Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Etika Berpakaian Dan Berhias Dalam Islam

Etika Berpakaian Dan Berhias Dalam Islam

Ratings: (0)|Views: 426 |Likes:
Published by Bunda Yeti

More info:

Published by: Bunda Yeti on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/15/2013

pdf

text

original

 
Etika berpakaian dan Berhias dalam islam
Tema : Agama di Pandang dari Sudut Pandang AgamaJudul : Etika Berpakaian dan Berhias
 Sebelum membahas jauh tentang Etika di pandang dari sudut agama kita harusmengetahui apa pengertian etika itu sendiriPENGERTIAN ETIKADalam pergaulan hidup bermasyarakat, bernegara hingga pergaulan hidup tingkatinternasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul.Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutansopan santun, tata krama, protokoler dan lain-lain.Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yangterlibat agar mereka senang, tenang, tentram, terlindung tanpa merugikan kepentingannya sertaterjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlakudan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. Hal itulah yang mendasari tumbuhkembangnya etika di masyarakat kita.Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku, adat kebiasaan manusiadalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk.Perkataan etika atau lazim juga disebut etik, berasal dari kata Yunani ETHOS yang berartinorma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik 
Pengertian agama sendiri bisa di artikan
 Agama (Sanskerta, a = tidak; gama = kacau) artinya tidak kacau; atau adanya keteraturandan peraturan untuk mencapai arah atau tujuan tertentu. Religio (dari
religere
, Latin) artinyamengembalikan ikatan, memperhatikan dengan saksama; jadi agama adalah tindakan manusiauntuk mengembalikan ikatan atau memulihkan hubungannya dengan Ilahi.
 
Dari sudut sosiologi, agama adalah tindakan-tindakan pada suatu sistem sosial dalam diriorang-orang yang percaya pada suatu kekuatan tertentu (yang supra natural) dan berfungsi agardirinya dan masyarakat keselamatan. Agama merupakan suatu sistem sosial yang dipraktekkanmasyarakat; sistem sosial yang dibuat manusia (pendiri atau pengajar utama agama) untuk berbhakti dan menyembah Ilahi. Sistem sosial tersebut dipercayai merupakan
 perintah, hukum,kata-kata
yang langsung datang dari Ilahi agar manusia mentaatinya. Perintah dan kata-katatersebut mempunyai kekuatan Ilahi sehingga dapat difungsikan untuk mencapai ataumemperoleh keselamatan (dalam arti seluas-luasnya) secara pribadi dan masyarakat.Dari sudut kebudayaan, agama adalah salah satu hasil budaya. Artinya, manusiamembentuk atau menciptakan agama karena kemajuan dan perkembangan budaya sertaperadabannya. Dengan itu, semua bentuk-bentuk penyembahan kepada Ilahi (misalnya nyanyian,pujian, tarian, mantra, dan lain-lain) merupakan unsur-unsur kebudayaan. Dengan demikian, jikamanusia mengalami kemajuan, perubahan, pertumbuhan, dan perkembangan kebudayaan, makaagama pun mengalami hal yang sama. Sehingga hal-hal yang berhubungan dengan ritus,nyanyian, cara penyembahan [bahkan ajaran-ajaran] dalam agama-agama perlu diadaptasi sesuaidengan sikon dan perubahan sosio-kultural masyarakat.Sedangkan kaum agamawan berpendapat bahwa agama diturunkan TUHAN Allahkepada manusia. Artinya, agama berasal dari Allah; Ia menurunkan agama agar manusiamenyembah-Nya dengan baik dan benar; ada juga yang berpendapat bahwa agama adalahtindakan manusia untuk menyembah TUHAN Allah yang telah mengasihinya. Dan masihbanyak lagi pandangan tentang agama, misalnya,1.
 
Agama ialah (sikon manusia yang) percaya adanya TUHAN, dewa, Ilahi; dan manusia yangpercaya tersebut, menyembah serta berbhakti kepada-Nya, serta melaksanakan berbagaimacam atau bentuk kewajiban yang bertalian dengan kepercayaan tersebut2.
 
Agama adalah cara-cara penyembahan yang dilakukan manusia terhadap sesuatu
Yang Dipercayai
berkuasa terhadap hidup dan kehidupan serta alam semesta; cara-cara tersebutbervariasi sesuai dengan sikon hidup dan kehidupan masyarakat yang menganutnya ataupenganutnya
 
3.
 
Agama ialah percaya adanya TUHAN Yang Maha Esa dan hukum-hukum-Nya. Hukum-hukum TUHAN tersebut diwahyukan kepada manusia melalui utusan-utusan-Nya; utusan-utusan itu adalah orang-orang yang dipilih secara khusus oleh TUHAN sebagai pembawaagama. Agama dan semua peraturan serta hukum-hukum keagamaan diturunkan TUHAN(kepada manusia) untuk kebahagiaan hidup manusia di dunia dan akhiratJadi, secara umum, agama adalah upaya manusia untuk mengenal dan menyembah Ilahi(yang dipercayai dapat memberi keselamatan serta kesejahteraan hidup dan kehidupan kepadamanusia); upaya tersebut dilakukan dengan berbagai ritus (secara pribadi dan bersama) yangditujukan kepada Ilahi.Secara khusus, agama adalah tanggapan manusia terhadap
 penyataan
TUHAN Allah.Dalam keterbatasannya, manusia tidak mampu mengenal TUHAN Allah, maka Ia menyatakanDiri-Nya dengan berbagai cara agar mereka mengenal dan menyembah-Nya. Jadi, agama
datang
 dari manusia, bukan TUHAN AllahDari dasar pengertian inilah selanjutnya terjadi pengertian yang semakin berkembang,seperti apa yang kita kenal sampai sekarang. agama ialah suatu kepercayaan yang berisi norma-norma atau peraturan-peraturan yang menata bagaimana cara berhubungan antara manusiadengan Sang Hyang/Yang Maha Kuasa, norma atau peraturan-peraturan mana dianggap kekalsifatnya.Jadi, antara etika dengan agama terdapat titik persamaan dan perbedaan:
Persamaannya sebagai berikut:
 a. Pada sasarannya : baik etika maupun agama sama-sama bertujuan meletakkan dasar ajaranmoral, supaya manusia dapat membedakan mana perbuatan yang baik dan mana yangtercelab. Pada sifatnya : etika dan agama sama bersifat memberi peringatan, jadi tidak memaksa
Perbedaanya sebagai berikut:
 

Activity (6)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Ahmad Mukhlas liked this
Ancu Syamsu liked this
Ubed Maloloe liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->