Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengelolaan Pengetahuan: Upaya Meningkatkan Kinerja melalui Pemanfaatan Data dan Informasi

Pengelolaan Pengetahuan: Upaya Meningkatkan Kinerja melalui Pemanfaatan Data dan Informasi

Ratings: (0)|Views: 425|Likes:
Published by Oswar Mungkasa

More info:

Published by: Oswar Mungkasa on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
Pengelolaan Pengetahuan:Upaya Meningkatkan Kinerja melaluiPemanfaatan Data dan Informasi
The basic economic resource is no longer capital, nor natural resources, not labor. It is and will beknowledge.... (Peter Drucker)
Saat ini telah sering kita dengar tentang istilah
knowledge management 
atau pengelolaan pengetahuan.Sebenarnya konsep ini telah dikenal sudah cukup lama, namun baru beberapa tahun terakhir kemudianmenjadi demikian populer. Menjadi menarik untuk mengetahui lebih dalam tentang konsep ini. Syukur kalaubisa kita terapkan paling tidak di unit masing-masing. Tulisan berikut menyajikan secara ringkas beberapa halpenting terkait dengan manajemen pengetahuan
Apa Itu Pengetahuan?
Pengetahuan dalam konteks ini diartikan sebagai sumber daya artifisial yang berbeda dari tenaga kerja, sumberdaya alam dan modal. Pengetahuan adalah gabungan dari nilai, konteks, dan pengalaman dari sebuahinformasi yang kemudian oleh seseorang berdasarkan kapasitas, kapabilitas dan pengalamannya diolahmenjadi suatu sumber daya baru bagi upaya pengambilan keputusan. Jadi sebenarnya pengetahuan merupakanujung dari sebuah proses yang dimulai dari data, lalu informasi dan pada akhirnya menjadi pengetahuan.Lalu apa perbedaan antara data, informasi dan kemudian akhirnya menjadi pengetahuan? Data adalah ukuranatau hasil observasi dalam bentuk teks, numerik, grafik, kartografik, naratif atau audiovisual. Ada juga yang menyatakannya sebagai simbol yang dihasilkan dari angka, fakta dan kuantitas. Sementara informasimerupakan data mentah yang telah diverifikasi supaya akurat dan memiliki kepastian waktu, terorganisir, danmemiliki tujuan. Informasi merupakan hasil proses dari data. Data telah diberi makna khusus. Informasidisajikan dalam bentuk konteks kalimat yang memiliki makna, relevan dan meningkatkan pemahaman dalamsuatu hal.Dalam konsep pengelolaan pengetahuan, pengetahuan dipahami sebagai wawasan dan pengalaman yang dimiliki sesorang ( 
tacit knowledge
 ) atau diketahui umum ( 
explicit knowledge
 ) yang memberikan kemampuanuntuk merubah data dan informasi menjadi pijakan pengambilan keputusan.Di lain pihak, dapat juga disimpulkan bahwa (i) informasi berhubungan dengan penggambaran, definisi, atauperspektif (apa, siapa, kapan, dimana); (ii) pengetahuan terdiri dari strategi, latihan, metode, atau pendekatan(bagaimana); (iii) kebijakan merupakan prinsip, moral (mengapa).Sebagai ilustrasi. Angka 24 tidak mempunyai makna selain sekedar angka. Ini yang disebut data. Tetapi 24%ini mempunyai makna 24 terhadap 100. Ini disebut informasi. Sementara berdasarkan pemahaman danpengalaman maka seseorang dapat mengatakan 24% tersebut sebagai cukup memadai, kurang atau lebih.Pengetahuan dapat dibedakan berdasar prosesnya, yaitu pengetahuan implisit ( 
tacit knowledge
 ) yang bersumber dari pengalaman sendiri dan bukan sumber tertulis. Pengetahuan jenis ini susah dijabarkan dengankata-kata. Istilah gampangnya, apa yang ada di otak manusia susah untuk diucapkan di mulut. MenurutMichael Polanyi,
Knowing more than saying
, kita mengetahui lebih banyak dari pada yang diucapkan.Sementara pengetahuan implisit dapat berasal dari hasil diskusi, pertemuan rutin, atau pengamatan sekeliling dan berbentuk 
know-how
, pengalaman, keterampilan, pemahaman, maupun
rules of thumb
. Pengetahuaneksplisit ( 
explicit knowledge
 ) yang diperoleh dari melihat, mendengar dan membaca literatur atau sumber
 
