Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword or section
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pelaksanaan Prinsip-Prinsip Good Governance Dan Reinventing Government Dalam Pelayanan Publik Pada Era Otonomi Daerah

Pelaksanaan Prinsip-Prinsip Good Governance Dan Reinventing Government Dalam Pelayanan Publik Pada Era Otonomi Daerah

Ratings: (0)|Views: 1,082|Likes:
Published by Julie Anna

More info:

Published by: Julie Anna on Jun 28, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/13/2014

pdf

text

original

 
Pelaksanaan Prinsip-prinsip Good Governance dan Reinventing Governmentdalam Pelayanan Publik pada era Otonomi Daerah
PERSPEKTIF PARADIGMA BARU ADMINISTRASI NEGARA DALAMMENGHADAPI PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP PENYELENGGARAANPEMERINTAHAN(Suatu Tinjauan Pelaksanaan Prinsip-prinsip
Good Governance
dan
 ReinventingGovernment
dalam Pelayanan Publik pada era Otonomi Daerah)Pendahuluan
 Selama ini,
Public Administration
selalu diterjemahkan dengan Administrasi Negara.Akibat dari terjemahan seperti itu, selama beberapa dekade di Indonesia, orientasi administrasinegara adalah bagaimana pelayanan kepada negara, dan masyarakat harus melayani negara,semuanya serba negara s
ehingga muncul istilah “abdi negara”. Apabila segala sesuatu
diatasnamakan negara, maka hal tersebut sudah harus tuntas, dan direlakan; semua orang harusberkorban demi negaranya. Dengan demikian, pelayanan yang semula dikonsep untuk masyarakat umum, terbalik menjadi pelayanan untuk negara. Padahal konsep awal dari
Public Administration
 
sesuai dengan terjemahannya adalah “Administrasi Publik” yaitu berorientasi
kepada masyarakat. Perkembangan terbaru paradigma administrasi publik, mengarah kepadamasyarakat dan berorientasi kepada masyarakat serta berupaya bagaimana strategi melakukanatau melayani masyarakat (publik). Hal ini sejalan dengan hakekat pelaksanaa era otonomi,yakni peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.Pada dasarnya masyarakat tidak terlalu peduli dengan
more regulated 
atau
lessregulated, less governed 
atau
more governed 
karena kepedulian utama mereka terletak padaterselesaikannya beragam masalah yang mereka hadapi. Bagi administrasi publik, kondisi inimerupakan tantangan besar yang harus dihadapi mengingat kebutuhan masyarakat yangsemakin kompleks sementara sumber daya dan kapasitas birokrasi yang berkembang tidak sebanding dengan perkembangan kebutuhan tersebut. Dalam beberapa tahun terakhir ini,
 
berkembang beragam pendekatan dalam menghadapi tuntutan ini. Isu manajemen publik dan
 public governance
(kepemerintahan publik) terus meluas dan menjadi perdebatan hangat(Khairul Muluk, 2004).
Paradigma
Good Governance
dalam Pelayanan Publik
Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik yang dilakukan olehpemerintah atau pemerintah daerah, selama ini didasarkan pada paradigma
rule government 
 (pendekatan legalitas). Dalam merumuskan, menyusun dan menetapkan kebijakan senantiasadidasarkan pada pendekatan prosedur dan keluaran
(out put),
serta dalam prosesnyamenyandarkan atau berlindung pada peraturan perundang-undangan atau mendasarkan padapendekatan legalitas. Penggunan paradigma
rule government 
atau pendekatan legalitas, dewasaini cenderung mengedepankan prosedur, hak dan kewenangan atas urusan yang dimiliki(kepentingan pemerintah daerah), dan kurang memperhatikan prosesnya. Pengertiannya, dalamproses merumuskan, menyusun dan menetapkan kebijakan, kurang optimal melibatkan
stakeholder 
(pemangku kepentingan di lingkungan birokrasi, maupun masyarakat).Penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik menurut paradigma
good governance,
dalam prosesnya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah berdasarkanpendekatan
rule government 
(legalitas), atau hanya untuk kepentingan pemeintahan daerah.Paradigma
good governance
, mengedepankan proses dan prosedur, dimana dalam prosespersiapan, perencanaan, perumusan dan penyusunan suatu kebijakan senantiasa mengedepankankebersamaan dan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.Pelibatan elemen pemangku kepentingan di lingkungan birokrasi sangat penting, karenamerekalah yang memiliki kompetensi untuk mendukung keberhasilan dalam pelaksanaankebijakan. Pelibatan masyarakat juga harus dilakukan, dan seharusnya tidak dilakukanformalitas, penjaringan aspirasi masyarakat (jaring asmara) tehadap para pemangku kepentingandilakukan secara optimal melalui berbagai teknik dan kegiatan, termasuk di dalam prosesperumusan dan penyusunan kebijakan.
 
Penyelenggaraan kepemerintahan yang baik, pada dasarnya menuntut keterlibatanseluruh komponen pemangku kepentingan, baik di lingkungan birokrasi maupun di lingkunganmasyarakat. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik, adalah pemerintah yang dekat denganmasyarakat dan dalam memberikan pelayanan harus sesuai dengan kebutuhan masyarakat.Esensi kepemerintahan yang baik 
(good governance)
dicirikan dengan terselenggaranyapelayanan publik yang baik, hal ini sejalan dengan esensi kebijakan desentralisasi dan otonomidaerah yang ditujukan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah mengatur dan mengurusmasyarakat setempat, dan meningkatkan pelayanan publik.Kebijakan pelayanan publik di era otonomi daerah sangat strategis dalam upayamewujudkan kepemerintahan yang baik, dengan demikian pelayanan publik memiliki nilaistrategis dan menjadi prioritas untuk dilaksanakan. Menjadi pertanyaan, apakah fungsipemerintahan yang lainnya tidak strategis dan tidak prioritas? Bukankah dalam penyelenggaraanpemerintahan juga banyak masalah yang mendesak yang harus ditangani? Jawabannya tidak sederhana. Tetapi kalau kita memahami essensi kepemerintahan yang baik dan
 
hubungannyadengan tujuan pemberian otonomi daerah, maka sebenarnya jelas arahnya, yaitu pemerintahdaerah diberi tugas dan fungsi, serta tanggungjawab dan kewajiban untuk menyelenggarakanpelayanan publik yang baik.Beberapa pertimbangan mengapa pelayanan publik (khususnya dibidang perizinan dannon perizinan) menjadi strategis, dan menjadi prioritas sebagai
kunci masuk 
untuk melaksanakankepemerintahan yang baik di Indonesia. Salah satu pertimbangan mengapa pelayanan publik menjadi strategis dan prioritas untuk ditangani adalah, karena dewasa ini penyelenggaraanpelayanan publik sangat buruk dan signifikan dengan buruknya penyelenggaraan
good governance
. Dampak pelayanan publik yang buruk sangat dirasakan oleh warga dan masyarakatluas, sehingga menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakpercayaan terhadap kinerja pelayananpemerintah. Buruknya pelayanan publik, mengindikasikan kinerja manajemen pemerintahanyang kurang baik.Kinerja manajemen pemerintahan yang buruk, dapat disebabkan berbagai faktor, antaralain: ketidakpedulian dan rendahnya komitmen top pimpinan, pimpinan manajerial atas,menengah dan bawah, serta aparatur penyelenggara pemerintahan lainnya untuk berama-sama

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Halimah Rama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->