Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
5Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hdr

Hdr

Ratings: (0)|Views: 43 |Likes:
Published by Wachi Setiawati

More info:

Published by: Wachi Setiawati on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2012

pdf

text

original

 
A. PENGERTIAN
Harga diri rendah kronis adalah evaluasi diri/perasaan tentang diri atau kemampuan diri yangnegatif dan dipertahankan dalam waktu yang lama (NANDA, 2005). Individu cenderung untuk menilai dirinya negatif dan merasa lebih rendah dari orang lain (Depkes RI, 2000).
B. PROSES TERJADINYA MASALAH
Harga diri rendah kronis terjadi merupakan proses kelanjutan dari harga diri rendah situasionalyang tidak diselesaikan. Atau dapat juga terjadi karena individu tidak pernah mendapat
 feed back 
dari lingkungan tentang perilaku klien sebelumnya bahkan mungkin kecenderungan lingkunganyang selalu memberi respon negatif mendorong individu menjadi harga diri rendah.Harga diri rendah kronis terjadi disebabkan banyak faktor. Awalnya individu berada pada suatusituasi yang penuh dengan
 stressor 
(krisis), individu berusaha menyelesaikan krisis tetapi tidak tuntas sehingga timbul pikiran bahwa diri tidak mampu atau merasa gagal menjalankan fungsi dan peran. Penilaian individu terhadap diri sendiri karena kegagalan menjalankan fungsi dan peranadalah kondisi harga diri rendah situasional, jika lingkungan tidak memberi dukungan positif atau justru menyalahkan individu dan terjadi secara terus menerus akan mengakibatkan individumengalami harga diri rendah kronis.Rentang respons konsep diri dari adaptif sampai maladaptif adalah :
 
Adaptif Maladaptif |————————-|————————–|————————–| ————————————-|Aktualisasi diri Konsep Diri (+) Harga Diri Rendah Kerancuan IdentitasDepersonalisasiGb. 1. Rentang respon konsep diri (Stuart & Sundeen, 1995)Harga diri rendah merupakan komponen Episode Depresi Mayor, dimana aktifitas merupakan bentuk hukuman atau
 punishment 
(Stuart & Laraia, 2005). Depresi adalah emosi normal manusia,tapi secara klinis dapat bermakna patologik apabila mengganggu perilaku sehari-hari, menjadi
 pervasif 
dan muncul bersama penyakit lain.Menurut NANDA (2005) tanda dan gejala yang dimunculkan sebagai perilaku telah dipertahankandalam waktu yang lama atau kronik yang meliputi mengatakan hal yang negatif tentang diri sendiridalam waktu lama dan terus menerus, mengekspresikan sikap malu/minder/rasa bersalah, kontak 
 
mata kurang/tidak ada, selalu mengatakan ketidak mampuan/kesulitan untuk mencoba sesuatu, bergantung pada orang lain, tidak asertif, pasif dan hipoaktif, bimbang dan ragu-ragu sertamenolak umpan balik positif dan membesarkan umpan balik negatif mengenai dirinya.Mekanisme koping jangka pendek yang biasa dilakukan klien harga diri rendah adalah kegiatanyang dilakukan untuk lari sementara dari krisis, misalnya pemakaian obat-obatan, kerja keras,nonton TV terus menerus. Kegiatan mengganti identitas sementara, misalnya ikut kelompok sosial,keagamaan dan politik. Kegiatan yang memberi dukungan sementara, seperti mengikuti suatukompetisi atau kontes popularitas. Kegiatan mencoba menghilangkan anti identitas sementara,seperti penyalahgunaan obat-obatan.Jika mekanisme koping jangka pendek tidak memberi hasil yang diharapkan individu akanmengembangkan mekanisme koping jangka panjang, antara lain adalah menutup identitas, dimanaklien terlalu cepat mengadopsi identitas yang disenangi dari orang-orang yang berarti tanpamengindahkan hasrat, aspirasi atau potensi diri sendiri. Identitas negatif, dimana asumsi yang bertentangan dengan nilai dan harapan masyarakat. Sedangkan mekanisme pertahanan ego yangsering digunakan adalah fantasi, regresi, disasosiasi, isolasi, proyeksi, mengalihkan marah berbalik  pada diri sendiri dan orang lain.Terjadinya gangguan konsep diri harga diri rendah kronis juga di pengaruhi beberapa faktor  predisposisi seperti faktor biologis, psikologis, sosial dan kultural.Faktor biologis biasanya karena ada kondisi sakit fisik secara yang dapat mempengaruhi kerjahormon secara umum, yang dapat pula berdampak pada keseimbangan neurotransmitter di otak,contoh kadar serotonin yang menurun dapat mengakibatkan klien mengalami depresi dan pada pasien depresi kecenderungan harga diri rendah kronis semakin besar karena klien lebih dikuasaioleh pikiran-pikiran negatif dan tidak berdaya.Struktur otak yang mungkin mengalami gangguan pada kasus harga diri rendah kronis adalah:
1.
System Limbic
yaitu pusat emosi, dilihat dari emosi pada klien dengan harga diri rendahyang kadang berubah seperti sedih, dan terus merasa tidak berguna atau gagal terusmenerus.
2.
 Hipothalamus
yang juga mengatur mood dan motivasi, karena melihat kondisi kliendengan harga diri rendah yang membutuhkan lebih banyak motivasi dan dukungan dari perawat dalam melaksanakan tindakan yang sudah dijadwalkan bersama-sama dengan perawat padahal klien mengatakan bahwa membutuhkan latihan yang telah dijadwalkantersebut.
3.
Thalamus,
sistem pintu gerbang atau menyaring fungsi untuk mengatur arus informasisensori yang berhubungan dengan perasaan untuk mencegah berlebihan di korteks.Kemungkinan pada klien dengan harga diri rendah apabila ada kerusakan pada thalamus inimaka arus informasi sensori yang masuk tidak dapat dicegah atau dipilah sehingga menjadi berlebihan yang mengakibatkan perasaan negatif yang ada selalu mendominasi pikiran dariklien.
4.
 Amigdala
yang berfungsi untuk emosi.
 