tertulis lainnya. Sumber pengetahuan eksplisit diantaranya buku, standar operasional pekerjaan, situs, bahanpublikasi dan lainnya.
Pengertian Manajemen Pengetahuan
Manajemen pengetahuan diartikan sebagai suatu upaya/kegiatan terkait perencanaan, pengorganisasian,penggiatan dan pengendalian untuk mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, dan mendistribusikanpengetahuan agar diketahui, dipelajari, dimengerti sehingga dapat dimanfaatkan untuk menyusun kebijakan,rencana atau program. Manajemen pengetahuan dapat berarti pula sebagai mengelola kompetensi yang beradadi dalam suatu organisasi dan mendorongnya untuk berkembang.Penting dicatat, terjadi kesalahkaprahan selama ini bahwa definisi manajemen pengetahuan sama sekali tidak berbicara tentang teknologi walaupun seringkali difasilitasi oleh teknologi komputer. Jadi teknologi itu sendiribukan manajemen pengetahuan.
Hakekat dan Pentingnya ManajemenPengetahuan
Hakekat manajemen pengetahuan adalahmemahami bahwa modal intelektual adalahsumber daya yang tidak dapat habis, bahkan dapatdikembangkan tanpa batas. Dapat juga berartiupaya menghargai kekayaan yang tidak kasat matalebih dari pada yang nampak. Dengan demikianmanajemen pengetahuan dapat membantuindividu/ kelompok dalam suatu organisasi untuk meningkatkan efektifitas waktu dan beban kerjamelalui langkah berbagi wawasan dan pengalaman.Selain itu, dapat membantu suatu organisasi untuk beradaptasi terhadap perubahan lingkungan.Bagi sebuah organisasi, mengelola pengetahuanmenjadi suatu keniscayaan untuk (i) mengetahuikekuatan (dan penempatan) seluruh SDM, (ii)memanfaatkan kembali pengetahuan yang sudahada (ditemukan) alias tidak perlu mengulang proses kegagalan, (iii) mempercepat prosespenciptaan pengetahuan baru dari pengetahuanyang ada, dan (iv) menjaga pergerakan organisasitetap stabil meskipun terjadi arus keluar-masuk SDM Walaupun selalu didengungkan bahwa pengelolaanpengetahuan penting bagi setiap organisasi, tetapisebenarnya setiap orang lah yang harus mengelolapengetahuan mereka sendiri, karena yang paling berkepentingan mendapatkan manfaat daripengelolaan pengetahuan itu adalah individu.
Spiral Pengetahuan
Pengelolaan pengetahuan tidak terlepas dari sebuah nama yaitu Ikujiro Nonaka dengan bukunya
The Knowledge-
 
Creating Company
. Ikujiro Nonaka membuat formulasi yang terkenal dengan sebutan
SECI
atau
Knowledge
 
 
Spiral
. Konsepnya bahwa dalam siklus perjalanan kehidupan kita, pengetahuan itu mengalami proses yang kalaudigambarkan berbentuk spiral. Proses itu disebut dengan
Socialization
 – 
Externalization
 – 
Combination
 – 
 Internalization (SECI)
.Proses eksternalisasi ( 
externalization
 ),yaitu mengubah
tacit knowledge
yang kita miliki menjadi
explicit knowledge
.Bisa dengan menuliskan
know-how
danpengalaman yang kita dapatkan dalambentuk tulisan artikel atau bahkan bukuapabila perlu. Dan tulisan-tulisantersebut akan sangat bermanfaat bagiorang lain yang sedang memerlukannya.Sementara proses kombinasi
combination
 ) adalah memanfaatkan
explicit knowledge
yang ada untuk kitaimplementasikan menjadi
explicit knowledge
lain. Proses ini sangatberguna untuk meningkatkanketerampilan dan produktifitas dirisendiri. Kita bisa menghubungkan danmengkombinasikan
explicit knowledge
 yang ada menjadi
explicit knowledge
baru yang lebih bermanfaat. Selanjutnya proses internalisasi ( 
internalization
 )berupa upaya mengubah
explicit knowledge
sebagai inspirasi datangnya
tacit knowledge
. Dari keempat prosesyang ada, mungkin hanya inilah yang telah kita lakukan. Bahasa lainnya adalah
learning by doing
. Dengan referensidari manual dan buku yang ada, kita menemukan pengalaman baru, pemahaman baru dan
know-how
baru yang mungkin tidak didapatkan dari buku tersebut.Sebagai pros
es
terakhir sosialisasi ( 
socialization
 ), yakni mengubah
tacit knowledge
ke
tacit knowledge
lain. Iniadalah hal yang juga terkadang sering kita lupakan. Kita tidak manfaatkan keberadaan kita pada suatu pekerjaanuntuk belajar dari orang lain, yang mungkin lebih berpengalaman.Proses ini membuat pengetahuan kita terasah dan juga penting untuk peningkatan diri sendiri. Yang tentu saja ininanti akan berputar pada proses pertama yaitu eksternalisasi. Semakin sukses kita menjalani proses perolehan
tacit knowledge
baru, semakin banyak 
explicit 
 
knowledge
yang berhasil kita produksi pada proses eksternalisasi(Wahono, 2005).
Tahapan Pengembangan
 Amrit Tiwana mengusulkan empat tahap dengan 10 langkah dalam membangun sebuah manajemen pengetahuansecara organisasional. Tahap pertama berupa pemetaan kondisi saat ini. Diikuti dengan tahap kedua yaitumenganalisis, mendesain dan mengembangkan sistem. Langkah pertama,melakukan analisis infrastruktur yang ada,kemudian menentukan langkah kongkrit untuk membangun system manajemen pengetahuan. Tahapan berikutnyaadalah penyebaran pengetahuan. Ditutup dengan evaluasi kinerja.
Tahapan Pengembangan Manajemen Pengetahuan
.
 
Tahap 1: Evaluasi Kondisi.
Langkah 1: Analisis kondisi saat ini
.
Langkah 2: Menyelaraskan manajemen
 
pengetahuan dan strategi bisnis
.Tahap 2: Analisis, Desain dan Pengembangan Sistem Manajemen Pengetahuan.
Langkah 3: Mendesain bentuk manajemen
 
pengetahuan dan memadukan
 
kedalam sistem yang ada
.
Langkah 4: Memetakan dan menganalisispengetahuan yang ada. Langkah 5: Mendesain kelompok manajemen pengetahuan. Langkah 6: Menyusun cetak biru manajemen pengetahuan. Langkah 7: Mengembangkan sistem
 
manajemen pengetahuan
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->