2
Jumat, 29 Juni 2012
Banten Raya
MenungguSentuhan Anggito
P
ENUNJUKAN
Anggito Abimanyu sebagai DirjenPenyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU)diharapkan membawa perbaikan di tubuh Ke-menterian Agama. Terutama dalam hal pengelolaan haji.Anggito yang merupakan ekonom dan mantan kepalaBadan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan tersebutmendapat beban berat untuk memecahkan persoalanyang selalu disorot masyarakat setiap penyelenggaraanibadah haji berlangsung. Yakni, dana simpanan haji yangnilainya sangat fantastis. Saat ini, dana yang dihimpundari para jamaah tersebut mencapai Rp 40 triliun. Sebuahangka yang tak main-main.Dana sebesar itu, jika dikelola dengan tepat, pasti akansangat bermanfaat bagi umat. Terutama bagi jamaahyang bersangkutan dan umat Islam lain yang mendapatpanggilan Allah untuk menunaikan rukun Islam kelimaitu pada tahun-tahun berikutnya.Selama ini, banyak pihak yang mempertanyakan kemana bunga dana simpanan haji yang bertahun-tahundisimpan di rekening Kementerian Agama (Kemenag) ter-sebut. Apalagi bila melihat antrean keberangkatan hajiyang di beberapa daerah bisa mencapai 7-11 tahun.Sejak calon jamaah menyetor dana awal hingga 7-11tahun mendatang berangkat, tentu bunga dana tersebutsudah sangat banyak. Seandainya satu calon jamaahmenyetor Rp 20 juta, bisa dihitung berapa pertam-bahannya setelah 7-11 tahun. Padahal, tiap tahun, takkurang dari 350 ribu penduduk Indonesia datang ke bankatau ke kantor Kementerian Agama di daerah untuk men-daftar haji dan menyetorkan dana awal.Uang sebesar itu akan membawa petaka bila salah ke-lola. Dua mantan menteri agama sudah menjadi korbansalah kelola dana haji (dana abadi umat). Said Agil Al-munawar dan Maftuh Basyuni harus merelakan dirinyatinggal sementara di penjara karena dianggap bertang-gung jawab atas kesalahan pengelolaan dana umat ter-sebut.Nah, di tangan Anggito yang sangat paham pengelolaankeuangan, uang yang sangat besar tersebut diharapkanbenar-benar bisa membawa manfaat bagi jamaah dancalon jamaah haji. Syukur-syukur, dampak lebih jauh,ongkos naik haji bisa turun hingga di bawah Rp 30 juta.Beberapa komponen biaya yang bisa disubsidi dari bungasimpanan haji tidak lagi menjadi beban jamaah yang akanberangkat. Dengan begitu, manfaat simpanan haji akanbenar-benar dirasakan oleh mereka yang akan berangkatke Tanah Suci.Apakah Anggito akan mampu mengemban tugas berattersebut? Harus bisa. Sebab, apa gunanya Kemenag‘’mengimpor’’ pejabat dari kementerian lain bila hasilnyahanya akan sama dengan yang dicapai pejabat dari inter-nal Kemenag? Akan lebih bijak, mari kita berikan waktukepada ekonom dari Universitas Gadjah Mada (UGM)Yogjakarta tersebut untuk membuktikannya. Ujian awaladalah penyelenggaraan haji 2012 yang tinggal tiga bulanlagi. Kita tunggu saja.
(*)
TAJUK...
GAGASAN
Anggito dan Reformasi Haji
Oleh : Agus Riwanto
Atut Mangkir Sidang
Kita Harus Patuh pada Hukum
Warga Demo Peternakan Ayam
Damai Itu Lebih Indah!
Warga Cipala Krisis Air
Cari Solusinya Dong!
CELETUK
General Manager:
Taufik Rohman.
Pemimpin Redaksi:
Budi Sudiarto.
Redaktur Pelaksana:
Fierly MM.
Serang:
Wisnu Agus Mahendra, M Hilman Fikri, Marjuki, Muhamad Tohir,Rahmat Kurniawan.
Cilegon:
Abdul Tasir, Ahmad Fauzi Chan,Deni Saprowi, Megawati.
Pandeglang:
Muhaemin.
Lebak:
Harir Baldan.
Tangerang:
M Sofiyan.
Fotografer:
DoniKurniawan.
Pracetak:
Rochman S, Bayu Bagja, Yogi SatyaHardi, Arif Husniadi, Lesmono Hadi Prakoso.
