Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Pembuatan Dan Kedudukan Perda Dan Apbd

Makalah Pembuatan Dan Kedudukan Perda Dan Apbd

Ratings: (0)|Views: 2,123|Likes:
Published by bernadethag

More info:

Published by: bernadethag on Jun 27, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
05:26 hbb-mf  No comments 
PEMBUATAN DAN KEDUDUKAN PERDA DAN APBD
 
BAB I
 
PENDAHULUAN
 
Penyerahan sebagian besar kewenangan pemerintahan kepada pemerintah daerah,telah menempatkan pemerintah daerah sebagai ujung tombak pembangunannasional, dalam rangka menciptakan kemakmuran rakyat secara adil dan merata.Dalam kaitan ini peran dan dukungan daerah dalam rangka pelaksanaan PUUsangat strategis, khususnya dalam membuat peraturan daerah (Perda) dan peraturandaerah lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Perdasebagai jenis PUU nasional memiliki landasan konstitusional dan landasan yuridisdengan diaturnya kedudukan Perda dalam UUD 1945 Pasal 18 ayat (6), UU No.10Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, UU No.32Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah termasuk perundang-undangan tentangdaerah otonomi khusus dan daerah istimewa sebagai lex specialis dari UUNo.32/2004 Mengacu pada siklus pengelolaan keuangan daerah, fase pertama darisiklus tersebut adalah perencanaan fundamental yang menjadi tanggung jawablegislatif dan eksekutif dan dituangkan dalam dokumen Rencana PembangunanJangka Panjang Daerah (RPJPD). Selanjutnya disusun perencanaan jangkamenengah yang dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan JangkaMenengah Daerah (RPJMD). Fase kedua merupakan tahap perencanaanoperasional, selanjutnya eksekutif menyusun perencanaan tahunan yangdituangkan dalam dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yangdidukung oleh rencana kerja (Renja) SKPD dan PPKD.
 
Dokumen perencanaan ini selanjutnya menjadi acuan pada fase ketiga yaitupenganggaran. Pada fase keempat, merupakan tahapan pelaksanaan anggaran danpengukuran. Pada fase inilah akuntansi keuangan daerah memainkan peranannya.Fase kelima merupakan tahapan terakhir, yaitu pelaporan dan umpan balik. Daritahapan pelaporan ini akan dihasilkan Laporan Realisasi Anggaran (LRA), neraca,laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan; yang dapat memberikanumpan balik bagi fase-fase sebelumnya.
 
BAB II
 
PEMBAHASAN
 
Proses desentralisasi yang diawali sejak tahun 1999 telah memotivasi daerah untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian mereka. Pemerintah kabupatensekarang mempunyai kesempatan untuk mengelola sumber daya alam merekasendiri, mengurangi ketergantungan kepada pemerintah pusat dan mempunyai
 potensi menjadi semakin efi sien. Pemerintah daerah mempunyai keleluasaan
untuk memerankan tanggung jawabnya seperti yang terlihat dalam banyaknyaperaturan daerah yang dihasilkan, termasuk diantaranya sektor kehutanan. Namundemikian, desentralisasi yang juga diharapkan dapat lebih mendekatkanmasyarakat lokal kepada proses pembuatan keputusan, sampai saat ini belum
 
memberikan pengaruh yang nyata akan adanya perubahan besar dalam pembuatankebijakan partisipatif. Selain itu, adanya perbedaan kepentingan antara pengambilkeputusan di daerah dan nasional menimbulkan berbagai masalah dalampelaksanaan kebijakan- kebijakan yang telah disusun tersebut di lapangan.
 
Pengertian APBD
 
Pengertian APBD merupakan rencana kegiatan pemerintah yang dinyatakan dalamsatuan uang dan meliputi rencana pengeluaran dan pemenuhan pengeluarantersebut.
 
Definisi anggaran menurut The National Committee on Governmental Accounting
(NCGA) adalah “Rencana kegiatan yang diwujudkan dalam bentuk finansial, yang
meliputi usulan pengeluaran yang diperkirakan untuk suatu periode waktu tertentu,beserta usulan cara-
cara memenuhi pengeluaran tersebut”. Setelah dikeluarkannya
 paket Undang-Undang Keuangan Negara yaitu UU No. 17 Tahun 2003 tentangKeuangan Negara, UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, UU No.15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab KeuanganNegara, maka informasi keuangan negara yang meliputi Pemerintah Pusat danPemerintah Daerah dilengkapi dengan informasi Neraca, Laporan Arus Kas,Catatan atas Laporan Keuangan, selain informasi mengenai Laporan RealisasiAPBN/APBD. Pelaporan keuangan pemerintah selanjutnya harus mengacu padaStandar Akuntansi Pemerintah seperti yang tertuang dalam PP 24 Tahun 2005.Selanjutnya dalam PP No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerahdiatur bahwa Pemerintah Daerah harus membuat sistem akuntansi yang diaturdengan Peraturan Kepala Daerah. Sistem akuntansi keuangan pemerintah daerahadalah sistem akuntansi untuk mencatat, menggolongkan, menganalisis,mengikhtisarkan dan melaporkan transaksi-transaksi keuangan yang dilakukanoleh Pemerintah Daerah dalam rangka pelaksanaan APBD. Ruang lingkupkeuangan negara yang dikelola langsung oleh Pemerintah Pusat adalah AnggaranPendapatan dan Belanja Negara (APBN), dan yang dikelola langsung olehPemerintah Daerah adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).Baik APBN maupun APBD merupakan inti dari akuntansi keuangan pemerintahan.Oleh karena itu, kedudukan APBN dan APBD dalam penatausahaan keuangan danakuntansi pemerintahan sangatlah penting.
 
