Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ibu Hamil

Asuhan Keperawatan Keluarga Pada Ibu Hamil

Ratings: (0)|Views: 543|Likes:
Published by Krizty Nathalya S

More info:

categoriesTypes, Maps
Published by: Krizty Nathalya S on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/28/2013

pdf

text

original

 
ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA IBU HAMILTINJAUAN TEORIA. PENGERTIAN
Bumil adalah: suatu kondisi dimana seorang perempuan mengalami
¬
kehamilan.Kehamilan adalah: suatu kondisi yang terjadi bila ada pertemuan dan
persenyawaanantara sel telur (ovum) dan sel mani (spermatozoa).Kehamilan terbagi atas: trimester I (1 – 14 minggu), trimester II (14 – 
28 minggu),trimester III (28 – 42 minggu)
B. KONSEP PERKEMBANGAN
Perkembangan / Perubahan Fisik 1. Perubahan pada kulitTerjadi hiperpigmentasi yaitu kelebihan pigmen di tempat tertentu. Pada wajah, pipi, danhidung mengalami hiperpigmentasi sehingga menyerupai topeng (topeng kehamilan ataukloasma gravidarum). Pada areola mamae dan Puting susu, daerah yang berwarna hitam disekitar puting susu akan menghitam. Sekitar areola yang biasanya tidak berwarna akan berwarna hitam. Hal ini disebut areola mamae sekunder. Puting susu menghitam danmembesar sehingga lebih menonjol. Pada areola suprapubis, terdapat garis hitam yangmemanjang dari atas simfisis sampai pusat. Warnanya lebih hitam dibandingkansebelumnya, muncul garis baru yang memanjang ditengah atas pusat (linea nigra). Pada perut, selain hiperpigmentasi terjadi stria gravidarum yang merupakan garis pada kulit.Terdapat 2 jenis stria gravidarum yaitu stria livida (garis berwarna biru) dan stria albikan(garis berwarna putih). Hal ini terjadi karena pengaruh melanophore stimulating hormonelobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis.2. Perubahan kelenjar Kelenjar gondok membesar sehingga leher ibu berbentuk seperti leher pria. Perubahan initidak selalu terjadi pada wanita hamil.3. Perubahan payudaraPerubahan ini pasti terjadi pada wanita hamil karena dengan semakin dekatnya persalinan, payudara menyiapkan diri untuk memproduksi makanan pokok untuk bayi setelah lahir.Perubahan yang terlihat pada payudara adalah:a. Payudara membesar, tegang dan sakit b. Vena di bawah kulit payudara membesar dan terlihat jelasc. Hiperpigmentasi pada areola mamae dan puting susu serta muncul areola mamaesekunder d. Kelenjar Montgomery yang terletak di dalam areola mamae membesar dan kelihatan dariluar. Kelenjar Montgomery mengeluarkan lebih banyak cairan agar puting susu selalulembab dan lemas sehingga tidak menjadi tempat berkembang biak bakteri.e. Payudara ibu mengeluarkan cairan apabila dipijat. Mulai kehamilan 16 minggu, cairanyang dikeluarkan jernih. Pada kehamilan 16 minggu sampai 32 minggu, warna cairan agak  putih seperti air susu yang sangat encer. Dari kehamilan 32 minggu sampai anak lahir,cairan yang dikeluarkan lebih kental, berwarna kuning, dan banyak mengandung lemak.Cairan ini disebut kolostrum.4. Perubahan perutSemakin mendekati masa persalinan, perut semakin besar. Biasanya hingga kehamilan 4
 
 bulan, pembesaran perut belum kelihatan. Setelah kehamilan 5 bulan, perut mulai kelihatanmembesar. Saat hamil tua, perut menjadi tegang dan pusat menonjol ke luar. Timbul striagravidarum dan hiperpigmentasi pada linea alba serta linea nigra.5. Perubahan alat kelamin luar Alat kelamin luar ini tampak hitam kebiruan karena adanya kongesti pada peredaran darah.Kongesti terjadi karena pembuluh darah membesar, darah yang menuju uterus sangat banyak, sesuai dengan kebutuhan uterus untuk membesarkan dan memberi makan janin.Gambaran mukosa vagina yang mengalami kongesti berwarna hitam kebiruan tersebutdisebut tanda Chadwick.6. Perubahan pada tungkaiTimbul varises pada sebelah atau kedua belah tungkai. Pada hamil tua, sering terjadi edema pada salah satu tungkai. Edema terjadi karena tekanan uterus yang membesar pada venafemoralis sebelah kanan atau kiri.7. Perubahan pada sikap tubuhSikap tumbuh ibu menjadi lordosis karena perut yang membesar.Perkembangan / Perubahan PsikologisMenurut teori Rubin, perubahan psikologis yang terjadi pada:Trimester I meliputi: ambivalen, takut, fantasi, dan khawatir.Trimester II meliputi: perasaan lebih nyaman serta kebutuhan mempelajari perkembangandan pertumbuhan janin meningkat. Kadang tampak egosentris dan berpusat pada dirisendiri.Trimester III meliputi: memiliki perasaan aneh, sembrono, lebih introvert, danmerefleksikan pengalaman masa lalu.
C. MASALAH YANG SERING TERJADI
1. Respon terhadap perubahan citra tubuhPerubahan fisiologis kehamilan menimbulkan perubahan bentuk tubuh yang cepat dannyata. Selama trimester I bentuk tubuh sedikit berubah, tetapi pada trimester II pembesaranabdomen yang nyata, penebalan pinggang dan pembesaran payudara memastikan statuskehamilan. Wanita merasa seluruh tubuhnya bertambah besar dan menyita ruang yanglebih luas. Perasaan ini semakin kuat seiring bertambahnya usia kehamilan. Secara bertahap terjadi kehilangan batasan – batasan fisik secara pasti, yang berfungsimemisahkan diri sendiri dari orang lain dan memberi rasa aman.Sikap wanita terhadap tubuhnya di duga dipengaruhi oleh nilai – nilai yang diyakininyadan sifat pribadinya. Sikap ini sering berubah seiring kemajuan kehamilan. Sikap positif terhadap tubuh biasanya terlihat selama trimester I. Namun, seiring kemajuan kehamilan, perasaan tersebut menjadi lebih negatif. Pada kebanyakan wanita perasaan suka atau tidak suka terhadap tubuh mereka dalam keadaan hamil bersifat sementara dan tidak menyebabkan perubahan persepsi yang permanen tentang diri mereka.2. Ambivalensi selama masa hamilAmbivalensi didefinisikan sebagai konflik perasaan yang simultan, seperti cinta dan benciterhadap seseorang, sesuatu, atau suatu keadaan. Ambivalensi adalah respon normal yangdialami individu yang mempersiapkan diri untuk suatu peran baru. Kebanyakan wanitamemiliki sedikit perasaan ambivalen selama hamil.Bahkan wanita yang bahagia dengan kehamilannya, dari waktu ke waktu dapat memilikisikap bermusuhan terhadap kehamilan atau janin. Pernyataan pasangan tentang kecantikan
 