PemasaranKoran/Iklan:
Taufik Rohman (Manager), Nurdin Said, DwiPurnomo, Yahya Hauna.
Keuangan:
Satrya Ardyanto.
Informasi & Teknologi (IT):
Samsul Hadi.
Alamat Redaksi & Tata Usaha:
Jl Raya Cilegon RukoMonalisa Blok C2 No.4, Cibeber - Cilegon ( Depan Cilegon GreenMega Block) Tlp (0254) 378169 (hunting),
Website:
www.bantenrayapost.co.id.
e-mail:
barayapost@yahoo.com, Fax (0254) 378179.
Biro Jakarta:
Arif Badi Karyawan, Komplek Widuri A-3 Jl Palmerah Barat No353 Kebayoran Lama, Jakarta 12250, Telp (021) 5322632,5330976, Fax (021) 5322629.
Rekening: Bank Jabar Banten
No. Rek: 0006012809001an. PT Wahana Semesta Cilegon Raya.
Bank BTN CabangSerang
No. Rek: 00171-01-30-000026-2 an. PT WahanaSemesta Cilegon Raya.
Panin Bank
No. Rek: 2715000181 an.PT Wahana Semesta Cilegon Raya
Tarif Iklan:
Iklan Umum Display (BW): Rp. 17.500/mm.kolom.Sosial/Keluarga: Rp.7.500 /mm.kolom. Full Colour: Rp.30.000/ mm.kolom. BW hal 1: Rp. 35.000/mm.kolom. FC hal 1: Rp 55.000/ mm.kolom. Iklan Baris: Rp 12.500/baris min 3 baris maks 10baris. Paket Iklan Baris: Rp 55.000 (6 hari).Terbit Sejak Tanggal 23 Agustus 2006.
Penerbit:
PT WahanaSemesta Cilegon Raya.
Percetakan:
PT Wahana Java
Anda punya keluhan seputar fasilitas dan pelayanan saranaumum seperti listrik, air, penerangan jalan, jalan raya, rambulalu lintas, taman kota, kemacetan, persoalan sampah, danlain sebagainya? Sampaikan ke redaksi kami via SMS ke:
081573041025 081573041025 081573041025 081573041025 081573041025
atau
081210160519 081210160519 081210160519 081210160519 081210160519
Setiap SMS yang dimuat, nomor pengirimnya secara utuhikut ditayangkan sebagai bentuk pertanggungjawabankepada publik.
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
PKL DITERTIBKAN
– Kapan ya pedagang kaki lima dikawasan Royal, Kota Serang, ditertibkan. Kebera-daannya semrawut. Orang jadi malas bila melewati Royal.Di benaknya pasti terlintas macet. Kepada pihak terkaittolong dibenahi agar sedikit tertib, sehingga pengunjungpun nyaman saat belanja.
(08170773906)
Redaksi Banten Raya membuka ruang gagasan/opini ini untuk diisi tulisan dari lembaga/instansi/ sekolah/organisasi/yayasan/ponpes dll. Bagi yang berminat silakan hubungi redaksi Banten Raya di
Jl Raya Cilegon Ruko Monalisa Blok C2 No.4, Cibeber - Cilegon
atau email ke:
barayapost@yahoo.com
.
Untuk gagasan lepas, panjang tulisan tak lebih dari 8.000 karakter. Sertakanpas foto dan identitas pengirim yang jelas.
K
EMENTERIAN
Agama (Kemenag)membuat kejutandengan mengang-kat Anggito Abi-manyu, pakar eko-nomi dari UGM,menjadi Dirjen Haji dan Umrah. Sosokyang dikenal akan integritasnya itumenggantikan Slamet Riyanto yangmemasuki masa pensiun (Jawa Pos, 27Juni).Penempatan Anggito di Kemenag sa-ngat tepat di tengah memburuknya citrakementerian itu karena beberapa kasus.Yang mutakhir adalah dugaan korupsipengadaan Alquran. Bahkan, di awal2012 publik dikejutkan oleh pemberian“kado istimewa” dari KPK kepada Ke-menag berupa peringkat terbawah da-lam indeks integritas dari perilaku ko-rupsi. Di antara 22 lembaga negara pu-sat yang disurvei indeks integritas pu-sat (IIP)-nya oleh KPK, Kemenag bera-da di urutan ke-22. KPK mengungkap-kan, perilaku korupsi berupa suap dangratifikasi di Kemenag yang terbesarterdapat dalam pelayanan ibadah haji.Pengalaman Anggito di bidang ke-uangan, termasuk pernah menjadi ke-pala Badan Kebijakan Fiskal Kemen-terian Keuangan, diharapkan dapatmembantu mereformasi pengelolaankeuangan penyelenggaraan haji sertamengurai berbagai persoalan lain yangmemerlukan ketajaman analisis kebija-kan makro dan mikro. Itu memang lebihbaik bila diserahkan kepada ahlinya.Selama ini, pengelolaan penyelengga-raan haji dimotori pegawai karir yangberlatar belakang ilmu agama. Akibat-nya, kebijakannya cenderung monotondan tak visioner untuk menjawab ane-ka problem haji.
