Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Sirkumsisi Dan Fungsinya Sebagai Pencegahan Infeksi

Teknik Sirkumsisi Dan Fungsinya Sebagai Pencegahan Infeksi

Ratings: (0)|Views: 135|Likes:
Published by Dedy Setriyadi

More info:

Published by: Dedy Setriyadi on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

 
Teknik Sirkumsisi dan Fungsinya sebagaiPencegahan Infeksi HPV
07 FebBAB 1PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Bedah minor merupakan tindakan operasi ringan yang biasanya dikerjakan dengan anastesi lokal.Salah satu bedah minor adalah sirkumsisi. Sirkumsisi pada laki-laki merupakan prosedur tertua danmerupakan tindakan yang umum dilakukan pada komunitas muslim dan kristen dan beberapakelompok etnik di Afrika sub-sahara.
1
Tindakan bedah ini sering dijumpai pada kehidupan sehari-hari. Sirkumsisi adalah tindakan pembuangan sebagian atau seluruh preputium (
 foreskin
) penisdengan tujuan tertentu.
2
Sirkumsisi pada kelompok masyarakat tertentu sampai saat ini masih menjadi perdebatan. Banyak  penelitian-penelitian mengenai kelebihan dan kekurangan dari tindakan bedah minor sirkumsisi.Beberapa penelitian tersebut menyebutkan mampu menurunkan penyebaran penyakit menular infeksi.
3-5,7-8
Selain itu disebutkan dengan sirkumsisi mampu mencegah terjadinya kanker peniskarena menghilangkan kesempatan untuk 
 smegma
tumbuh. Namun begitu
 American Academy of  Pediatrics (APP)
tidak merekomendasikan ataupun merutinkan sirkumsisi pada neonatus.
1
Pada dekade terakhir ini terdapat beberapa penelitian yang menghubungkan antara sirkumsisi pada pria dengan penyebaran infeksi menular seksual. Pada sebuah studi yang dilakukan oleh Weiss,dkk 
3
, sirkumsisi pada pria memilki indikasi yang kuat terhadap penurunan resiko chancroid dansifilis. Penelitian ini didasari bahwa sirkumsisi berhubungan dengan penurunan resiko infeksi HIV.Studi ini merupakan review sistematik dan meta-analisis.Selain itu pada penelitian yang lain oleh David, dkk 
4
menyebutkan tingginya resiko infeksimenular seksual pada laki-laki yang belum disirkumsisi. Dengan sirkumsisi mampu menurunkanresiko sampai satu setengah kali dibandingkan dengan tidak dilakukam sirkumsisi, sehingga hal inimenyarankan untuk dilakukan sirkumsisi rutin pada neonatus. Studi ini menggunakan metodeanalisis kohort kelahiran longitudinal.Sedikit diketahui bagaimana efek sirkumsisi pada laki-laki mengenai penyebaran
human papillomavirus
(HPV). HPV menyebabkan kutil pada genital pria dan wanita, dan ini memilkihubungan dengan kanker pada servik, vulva, vagina, anus, dan penis.
11
Kanker servik merupakankanker tersering kedua pada wanita di dunia, dan sekitar 99% dari semua kasus memiliki infeksidari genotip HPV yang onkogen.
1.2. Rumusan Masalah
 
