Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori Modern

Teori Modern

Ratings: (0)|Views: 138 |Likes:

More info:

Published by: Muchtar Luthfi Malik AlAzhar on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2012

pdf

text

original

 
Teori Moderen : Pluralisme dan Pemerintah yang Berlebihan
Para pengamat modern memberikan kontribusi besar dalam memahami negara, birokrasi dandemokrasi politik adalah pemikiran kelompok pluralis. Berbeda dengan weber yang memandangNegara modern dan birokrasi adalah sebuah struktur yang saling berhubungan dan efektif dalammelaksanakan tugas, kaum pluralis memandangnya sebagai struktur yang terpisah danmerupakan kesalahan besar. Meskipun Webber masih unggul, kaum pluralis juga begitu terkenalkususnya di AS pada era 1950-1960-an.D.Knoke (1979) menyatakan, Pluralis kini mengalami keredupan. Ada beberapa versi yang lebihbaru, terutama yang berkaitan dengan pluralisme dalam birokrasi dan dengan kepemerintahan
yang “
berlebihan
” dan “ungovernability”
yang telah diterima secara luas ahir-ahir ini.
Struktur Kekuasaan Kaum Pluralis
Versi tentang pluralisme yang terdahulu menyatakan bahwa moderenisasi di barat, kususnyapada abat ke-20, kekuasaan politik telah terbagi-bagi secara cepat dan menyebar. Absolutismeditandai dengan pertumbuhan kekuasaan politik yang terpusatkan.(tanpa / tidak mungkin denganmoderenisasi) kemudian muncul demokrasi, yang menandai pertentangan proses ini.Oleh karena itu, sekarang ini Negara-negara barat khususnya system perpolitikan di amerikatampak sebagai sebuah kekuasaan yang rumit, diantaranya, tumpang tindih perekonomian,professional, agama, suku dan kelompok lainnya. Masing-masing grup mencoba untuk mempengaruhi dalam proses pembuatan kebijakan tertentu, tetapi dari mereka tidak ada yangtampak memiliki monopoli atau pembagian politik yang pasti sejak grup-grup lainnya salingmeng-cek dan mengawasi. Dengan demikian tidak ada kekuasan elit yang jelas yang tampak, danide-ide para kaum elit menjadi lebih fiktif tidak realistis. Pemerintah, untuk meyakinkanmasyarakat, tetap menggunakan kekuasaannya tetapi semakin tunduk pada tekanan dariberbagai kelompok kepentingan. Untuk mempertahankan jabatannya, pemerintah harusmenanggapi tekanan ini agar semua orang menjadi senang. Untuk itu kekuasaan yangindependen dalam pemerintahan semakin minim.Robert Dahl (1967) memandang, salah satu karakteristik yang paling mencolok pada systempolitik amerika adalah sejauh mana kewenangan dibagikan kepada berbagai actor independen.
 
Banyak isu kebijakan yang ditempatkan pada kekuasaan swasta atau lembaga semi publik. Dansepanjang masyarakat percaya bahwa mereka terkena dampak oleh kebijakan nasional,masyarakat memiliki peluang yang luas untuk mempresentasikan kasusnya untuk memulainegosiasi yang mungkin mengakibatkan alternatif lain yang bisa diterima. Dalam beberapakasus, mereka mungkin memiliki kekuatan yang cukup untuk menunda, menghambat danbahkan mem-veto kebijakan yang memaksa mereka. System pluralis berkembang di AS, padahaldarisanalah pusat kekuasaan tunggal berasal, ada beberapa pusat, tidak ada yang sepenuhnyaberdaulat.Pandangan yang sama diekspresikan secara singkat oleh David Riesman (1961) yang menulis :
Perubahan dalam konfigurasi kekuasaan di amerika Telah ada sejak 50 tahun terahir, yangmana ada sebuah tingkatan yang kepala penguasanya telah diganti oleh anggota kelompok pem-veto dari kekuasaan yang dibubarkan. Didalam stuktur kekuasaan yang tak berbentuk yang diciptakan oleh kelompok pem-vetomembuat susah untuk membedakan antara penguasa dan yang dikuasai.
Pluralisme dan Birokrasi
Tesis ini mengacu pada Negara pada umumnya, tetapi tesis yang serupa telah dipresentasikanuntuk birokrasi pada kususnya. Birokrat tidak bisa berkuasa sendiri, dan kemudian tak ada oranglain yang bisa mengatur tanpa mereka; tujuanmereka tidak bisa selalu tercapai, tetapi merekadapat mencegah orang lain dari pencapaiannya; mereka didesak oleh elit politik, tetapi merekadipengaruhi oleh kepentingan sektor privat dan didesak oleh masyarakat juga. Mereka itu salahsatu dari beberapa klompok pem-veto di wilayah system politik yang pluralistis.Sebagai landasannya, sumber kehidupan administasi adalah kekuasaan. Tetapi dalam systempolitik Amerika, kekuasaan ini tidak mengalir dari atasan kepada administrator. Sesungguhnya,bawahan dalam admisnistratif tidak tergantung pada rantai komando yang formal untuk memberikan kekuatan yang cukup dalam mengizinkan mereka untuk mengerjakan tugasnya.Untuk mengisi kekosongan ini, kekuasaan harus mengalir pada administrasi dari klompok kepentingan yang ada. Demikian, ada sumber kekuasaan lainnya yang bersaing dengantingkatan administrasi formal.
 