MEMETAKAN KORUPSI HAJI
Tugas pertama Anggito adalah sege-ra memetakan celah penyalahgunaanadministrasi (malaadministrasi) yangberpotensi korupsi. Paling tidak terda-pat tiga celah korupsi pelayanan iba-dah haji. Yaitu; (1) pada tingkat regu-lasi yang tak jelas dan terjadi kekoso-ngan hukum; (2) pada tata laksana atauproses bisnis, mulai bimbingan haji, pe-ngangkutan jamaah haji, hingga pe-mondokan; serta (3) manajemen sum-ber daya manusia (SDM) yang tidakmemadai dalam mengelola dan mela-yani ibadah haji secara akuntabel,transparan, dan profesional.Sedangkan menurut ICW, ada dela-pan masalah yang berpotensi korupsihaji, yakni terkait dengan UU, monopolidan buruknya tata kelola haji, penge-lolaan dana abadi umat (DAU), tabu-ngan haji, manipulasi ongkos haji, pe-ngawasan, korupsi penyelenggaraanhaji, serta pengadaan valuta asing(Kompas, 16 Desember 2011). ÂItulah sebabnya selama ini BPK kerapmenyatakan disclaimer (tanpa opini)ketika melakukan audit keuangan Ke-menag, termasuk dalam pengelolaandana ibadah haji. Pada 2011, KPK me-mang menyoroti buruknya pelayananadministrasi dalam pendaftaran atauperpanjangan izin penyelenggaraanibadah haji khusus (PIHK) dan perpan- jangan izin kelompok bimbingan ibadahhaji (KBIH). Bahkan, komponen waktupenyetoran dan format laporan sisa bi-aya operasional penyelenggara hajiyang disetor ke DAU selama ini jugatidak transparan. Kini bahkan setoranpertama calon haji untuk mendapat an-trean pemberangkatan telah terkumpulRp 30 triliun dengan menggunakanasumsi pengantre haji 1,2 juta orangdan masing-masing menyetor Rp 25 ju-ta. Juga, tampaknya, belum dibedakanantara bunga (“manfaat”, menurut isti-lah Kemenag) dan pokoknya dalam re-kening yang berbeda.Lebih dari itu, pengelolaan DAU pu-luhan triliun rupiah tidak cukup jelaspenggunaannya untuk pembiayaanumat yang mana dan dalam bentuk apa.Tentunyamasih segar dalam ingatanpublik ketika pada 2006 sejumlah peja-bat di kementerian tersebut, termasukmenterinya, Said Aqil Husein Al Mu-nawar, terjerat kasus korupsi DAU ka-rena telah melakukan malapraktik danahaji.
MENYIAPKAN REGULASI HAJI
Tugas kedua Anggito adalah mere-formasi administrasi birokrasi penye-lenggaraan haji secara sistemis, yaitumenyiapkan regulasi haji secara cermat.Sebab, potensi korupsi haji dapat ter- jadi karena UU No 13/2008 tentang Pe-nyelenggaraan Ibadah Haji yang me-ngatur seluk-beluk pola manajemenhaji belum dapat dilaksanakan oleh Ke-menag. Alasannya, belum diterbitkanaturan pelaksanaan berupa peraturanpemerintah (PP) oleh Presiden SBY. Ituadalah UU unik karena telah terbit em-pat tahun, namun tidak dapat diekse-kusi di lapangan karena terbentur PP.Padahal, bila UU itu dilaksanakan,mata rantai korupsi haji bisa terpotong.Sebab, dalam UU tersebut diatur per-lunya Dewan Pengawas Badan Penge-lola Dana Abadi Umat (BP DAU) yangakan mengawasi pengelolaan danayang diperoleh dari hasil pengemba-ngan atau sisa biaya operasional pe-nyelenggaraan ibadah haji. UU terse-but juga mengamanatkan perlunya di-bentuk Komisi Pengawas Haji Indone-sia (KPHI) untuk mengawasi semuaprosesi dan tahap penyelenggaraanhaji secara akurat dan akuntabel.Presiden SBY bisa disebut telah turutmelakukan pembiaran (by omission)korupsi haji secara sistemis karena alpamenerbitkan PP atas UU No 13/2008.