Adapun jenis alat untuk mengetahui gangguan struktur otak yang dapat digunakan adalah:
1.
 Electroencephalogram (EEG),
suatu pemeriksaan yang bertujuan memberikan informasi penting tentang kerja dan fungsi otak.
2.
CT Scan,
Untuk mendapatkan gambaran otak tiga dimensi
3.
Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT),
Melihat wilayah otak dan tanda-tanda abnormalitas pada otak dan menggambarkan perubahan-perubahan aliran darah yangterjadi.
4.
 Magnetic Resonance Imaging (MRI 
 ),
 
Suatu tehnik radiologi dengan menggunakanmagnet, gelombang radio dan komputer untuk mendapatkan gambaran struktur tubuh atauotak dan dapat mendeteksi perubahan yang kecil sekalipun dalam struktur tubuh atau otak.Beberapa prosedur menggunakan kontras gadolinium untuk meningkatkan akurasi gambar Selain gangguan pada struktur otak, apabila dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan alat-alattertentu kemungkinan akan ditemukan ketidakseimbangan neurotransmitter di otak seperti:
1.
 Acetylcholine (ACh),
untuk pengaturan atensi dan mood, mengalami penurunan.
2.
 Norepinephrine,
mengatur fungsi kesiagaan, pusat perhatian dan orientasi; mengatur 
“fight-flight”
dan proses pembelajaran dan memori, mengalami penurunan yangmengakibatkan kelemahan dan depresi.
3.
Serotonin,
mengatur status
mood,
mengalami penurunan yang mengakibatkan klien lebihdikuasai oleh pikiran-pikiran negatif dan tidak berdaya.
4.
Glutamat,
mengalami penurunan, terlihat dari kondisi klien yang kurang energi, selaluterlihat mengantuk. Selain itu berdasarkan diagnosa medis klien yaitu skizofrenia yangsering mengindikasikan adanya penurunan glutamat.Adapun jenis alat untuk pengukuran neurotransmitter yang dapat digunakan adalah:
1.
 Positron Emisssion Tomography (PET 
), mengukur emisi/ pancaran dari bahan kimiaradioaktif yang diberi label dan telah disuntik ke dalam aliran darah untuk menghasilkangambaran dua atau tiga dimensi melalui distribusi dari bahan kimia tersebut di dalamtubuh dan otak. PET dapat memperlihatkan gambaran aliran darah, oxigen, metabolismeglukosa dan konsentrasi obat dalam jaringan otak. Yang merefleksikan aktivitas otak sehingga dapat dipelajari lebih lanjut tentang tentang fisiologi dan neuro-kimiawi otak 
2.
Transcranial Magnetic Stimulations (TMS 
)
dikombinasikan dengan MRI, para ahli dapatmelihat dan mengetahui fungsi spesifik dari otak. TMS dapat menggambarkan prosesmotorik dan visual dan dapat menghubungkan antara kimiawi dan struktur otak dengan perilaku manusia dan hubungannya dengan gangguan jiwa.Berdasarkan faktor psikologis , harga diri rendah konis sangat berhubungan dengan pola asuh dankemampuan individu menjalankan peran dan fungsi. Hal-hal yang dapat mengakibatkan individumengalami harga diri rendah kronis meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak realistis, orang tua yang tidak percaya pada anak, tekanan teman sebaya, peran yang tidak sesuaidengan jenis kelamin dan peran dalam pekerjaan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->