Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH

AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:

More info:

Published by: Widhic Sang Dewa Amor on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2012

pdf

text

original

 
PSAK TENTANG AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH
AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH
Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring adalah paragraph standar. Paragraf Standar harus dibaca dalam kaitannya dengan paragraf penjelasan yang dicetak dengan huruf tegak (biasa).Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material (immaterial items)PENDAHULUANTujuan
1.
Pernyataan ini bertujuan untuk mengatur perlakuan akuntansi (pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan) transaksi khusus yang berkaitan dengan aktivitas bank syariah.Ruang Lingkup2.Pernyataan ini diterapkan untuk bank umum syariah, bank perkreditan rakyat syariah, dankantor cabang syariah bank konvensional yang beroperasi di Indonesia.3.Hal-hal umum yang tidak diatur dalam pernyataan ini mengacu pada pernyataan standar akuntansi keuangan yang lain dan atau prinsip akuntansi yang berlaku umum sepanjangtidakcbertentangan dengan prinsip syariah.
4.
Pernyataan ini bukan merupakan pengaturan penyajian laporan keuangan sesuai permintaankhusus (statutory) pemerintah, lembaga pengawas independen, dan bank sentral (Bank Indonesia).5.Usaha bank banyak dipengaruhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang dapat berbedadengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Laporan keuangan yang disajikan berdasarkan pernyataan ini tidak dimaksudkan untuk memenuhi peraturan perundang-undangan tersebut.PENGAKUAN DAN PENGUKURANPengakuan dan Pengukuran MudharabahKarakteristik 
6.
Mudharabah adalah akad kerjasama usaha antara shahibul maal (pemilik dana) danmudharib (pengelola dana) dengan nisbah bagi hasil menurut kesepakatan di muka.
7.
Jika usaha mengalami kerugian, maka seluruh kerugian ditanggung oleh pemililk dana,kecuali jika ditemukan adanya kelalaian atau kesalahan oleh pengelola dana, seperti penyelewengan, kecurangan dan penyalahgunaan dana.
 
8.
Mudharabah terdiri dari dua jenis, yaitu mudharabah muthlaqah (investasi tidak terikat)dan mudharabah muqayyadah (investasi terikat).
9.
Mudharabah muthlaqah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan kebebasankepada pengelola dana dalam pengelolaan investasinya.
10.
Mudharabah muqayyadah adalah mudharabah dimana pemilik dana memberikan batasankepada pengelola dana mengenai tempat, cara, dan obyek investasi. Sebagai contoh, pengeloladana dapat diperintahkan untuk:(a) Tidak mencampurkan dana pemilik dana dengan dana lainnya;(b) Tidak menginvestasikan dananya pada transaksi penjualan cicilan, tanpa penjamin, atautanpa jaminan; atau(c) Mengharuskan pengelola dana untuk melakukan investasi sendiri tanpa melalui pihak ketiga.11.Bank dapat bertindak baik sebagai pemilik dana maupun pengelola dana. Apabila bank  bertindak sebagai pemililk dana, maka dana yang disalurkan disebut pembiayaan mudharabah.Apabila bank sebagai pengelola dana, maka dana yang diterima:(a) Dalam mudharabah muqayyadah disajikan dalam laporan perubahan investasi terikatsebagai investasi terikat dari nasabah; atau(b) Dalam mudharabah muthlaqah disajikan dalam neraca sebagai investasi tidak terikat.12. Pengembalian pembiayaan mudharabah dapat dilakukan bersamaan dengan distribusi bagi hasilatau pada saat diakhirinya mudharabah.13. Pada prinsipnya, dalam pembiayaan mudharabah tidak ada jaminan, namun agar pengeloladana tidak melakukan penyimpangan, pemilik dana dapat meminta jaminan dari pengeloladana atau pihak ketiga. Jaminan ini hanya dapat dicairkan apabila pengelola dana terbuktimelakukan pelanggaran terhadap hal-hal yang telah disepakati bersama dalam akad.Bank sebagai Shahibul Maal (Pemilik Dana)Pengakuan dan Pengukuran Pembiayaan Mudharabah14.Pengakuan pembiayaan mudharabah adalah sebagaiberikut:(a) Pembiayaan mudharabah diakui pada saat pembayaran kas atau penyerahan aktiva non-kaskepada pengelola dana; dan(b) Pembiayaan mudharabah yang diberikan secara bertahap diakui pada setiap tahap pembayaran atau penyerahan.
 
15. Pengukuran pembiayaan mudharabah adalah sebagai berikut:(a) pembiayaan mudharabah dalam bentuk kas diukur sejumlah uang yang diberikan bank padasaat pembayaran;(b) pembiayaan mudharabah dalam bentuk aktiva non-kas:(i) diukur sebesar nilai wajar aktiva non-kas pada saat penyerahan; dan(ii) selisih antara nilai wajar dan nilai buku aktiva non-kas diakui sebagai keuntungan ataukerugian bank, dan(c) beban yang terjadi sehubungan dengan mudhabarah tidak dapat diakui sebagai pembiayaanmudharabah kecuali telah disepakati bersama.16. Setiap pembayaran kembali atas pembiayaan mudharabah oleh pengelola dana mengurangi pembiayaan mudharabah.17. Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang sebelum dimulainya usaha karena adanyakerusakan atau sebab lainnya tanpa adanya kelalaian atau kesalahan pihak pengelola dana,maka rugi tersebut mengurangi saldo pembiayaan mudharabah dan diakui sebagai kerugian bank.18. Apabila pembiayaan diberikan dalam bentuk non-kas makakegiatan usaha mudharabahdianggap mulai berjalan sejak barangtersebut diterima oleh pengelola dana dalam kondisi siapdipergunakan sesuai dengan ketentuan dalam akad.19. Apabila sebagian pembiayaan mudharabah hilang setelah dimulainya usaha tanpa adanyakelalaian atau kesalahan pengelola dana maka kerugian tersebut diperhitungkan pada saat bagihasil.20. Apabila pembiayaan diberikan dalam bentuk non-kas dan barang tersebut mengalami penurunan nilai pada saat atau setelah barang dipergunakan secara efektif dalam kegiatanusaha makakerugian tersebut tidak langsung mengurangi jumlah pembiayaan namundiperhitungan pada saat pembagian bagi hasil.21. Kelalaian atas kesalahan pengelola dana, antara lain, ditunjukkan oleh:(a) tidak dipenuhinya persyaratan yang ditentukan di dalam akad;(b) tidak terdapat kondisi di luar kemampuan (force majeur) yang lazim dan/atau yang telahditentukan di dalam akad; atau(c) hasil putusan dari badan arbitrase atau pengadilan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->