Selain itu, partai politik yang berkuasa gagal membuat konsensus politik tentang langkah-langkah untuk dilaksanakan. Karena itu, pejabat pemerintah terkait harus membuat konsensusyang memenuhi kebutuhan mereka sendiri untuk mengizinkan sebuah kebijakan dibuat dandilaksanakan. Sebuah lembaga birokrasi tentunya memiliki berbagai tanggung jawab yang besaruntuk membangun dan mempertahankan dukungan politik bagi programnya, dan bahkanmengatur dasar politisnya untuk menjaga kelangsungan hidupnya sendiri (long, 1966). Untuk bertahan hidup, agen birokrasi harus memobilisasi dukungan dari legislatif. Bahkan, anggotakongres yang menempati posisi strategis. Padahal yang dapat memberikan manfaat atau merusak birokrat justru kepala departemen tersebut. Oleh karena itu, birokrat harus lebih sensitif terhadappengaruh legislatif dari pada arahan departemen.Selanjutnya, pihak birokrasi harus memiliki dukungan dari klien dan kelompok kepentingan atauindividu yang secara tidak langsung dipengaruhi oleh program-programnya dan dapatmempengaruhi legislatif dan juga masyarakat umum melalui pemungutan suara yang mungkinmenjadi sumber dukungan atau perlawanan terhadap lembaga administrasi. Untuk partai yangberkuasa mungkin merasa bahwa suatu instansi tertentu yang dapat mempengaruhi opini publik harus diganggu. Jadi, untuk mendapatkan dukungan masyarakat, lembaga birokrasi jugamembutuhkan respon simpatik dari media. Lembaga administrasi
“bertarung”
dalam kepentinganrumit untuk melawan dan untuk bertahan hidup mereka harus mempertimbangkan dan responsif terhadap semua kelompok politik efektif yang mempromosikan kepentingan mereka dan bahkanmasyarakat luas (Redford, 1969).Birokrasi menjadi bagian dari struktur negara pluralis. Selain itu, struktur pluralis ada dalamdirinya sendiri. Berlawanan dengan citra, birokrasi bukanlah hirarki monolitik. Sebaliknya, ituadalah seperangkat lembaga yang sangat terfragmentasi yang independen tapi juga adapersaingan sengit diantara mereka sendiri untuk bertahan hidup dan kekuasaan. Lembagabirokrasi tidak hanya harus mengamankan dukungan legislatif dan kelompok kepentingan danfasilitas moneter atau lainnya tetapi mereka juga harus bersaing satu sama lain untuk sumberdaya tersebut. Pada saat yang sama, untuk bertahan hidup, lembaga birokrasi yang terfragmentasiharus mencari penyesuaian yang saling menguntungkan satu sama lain. Penyesuaian tersebutdilaksanakan melalui aliansi internal, pertukaran keuntungan, bujukan, ancaman, manipulasi dancara lain yang tak terhitung jumlahnya. Fragmentasi birokrasi dan penyesuaian eksternal dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->