MENYIAPKAN BUMN HAJI
Tugas ketiga Anggito adalah menyi-apkan kemungkinan penjajakan penye-lenggaraan haji melalui badan usahamilik negara (BUMN). Untuk itu, tentudituntut desain besar reformasi biro-krasi haji dengan cara penyelenggaraanibadah haji tak dikelola Kemenag lagi,melainkan dialihkan ke BUMN.Pengalihan manajemen pengelolaanibadah haji melalui BUMN jauh lebihtepat. Sebab, model itu bukan sajaakan dapat melepaskan negara darimonopoli penyelenggaraan haji, tetapi juga akan menjadikan negara me-nempatkan diri cukup sebagai regula-tor dan pengawas, sedangkan pelak-sananya adalah badan khusus yangmemiliki kompetensi dan SDM andal dibidang operasionalisasi teknis penye-lenggaraan haji.Pola manajemen haji yang tersentraldi Kemenag sejak perencanaan, pelak-sanaan, hingga evaluasi minus SDMyang memadai terbukti telah menjeru-muskan lembaga agama itu ke dalam jurang korupsi. Selayaknya Kemenag“merelakan” dan “gembira” bila penye-lenggaraan haji diberikan kepada pihakketiga atau BUMN. Kemenag cukup ber-peran pada level bimbingan ritualitashaji, pengawasan, dan regulator haji.Saatnya kini seluruh jajaran Kemenagmenggelorakan semangat antikorupsidalam penyelenggaraan ibadah haji.Memilukan, para tamu Allah dijadikansasaran korupsi. Mudah-mudahan ke-hadiran Anggito akan menjadi spiritantikorupsi dan reformasi di kemente-rian yang bermoto ikhlas beramal itu.Semoga nafsu mengorupsi penyeleng-garaan ibadah berhenti sehingga reli-giusitas berdampak positif kepadabangsa. Selamat bekerja, Dirjen Ang-gito Abimanyu!
Penulis adalah kandidat doktorilmu hukum Universitas NegeriSebelas Maret (UNS) Surakarta
Kebebasan Beragama
Oleh: Prof Dr H Fauzul Iman, MA
NDONESIA
meru-pakan negara plu-ral yang menghim-pun anekaragamsuku, etnis, danagama. Keraga-man ini adalahanugerah Tuhan yang secara entitasdapat menawarkan dinamika Indonesiadalam kehidupan berbangsa dan ber-masyarakat.Tawaran alami ini seharusnya dipeli-hara dengan amat kreatif melalui akti-vitas bersama demi menjaga dan me-lestarikan budaya keragaman tersebut.Namun keragaman ini oleh sebagianmasyarakat tampaknya masih dilihatsebagai barang haram sehingga harusdikucilkan dari ruang kehidupan. Pa-dahal keragaman dalam doktrin budayadan agama manapun telah dibakukansebagai suatu keniscayaan teologiyang tidak dapat dilenyapkan dari alamkehidupan dunia.Di antara tindakan yang mencederaikeragaman ini tampak pada perilaku se-bagian pemeluk agama yang meng-klaim agamanya paling benar, semen-tara agama yang lain salah dan karenaitu tidak berhak dan dilarang berkem-bang di masyarakat. Pada akhirnya hakkebebasan seseorang dalam menentu-kan pilihan agamanya dihalangi (tidakdihormati). Kondisi ini jelas akan me-rusak keragaman dan dengan demikiandapat menghancurkan entitas tatanansosial yang diciptakan sebagai anuge-rah Tuhan buat mahluknya. Ajaranagama manapun mengecam hal ini se-bagai tindakan yang tak beradab ka-rena menghambat kebebasan manusiadalam menentukan pilihan berbudayadan mengejar prestasi di dalam bera-gama.Al-Quran mempolakan keragamankehidupan dengan amat jelas melaluiperbedaan pandangan (minhaj), po-tensi dan jalan hidup (syir’ah) yangdimiliki umat manusia (Q.S. 5:48). Per-bedaan itu dimaksudkan Tuhan seba-gai jalan berlomba (berkempetisi) me-raih kebaikan. Sebaliknya umat manusiayang mengingkari perbedaan (keraga-man) berarti menapikan kebaikan dariTuhan. Dalam konteks ini, makaIndonesia sebagai negara yang mengi-zinkan berbagai agama berkembang,berkewajiban memberdayakan kebai-kan Tuhan ini dengan secara lebih se-rius mengembangkan