Pembuatan APBD
 
Anggaran pendapatan dan belanja daerah ( APBD) adalah rencana keuangantahunan pemerintahan daerah yang ditetapkan dengan peraturan daerah. APBDmerupakan dasar pengelolaan keuangan daerah dalam masa 1 (satu) tahunanggaran terhitung mulai 1 Januari sampai dengan tanggal 31 Desember. Kepaladaerah mengajukan rancangan Perda tentang APBD disertai penjelasan dandokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD untuk memperoleh persetujuanbersama. Rancangan Perda provinsi tentang APBD yang telah disetujui bersamadan rancangan Peraturan Gubernur tentang penjabaran APBD sebelum ditetapkanoleh Gubernur paling lambat 3 (tiga) hari disampaikan kepada Menteri DalamNegeri untuk dievaluasi. Rancangan Perda kabupaten/kota tentang APBD yangtelah disetujui bersama dan rancangan Peraturan Bupati/Walikota tentang
 
Penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh Bupati/Walikota paling lama 3 (tiga)hari disampaikan kepada Gubernur untuk dievaluasi. Semua penerimaan danpengeluaran pemerintahan daerah dianggarkan dalam APBD dan dilakukanmelalui rekening kas daerah yang dikelola oleh Bendahara Umum Daerah.Penyusunan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pengawasan danpertanggungjawaban keuangan daerah diatur lebih lanjut dengan Perda yangberpedoman pada Peraturan Pemerintah.
 
Secara umum, penyusunan APBD 2009 tidak boleh terlepas dari aturan main yangada di atas Permendagri, yakni PP. Salah satu alasan mengapa Pemerintah merevisiPermendagri 13/2006 adalah karena terjadinya perubahan PP terkait denganpembagian urusan pemerintahan antara Pemerintah dengan Pemda dan strukturorganisasi di daerah. Terbitnya PP No.38/2007 dan PP No.41/2007 berimplikasilangsung terhadap kebijakan keuangan di daerah. Ada 4 (empat) isu pokok yangharus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah dalam proses penyusunan APBD 2009,yakni:
 
1. Perencanaan Sesuai Batas Kewenangan (sebagaimana diatur PP No.38/2007yang merupakan penyempurnaan atas PP No.25/2000), yakni: Seluruh programdan kegiatan yang tercantum di dalam KUA merupakan turunan kewenangan KDH;
 
Seluruh SKPD mengenali dan mengurai batas kewenangan KDH dalam tugaspokok dan fungsi masing-masing SKPD; Pembiayaan atas program yang masuk dalam lingkup kewenangan Pusat dan Propinsi dilakukan melalui koordinasidengan Pusat dan Propinsi dalam rangka mencegah terjadinya duplikasiprogram/kegiatan.
 
2. Pelaksanaan oleh SKPD sesuai dengan Tupoksinya (sebagaimana diatur PPNo.41/2007 yang merupakan penyempurnaan atas PP No.8/2003), yakni: SetiapSKPD mulai merumuskan tugas pokok dan fungsinya secara terukur dalam rangkamencegah tumpang-tindih program antar SKPD; Jika belum memiliki SOTK baru,Pemda dan DPRD menyiapkan kegiatan diskusi interaktif tentang format danstruktur SOTK yang ideal, yang akan dituntaskan dalam APBD 2009.
 
3. Pelaporan kinerja yang terukur sesuai dengan PP No.8/2006 dan PP No.3/2007.Terkait aturan ini, beberapa hal yang wajib diperhatikan adalah: Setiap usulanrencana program harus diawali dengan pernyataan masalah, diikuti denganrumusan kebijakan, program dan kegiatan serta target kinerja yang terukur; Usulanrencana program mencantumkan kelompok sasaran dan lokasi; Untuk memudahkan DPRD dalam mengukur kinerja dalam LKPJ-KDH, maka formatperencanaan, pelaksanaan danpelaporan dilakukan dengan menggunakan matriksyang sama dan berurutan.
 
4. Nama program dan kegiatan sesuai dengan yang tercantum dalam LampranA.VII Permendagri 13/2006. Untuk memudahkan daerah dalam menentukan nama
atau judul program/kegiatan, Pemerintah telah “menyediakan” sesuai dengan
urusan dan kewenangan. Daerah tinggal memilih. Namun, pada kenyataannya adabeberapa program/kegiatan yang dibutuhkan oleh Daerah tapi tidak ada dalamlampiran tsb. Hal ini menimbulkan keraguan di Daerah: apakah boleh menambahnama dan kode rekening untuk program dan kegiatan baru?
 

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ikhsan Gantheng liked this
Hoesnoel Syadad liked this
Wawan Noer liked this
Nenk Mbad liked this
Anwar Sadat liked this
Sapuan Dani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->