1. Bagaimanakah teknik sirkumsisi?2. Bagaimanakah penyebaran dari penyakit infeksi oleh HPV?3. Bagaimanakah sirkumsisi sebagai pencegahan penyakit infeksi oleh HPV?
1.3. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana teknik sirkumsisi.2. Untuk mengetahui bagaimana penyebaran dari infeksi oleh HPV.3. Untuk menjawab pertanyaan bagaimana sirkumsisi sebagai pencegahan penyakit infeksi olehHPV.
1.4. Manfaat
Pembuatan laporan ini diharapkan mampu memberikan bukti ilmiah mengenai sirkumsisi denganhubungannya terhadap penyebaran infeksi oleh HPV. Dengan bukti ilmiah diharapkan mampumengubah paradigma tenaga kesehatan dan masyarakat dalam memandang sirkumsisi. Sehinggadalam masyarakat memiliki alasan ilmiah untuk melakukan tindakan sirkumsisi.Sirkumsisi merupakan teknik bedah minor yang sering dilakukan di masyarakat. Dengan pembuatan laporan ini diharapkan bertambah pula pengetahuan penulis mengenai teknik sirkumsisisehingga kedepannya akan lebih mudah mempelajari prosedur ini. BAB 2TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Sirkumsisi
Sirkumsisi merupakan jenis operasi yang pertama kali diketahui oleh manusia. Secara sejarah prosedur ini dilakukan untuk berbagai alasan seperti alasan agama, sosial, atau keduanya.Sirkumsisi pada orang dewasa untuk penanganan phimosis telah disebutkan pada leteratur sejak awal abad 19. Namun demikian,
 American Academy of Pediatric
(AAP) tidak merekomendasikan,dan juga merutinkan tindakan ini pada neonatus.
1
Sirkumsisi pada pria menghilangkan lipatan kulit yang normalnya menutupi glans penis.
2
Banyak kebudayaan memiliki sejarah menggunakan sirkumsisi sebagai alasan kebersihan atau sebagairitual persembahan kepada Dewa. Pada akhir abad ke-19, ritual ini beralih menjadi rutinitastindakan medis karena dipengaruhi laporan tindakan ini berhubungan dengan pengobatan yangmenakjubkan untuk hernia, paralisis, epilepsi, gila, sakit kepala, dan lain-lain.
 
2.1.1. Indikasi
Indikasi utama untuk dilakukan tindakan sirkumsisi adalah phimosis yang patologi. Indikasi lainuntuk dilakukan prosedur ini adalah paraphimosis, balanitis yang sering timbul kembali atau balanoposthitis, dan alasan sosial ataupun religi.
1
Pada studi prospektif jangka panjang, 40% anak laki-laki yang dirawat untuk phimosis ditemukanmemiliki
 Balanitis Xerotica Obliteraus
(BXO), yang memiliki hubungan dengan perkembangansel pipih karsinoma penis (penile SCC), juga menjadi indikasi relatif untuk dilakukannyasirkumsisi. Paraphimosis bukanlah sebuah penyakit yang dapat ditemui pada berbagai umur; biasanya merupakan hasil dari insiden pada preputium. Paraphimosis ini merupakan indikasitersering kedua.
1
Indikasi lain yang relatif jarang untuk dilaksanakan sirkumsisi adalah tumor kecil preputium ataukondiloma dan penile lymphedema. Pada kasus-kasus lain, sirkumsisi dilakukan pada anak laki-laki dengan
Vesicourethral Reflux
(VUR) yang menderita Infeksi Saluran Kemih (ISK). Pada pemasangan kateter Foley sering ditemukan masalah; hal ini biasa dijadikan indikasi untuk dilakukan sirkumsisi.
2
2.1.2. Kontraindikasi
Secara umum sirkumsisi tidak dilaksanakan pada bayi yang lahir prematur atau mereka yangmemilki dyscrasis darah. Selain itu prosedur ini tidak boleh dilakukan pada anak dengan anomali penile kongenital seperti Hypospadia, Epispadia, Chordee, Penile Webbing, dan buried penis.
1
2.1.3. Teknik Operasi
Teknik sirkumsis secara umum terdapat dua macam, yaitu Dorsal slit dan teknik Sleeve.
1
Prosedur operasi ini terbagi menjadi dua bagian yaitu pre-operatif dan intra-operatif.
2.1.3.1. Pre-operatif 
Sangat penting melakukan
informed-consent 
sebelum melakukan sirkumsisi. Berikan informasiresiko-resiko yang mungkin terjadi, diantaranya perdarahan, terbentuknya hematoma, infeksi,gangguan pada jahitan, bekas luka karena ketidaksengajaan pada uretra atau glan, dan perubahansensasi selama berhubungan seksual. Pasien dengan balanitis harus bebas dari infeksi sebelum prosedur dilakukan.Sirkumsisi dapat dilakukan di praktek dengan anastesi lokal atau di ruang operaasi dengan anastesiregional atau umum. Untuk pasien yang mengalami kecemasan atau kegelisahan di praktek dapatdiberikan diazepam (Valium), 2-5 mg secara oral satu jam sebelum dilakukan tindakan. Dosisuntuk orang dewasa adalah 2-10 mg. Sedangkan pada anak-anak tidak disarankan untuk  pemeberian ini.
2.1.3.2. Intra-operatif 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->