Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
10Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anestesi Umum Dengan Balance Anestesia

Anestesi Umum Dengan Balance Anestesia

Ratings: (0)|Views: 275 |Likes:
Published by Fauziah Muchtar

More info:

Published by: Fauziah Muchtar on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2014

pdf

text

original

 
1
ANESTESI UMUM DENGAN BALANCE ANESTESIAFauziah*, Wahyu Hendarto**
 ABSTRACT 
ABSTRAK*Coass FK Universitas Trisakti Periode 30 Januari s/d 3 Maret 2012**Dokter Spesialis Anestesiologi BLU RSUD SemarangPENDAHULUAN
 Anesthesia
berasal dari dua kata Yunani yaitu
an
dan
aesthesia
yang berarti tanpa rasa.Anestesi umum adalah menghilangkan rasa sakit seluruh tubuh secara sentral disertai hilangnyakesadaran yang bersifat reversibel. Obat-obat anestesi dimasukkan ke dalam tubuh melaluiinhalasi, parenteral, rektal. Dengan anestesi umum akan diperoleh
trias anestesia
, yaitu:
 
Hipnotik (tidur)
 
Analgesia (bebas dari nyeri)
 
Relaksasi otot (mengurangi ketegangan tonus otot)Kedalaman anestesi harus dimonitor terus menerus oleh pemberi anestesi agar tidak terlaludalam sehingga membahayakan jiwa penderita, tetapi cukup adekuat untuk melakukan operasi.Kedalaman anestesi dinilai berdasarkan tanda klinik yang didapat. Guedel membagi kedalamananestesi menjadi 4 stadium dengan melihat pernafasan, gerakan bola mata, tanda pada pupil,tonus otot, dan refleks pada penderita yang mendapat anestesi eter.
(1)
Balans anesthesia
Anestesi balans adalah salah satu metode pemberian anestetik yang paling seringdigunakan. Pada metode ini akan didapatkan
trias anestesia
, yaitu :
 
Sedasi (hipnosis)
 
Analgesia (bebas dari nyeri)
 
Relaksasi otot
 
2
Relaksasi otot diperlukan untuk mengurangi tegangnya tonus otot sehingga akanmempermudah tindakan pembedahan. Hanya eter yang memiliki trias anestesia. Karena anestesimodern saat ini menggunakan obat-obat selain eter, maka trias anestesi diperoleh denganmenggabungkan berbagai macam obat. Hipnosis didapat dari sedatif, anestesi inhalasi (halotan,enfluran, isofluran, sevofluran). Analgesia didapat dari N2O dan analgetika narkotik. Sedangkanrelaksasi otot didapatkan dari obat pelemas otot (
muscle relaxant 
).
SejarahSTADIUM ANESTESI
Stadium IStadium I disebut juga stadium analgesia atau stadium disorientasi.Dimulai sejak diberikananestesi sampai hilangnya kesadaran.Pada stadium ini operasi kecil bisa dilakukan.Stadium IIStadium II disebut juga stadium delirium atau stadium eksitasi. Dimulai dari hilangnyakesadaran sampai nafas teratur. Dalam stadium ini pasien biasanya meronta-ronta, pernafasanirregular, pupil melebar, refleks cahaya positif, gerakan bola mata tidak teratur, lakrimasi (+),tonus otot meninggi, refleks fisiologi masih ada, dapat terjadi batuk atau muntah, kadang-kadangkencing atau defekasi. Stadium ini diakhiri dengan hilangnya refleks menelan dan kelopak matadan selanjutnya nafas menjadi teratur. Stadium ini membahayakan penderita, karena itu harussegera diakhir. Keadaan ini bisa dikurangi dengan memberikan premedikasi yang adekuat,persiapan psikologi penderita dan induksi yang halus dan tepat.Stadium IIIStadium III disebut juga stadium operasi. Dimulai dari nafas teratur sampai paralise otot nafas.Dibagi menjadi 4 plana:
 
3
Plana I : Dari nafas teratur sampai berhentinya gerakan bola mata. Ditandai dengan nafas teratur,nafas torakal sama dengan abdominal. Gerakan bola mata berhenti, pupil mengecil, reflekscahaya (+), lakrimasi meningkat, refleks faring dan muntah menghilang, tonus otot menurun.Plana II : Dari berhentinya gerakan bola mata sampai permulaan paralisa otot interkostal.Ditandai dengan pernafasan teratur, volume tidal menurun,dan frekwensi nafas meningkat, mulaiterjadi depresi nafas torakal, bola mata berhenti, pupil mulai melebar dan refleks cahayamenurun, refleks kornea menghilang dan tonus otot semakin menurun.Plana III : Dari permulaan paralise otot interkostal sampai paralise seluruh otot interkostal.Ditandai dengan pernafasan abdominal lebih dominan dari torakal karena terjadi paralisis ototinterkostal, pupil makin melebar, dan refleks cahaya menjadi hilang, lakrimasi negatif, reflekslaring dan peritoneal menghilang, tonus otot makin menurun.Plana IV : Dari paralise semua otot interkostal sampai paralise diafragma. Ditandai denganparalise otot interkostal, pernafasan lambat, irregular dan tidak adekwat, terjadi
 jerky
karenaterjadi paralise diafragma. Tonus otot makin menurun sehingga terjadi
 flaccid 
, pupil melebar,refleks cahaya negatif, refleks sfingter ani negatif.Stadium IVDimulai dari paralisis diafragma sampai apneu dan kematian.Juga disebut stadium overdosis ataustadium paralisis. Ditandai dengan hilangnya semua refleks, pupil dilatasi, terjadi
respiratory failure
dan diikuti dengan
circulatory failure
.
(2)
 Teori terjadinya Anestesi Umum
1.
 
 Lipid solubility theory
Obat anestesi adalah lipid soluble sehingga efeknya berhubungan dengan daya larutnya didalam lemak.Makin besar daya larutnya, makin besar efek anestesinya.2.
 
Teori
colloid 
 Efek anestesi disebabkan karena terjadinya agregasi
colloid 
dalam sel yang menyebabkanterjadinya gangguan fungsi pada sel.3.
 
Teori adsorbsi/ tegangan permukaanMenghubungkan efek anestesi dengan daya adsorbsi atau menurunnya teganganpermukaan membran sel. Dengan mengumpulnya obat anestesi pada membrane

Activity (10)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
RaRa PRawita liked this
RaRa PRawita liked this
Selly Evti N liked this
Alex Rahma liked this
yuli_prabowo_1 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->