Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Membangun Hukum Indonesia

Membangun Hukum Indonesia

Ratings: (0)|Views: 67 |Likes:
Published by Surya Bawana

More info:

Published by: Surya Bawana on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2012

pdf

text

original

 
Mata kuliah: Teori HukumDosen: Prof. Dr. H.M. Galang Asmara, SH., M.HumKelas: A
Membangun Hukum Indonesia
(Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Hukum)
Oleh:KELOMPOK IV
1.I KETUT PURWATAI2B 011 0312.I KETUT SURYA BAWANAI2B 011 0323.I MADE BADUARSA I2B 011 0334.I MADE DHANUARDANAI2B 011 0345.IRAWANI2B 011 0356.IRFANI2B 011 0367.ISMUDIANTOI2B 011 0378.I WAYAN WARDANAI2B 011 038
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU HUKUMUNIVERSITAS MATARAM2011
 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat dankarunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Resume Teori Hukum ini dengan judul “Membangun Hukum Indonesia” yang diambil dari kumpulan Pidato PengukuhanGuru Besar Ilmu Hukum.Pembuatan resume ini dibentuk dengan kerjasama anggota kelompok IV denganfokus bahasan tentang “kumpulan Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Hukum”. Tugasresume ini merupakan bagian dari proses pembelajaran pada Magister Ilmu Hukum agar mahasiswa lebih memahami secara mendalam dan konfrehensif tentang teori-teorihukum.Pendekatan belajar secara kelompok tentu sangat baik karena memberi ruang lebih besar terhadap interaksi pembelajaran diskusi untuk mencapai tingkat pemahaman lebihmendalam. Dari diskusi-diskusi di antara anggota kelompok dalam kelompok kecil ini,kemudian dikembangkan lagi pada diskusi-diskusi antar kelompok dan diskusi kelas.Dengan demikian diharapkan dapat digali lebih jauh masalah-masalah pada teori hukum.Tulisan ini pada dasarnya secara utuh bersumber dari buku yang merupakankumpulan Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Hukum. Mudah-mudahan tulisan ini akanmampu memberikan sumbangan pemahaman bersama mengenai pembangunan hukum diIndonesia, khususnya bagi kelompok IV terhadap materi pembelajaran teori hukum yangdiberikan.Mataram,Penulis
 
Membangun Hukum Indonesia
Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Hukum
 Negara Indonesia adalah Negara hukum, begitu yang dinyatakan dalam konstitusi kitaUUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 1 ayat (3) yang dirumuskan dalamamandemennya yang ketiga, Agustus 2001 yang lalu. Sehingga seharusnya seluruh sendikehidupan dalam bermasyarakat dan bernegara kita harus berdasarkan norma-norma hukum.Walaupun pada kenyataannya hukum merupakan produk politik dimana hukum tergantung padakonfigurasi politik yang sedang berlangsung seperti yang dikatakan oleh mahfud MD, namunseharusnya hukum harus tetap memuat nilai-nilai ideal yang harus dijunjung tinggi danditegakkan oleh segenapelemen masyarakat. Akantetapi muncul pertanyaan, mengapa sampaisaat ini dalam kenyataannya masyarakat seperti tidak percaya kepada hukum sebagai salah satusolusi atas permasalahan yang terjadi disekitarnya ? sebutlah misalnya perbuatan main hakimsendiri (eigenrichting) terhadap pencuri yang tertangkap tangan oleh masyarakat, atau pelanggaran lalu lintas yang terjadi di jalan raya dimana hukum diasosiasikan oleh masyarakatdengan penegak-penegak hukum seperti polisi, sehingga jika tidak ada polisi maka tidak adahukum. Maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat Indonesia masih belum adanya kesadarantentang Hukum.Kondisi tersebut mungkin masih lebih baik, apabila dibandingkan dengan kondisimasyarakat yang sudah tidak percaya lagi kepada para penegak hukum seperti Polisi, Jaksa,Hakim dan Pengacara. Hal ini dikarenakan sudah sangat kronisnya krisis kepercayaanmasyarakat terhadap hukum, dimana penyumbang terbesar krisis tersebut adalah dari penegak hukumnya sendiri. Para pencari keadilan yang notabene adalahmasyarakat kecil sering dibuatfrustasi oleh lembaga “Peradilan” yang lebih memihak golongan berduit. Sehingga orang seringmenggambarkan kalau hukum Indonesia seperti jaring laba-laba yang hanya mampu menangkaphewan-hewan kecil, namun tidak mampu menahan hewan yang besar tetapi malah hewantersebut mungkin menghancurkan seluruh jaring laba-laba.Salah satu yang memberikan kontribusi bagi kebobrokan moral penegak hukum tersebut bisa jadi adalah pendidikan hukum. Pendidikan hukum kita selama ini hanya menyentuh padatataran teoritik belaka, mengabaikan aspek moral. Sehingga dengan demikian hanya mencetak “tukang-tukang hukum” dan bukan sarjana hukum dalam pengertian yang sebenarnya. Padahalsemetinya pendidikan hukum kita bisa menciptakan seorang ahli hukumyang berdedikasi dan bukan ahli hukum yang “jualan hukum”.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->