seorang wanita yang tidak hamil atau peristiwa promosi seorang kolega ketika keputusanuntuk memiliki seorang anak berarti melepaskan pekerjaan dapat meningkatkan rasaambivalen. Sensasi tubuh, perasaan bergantung, dan kenyataan tanggung jawab dalammerawat anak dapat memicu perasaan tersebut.Perasaan ambivalen berat yang menetap sampai trimester III dapat mengindikasikan bahwakonflik peran sebagai ibu belum diatasi (Lederman, 1984). Setelah kelahiran seorang bayiyang sehat, kenangan akan perasaan ambivalen ini biasanya lenyap. Apabila bayi yanglahir cacat, seorang wanita kemungkinan akan mengingat kembali saat – saat ia tidak menginginkan anak tersebut dan merasa sangat bersalah. Tanpa penyuluhan dan dukunganyang memadai, ia dapat menjadi yakin bahwa perasaan ambivalennya telah menyebabkananaknya cacat.3. Hubungan seksualEkspresi seksual selama masa hamil bersifat individual. Beberapa pasangan menyatakan puas dengan hubungan seksual mereka, sedangkan yang lain mengatakan sebaliknya.Perasaan yang berbeda – beda ini dipengaruhi oleh faktor – faktor fisik, emosi, daninteraksi, termasuk takhayul tentang seks selama masa hamil, masalah disfungsi seksual,dan perubahan fisik pada wanita.Dengan berlanjutnya kehamilan, perubahan bentuk tubuh, citra tubuh, dan rasa tidak nyaman mempengaruhi keinginan kedua belah pihak untuk menyatakan seksualitasmereka. Selama trimester I seringkali keinginan seksual wanita menurun, terutama jika iamerasa mual, letih, dan mengantuk. Saat memasuki trimester II kombinasi antara perasaansejahteranya dan kongesti pelvis yang meningkat dapat sangat meningkatkan keinginannyauntuk melampiaskan seksualitasnya. Pada trimester III peningkatan keluhan somatik (tubuh) dan ukuran tubuh dapat menyebabkan kenikmatan dan rasa tertarik terhadap seksmenurun (Rynerson, Lowdermilk, 1993)Pasangan tersebut perlu merasa bebas untuk membahas hubungan seksual mereka selamamasa hamil. Kepekaan individu yang satu terhadap yang lain dan keinginan untuk berbagimasalah dapat menguatkan hubungan seksual mereka. Komunikasi antara pasanganmerupakan hal yang penting. Pasangan yang tidak memahami perubahan fisiologis danemosi, yang terjadi dengan cepat selama masa hamil, dapat menjadi bingung saat melihat perilaku pasangannya. Dengan membicarakan perubahan – perubahan yang mereka alami, pasangan dapat mendefinisikan masalah mereka dan menawarkan dukungan yangdiperlukan. Perawat dapat memperlancar komunikasi antar pasangan dengan berbicarakepada pasangan tentang perubahan perasaan dan perilaku yang mungkin dialami wanitaselama masa hamil (Rynerson, Lowdermilk, 1993)4. Kekhawatiran tentang janinKekhawatiran orang tua terhadap kesehatan anak berbeda – beda selama masa hamil(Gaffney, 1988). Kekhawatiran pertama timbul pada trimester I dan berkaitan dengankemungkinan terjadinya keguguran. Banyak wanita yang sengaja tidak maumemberitahukan kehamilannya kepada orang lain sampai periode ini berlalu. Ketika janinmenjadi semakin jelas, yang terlihat dengan adanya gerakan dan denyut jantung,Kecemasan orang tua yang terutama ialah kemungkinan cacat pada anaknya. Orang tuamungkin akan membicarakan rasa cemasnya ini secara terbuka dan berusaha untuk memperoleh kepastian bahwa anaknya dalam keadaan sempurna. Pada tahap lanjutkehamilan, rasa takut bahwa anaknya dapat meninggal semakin melemah. Kemungkinankematian ini terbukti semakin tidak dipikirkan orang tua.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->