kompetensi atau mencapai tujuansecara optimal.Di sekolah-sekolah Indonesia, ketuntasan belajar atau mencapai tujuan yang optimal itu secaraeksplisit dicantumkan dalam kurikulum. Menurut kurikulum 1975, kurikulum 1984, bahkankurikulum 1994 setiap siswa diharapkan menguasai 80% target yang telah ditentukan sebelummenguasai materi pembelajaran yang baru. Menurut ketentuan kurikulum berbasis kopetensi2004/KTSP 2006, tingkat ketuntasan ditentukan sebesar 75%. Akan tetapi, setiap daerah/sekolahdiberikan kebebasan menentukan patokan ketuntasan sesuai dengan situasi dan kondisi ataukeadaan sekolah yang bersangkuatan.Jika pengajaran remedial (
remedial teaching
) telah menjadi milik guru, guru tentunya dapatmelakukan secara efektif atau tanpa keraguan dapat menentukan alternative mana yang harusdigunakan.
D. TIPE PENGAJARAN REMEDIAL (REMEDIAL TEACHING)
 1. Tipe BloomMenurut Bloom, setiap siswa dan guru haruslah mahir dalam setiap bagian materi kegiatanbelajar, namun dengan catatan bahwa pemahiran bagian-bagian itu tidak boleh sama denganpemahiran secara kesuruhan, Menurutnya pemahiran itu ditentukan oleh penguasaan secaraoprasional dalam menangani masalah/materi itu sampai pada taraf 80-90%.2. Tipe kellerJika seseorang belum mencapai taraf tertentu yang belum ditargatkan seratus persen (100%),maka keseluruhan belajar ini harus diulang seluruhnya. Dalam hal pemilihan dua tipe remedialyang telah disajikan di atas (tipe Bloom dan tipe Keller) tergantung pada pokok bahasan atautujuan yang ingin dicapai.
E. LANGKAH MENGIDENTIFIKASI SISWA
 Program remedial akan berhasil dengan baik jika didahului oleh upaya guru mengidenfikasikesulitan belajar siswa dengan baik.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->