kebebasan be-ragama. Kebebasan beragama yang di-maksud bukan saja pada pengamalandari tradisi agama mapan, tetapi jugapada tumbuhnya inspirasi, dinamikadan pemahaman-pemahaman baru ter-hadap ajaran agama itu sendiri. Dengandemikian kebebasan beragama bukansaja menjadi khazanah kekayaan spri-tual bangsa, tetapi juga akan menya-lurkan udara intelektualitas dan keda-maian ke dalam ruang yang penuh de-ngan sekat primordial dan konflik yangbertendensi agama.Peristiwa kerusuhan antar pemelukagama yang mengarah pada sikap ra-dikalisme seperti pengusiran dan peng-hancuran terhadap aset–aset milik aga-ma (aliran dan paham) tertentu, jelasmerupakan tindakan yang melanggarhukum entitas keragaman dan kebeba-san beragama yang dibuat oleh Tuhansendiri. Pertanyaannya bagaimanadoktrin agama Islam menjelaskan ten-tang kebebasan beragama yang secaraempiris merupakan kenyataan yang ti-dak dapat ditawar keberadaannya. Tu-lisan ini akan mencoba membahasnya.
KEBEBASAN BERAGAMADALAM AJARAN
Islam melalui ajaran Al-Quran menye-ru kepada umat manusia untuk meng-hadapkan wajahnya ke agama hanif dan fitrah (Q.S:30). Hanif dan fitrah arti-nya cenderung pada kebenaran mulus,murni dan suci, yaitu kebenaran yangtidak pernah diintervensi oleh tendensiatau kepentingan hawa nafsu. Kebe-naran demikianlah yang ditekankanajaran Al-Quran pada penganutnyaagar yang bersangkutan mengamalkanagama dengan cara yang benar terbukadan toleran. Agama hanif, menurutNurcholish Madjid, adalah agama yangmemiliki sifat utama pandangan yangserba inklusivistik dan pluralis.Al-Quran menyebut dengan katamenghadapkan wajahmu karena wajahmerupakan gambaran utuh manusia.Tanpa wajah, manusia tidak akan terli-hat identitas yang menggambarkanwujud totalitas manusia. Dengan demi-kian menghadapkan wajah pada agamahanif mengandung arti seluruh totali-tas jiwa dengan segala identitasnyamenyerahkan pada ajaran agama yangbenar dan lurus. Dengan kata lain, pe-nganut agama hanif adalah penganutyang mampu menjalankan agama de-ngan tulus, benar, arif, dan ramah.Ajaran hanif yang dalam Al-Qurantersirat sebagai konsekwensi lanjutperjanjian primordial antara Tuhan de-ngan Adam, yang kemudian diinspirasioleh Ibrahim dengan membangun aja-ran monotheisme, sebagaimana telahberkembang sekarang, intinya adalahmenumbuhkan sikap keimanan kepadaTuhan Yang Esa dan kepasrahan (tun-duk) kepada segala kebenaran yangada. Melalui ajaran yang hanif inilahumat manusia dididik bersikap tulusdalam bergaul dan menerima segala ke-benaran tanpa bersikap pura-pura (pal-su). Inilah yang disebut sebagai ma-nusia hanif yaitu manusia yang mene-rima kebenaran darimana saja datang-nya. Ia akan memandang setiap kebe-naran yang datang sebagai suatu yangislami. Maka, setiap pembawa kebena-ran termasuk kebenaran yang dibawaoleh semua komunitas agama esensi-nya adalah kebenaran islami yang tidakbertentangan dengan kitab suci.Bertolak dari ajaran ini, maka umat Is-lam yang dengan benar dan baik me-mahami ajarannya akan bersikap ter-buka dan menerima kelompok agamalain yang telah membawa kebenaran.Termasuk tentunya tidak melakukankekerasan (bersikap radikal) terhadaphadirnya aliran-aliran atau pemaha-man-pemahaman segar pembawa intikebenaran tersebut.Ajaran hanif yang menggambarkankearifan umat ini secara konsistendiperkuat oleh ayat-ayat lain dalamrangkaian yang sangat organik. Se-bagai contoh antara lain, Allah SWTmenegur Nabi yang selalu mengeluhdan histeris terhadap pembangkangankaum kafir. Teguran Allah di atasmengisyaratkan bahwa persoalankebenaran beserta petunjuk-petun- juknya diikuti atau tidak adalah uru-san Allah sendiri. Nabi pun tidak bolehmemaksakan kehendaknya agar oranglain mematuhi ajarannya.Di tempat lain ayat Al-Quran menge-cam siapa pun yang bertindak melaku-kan kekerasan atau perusakan terha-dap aset-aset atau simbol-simbol milikkelompok agama-agama lain. Demikian juga dalam lain ayat Allah memberi ke-bebasan sepenuhnya kepada mahlukciptaannya apakah ia akan menganutIslam atau sebaliknya untuk memilih jalan kafir.Uraian di atas menggambarkan beta-pa hukum Tuhan (Al-Quran) yang ha-nif telah memberikan jalan pencerahandalam membangun keadaban dan etikaberagama. Masyarakat beragama de-ngan segala kompleksitasnya memangmembutuhkan penguatan bagi peme-luknya dalam memahami subtansi aja-ran dan etika yang ditumbuhkannya.Persoalan sensitivitas yang acap kalimuncul dalam perasaan kaum beraga-ma, seperti mudah terusik, egoisme ke-lompok agama dan rawan konflik ada-lah akibat dari tidak cerahnya pema-haman terhadap subtansi tata etika dankeadaban yang dimiliki para penganutagama.Oleh karena itu, pencerahan Al-Qu-ran yang melarang pemaksaan agama(Q.S :2:256), penodaan agama dan me-larang perusakan sarana atau aset mi-lik agama lainadalah bentuk kearifanTuhan dalam membangun peradabankebebasan beragama (Q.S. 6 : 108).Kebebasan beragama yang dipola-kan Al-Quran sangat sejalan denganfitrah manusia yang secara atanomimenginginkan kebebasan. Tuhanyang menciptakan fitrah manusia tentusangat memahami bahwa manusia ti-dak akan berdaya apabila dipaksa un-tuk menerima ajran-Nya. Metoda pe-netapan hukum Tuhan yang secarabertahap diajarkan Al-Quran adalahbukti kemahaadilan Tuhan dalam me-nerapkan kebebasan.Metoda Tuhan ini sekaligus me-rupakan pendidikan bagi manusiadalam upaya menerapkan kehidupandemokrasi dalam masyarakat. Tuhanamat mengetahui bahwa masalahpilihan beragama adalah masalah nu-rani manusia yang korelasinya berha-dapan dengan fanomena empirisme ke-hidupan manusia itu sendiri.Hukum empirisme kehidupan acap kaliterbaca pada manusia berupa kebutu-han terhadap proses, pemikiran, jiwa,harga diri, kehormatan, tenaga, jasa,motivasi dan kebutuhan materi. Aspekinilah yang mengelindani semua ma-nusia yang resikonya menjelmakan ke-ragaman baik dari sisi interes, pemikirandan pilihan hidup.Termasuk tentunya adalah pilihanberagama. Di sinilah sebenarnnya letakajaran Al-Quran (hukum Tuhan) me-netapkan kebebasan beragama seba-gai ajaraan yang niscaya. Ajaran kebe-basan beragama ini diniscayakan Al-Quran tidak lain dalam upaya memba-ngun kehendak empirisme hati nuranikemanusiaan yang mencintai demokra-si dan membenci diskriminasi.Ajaran kebebasan beragama yang di-ajarkan Al-Quran ini sebenarnya cukupmenjadi landasan atau acuan terutamabagi umat Islam sendiri di dalam me-nunjukkan sikapnya di tengah-tengahkehidupan beragama. Masih banyak diantara umat beragama yang tidak sub-tansial dan rasional memahami ajarantentang kebebasan beragama sehinggadengan dalih misi ajarannya harus me-maksakan orang lain untuk memasukiagamanya.Dalam kondisi ini konflik antarasesama umat beragama tidak lagi da-pat dihindari karena satu sama lain me-rasa ajarannya membawa misi dakwahyang benar. Oleh karena itu jalan yangtepat adalah masing-masing umatberagama tidak memahami ajarannyadengan cara normatif subjektif tetapilebih pada pemahaman rasional,subtansial, kultural dan empiris.-Pemahaman yang disebut terakhir inilayak ditempuh karena sangat sejalandengan kehendak Tuhan dalam men-ciptalan fitrah dan realitas kemaslaha-tan kemanusiaan.
Penulis adalah alumnus PPRA 45 LEMHANAS RI
I