Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab i Pendahuluan

Bab i Pendahuluan

Ratings: (0)|Views: 135 |Likes:
Published by vriandini

More info:

Published by: vriandini on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/09/2012

pdf

text

original

 
 BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Jumlah penduduk Indonesia semakin meningkat setiap tahunnya. Sejak tahun 1971hingga tahun 2010 peningkatan jumlah penduduk mencapai 50%. Pada tahun 2010 jumlah penduduk yang tercatat mencapai 237,64 juta jiwa (BPS, 2012). Penduduk sebesar ini tersebar secara tidak merata. Sebagian besar penduduk terkonsentrasi dikota-kota besar terutama di Pulau Jawa. Pada tahun 2011, di Provinsi Jawa Barat, jawaTimur, dan Jawa Tengah, jumlah penduduknya mencapai 30 juta jiwa. Jumlahpenduduk di DKI Jakarta juga sangat tinggi. Pada bulan November 2011 jumlahpenduduk DKI Jakarta tercatat 10,19 juta jiwa (Dinas Kependudukan dan PencatatanSipil, 2012). Padahal pada tahun 1971 jumlah penduduk DKI Jakarta hanya sekitar 4,5 juta jiwa. Artinya peningkatan jumlah penduduk di DKI Jakarta mencapai lebih dari 2kali lipat dalam waktu 40 tahun.Pertambahan penduduk yang pesat ini menyebabkan tingkat konsumsi serta tingkataktivitas juaga meningkat pesat akibatnya jumlah buangan sampah/limbah yangdihasilkan meningkat pesat pula. Pada tahun 2012, jumlah sampah yang diproduksi diIndonesia mencapai 500 juta liter per hari (Kompas, 2012). Di DKI Jakarta sendiri,volume timbulan sampah pada tahun 2010 mencapai 24.773 m
3
per hari. Jumlah inisangat tinggi. Dalam dua hari saja jumlah sampah yang dihasilkan hampir setara denganvolume candi Borobudur yaitu 55.000 m
3
(IPB, 2011.) Menurut wakil gubernur DKIJakarta pada tahun 2012 jumlah timbulan sampah di DKI Jakarta sudah mencapai 7000-7500 ton. Dari jumlah sebesar itu, 55% sampah berasal dari rumah tangga, 35% industridan perkantoran, dan 5% lainnya dari pasar. Artinya, rumah tangga adalah penyumbangsampah terbesar di Jakarta (Afrianti Desy dan Luqman Rimadi, 2012).Jika tidak dikelola dengan baik, sampah-sampah ini dapat menimbulkan dampak negatif pada lingkungan. Sampah yang dibuang di sungai, selokan, atau danau dapatmenyebabkan banjir ketika curah hujan tinggi. Sampah yang tertimbun di badan airmerupakan salah satu penyebab banjir tahunan yang melanda jakarta. Sampah tersebutmenyebabkan aliran air sungai terhalang sehingga air meluap dan banjir. Sampah yangmencemari badan air seperti sungai dan danau juga dapat menyebabkan pendangkalanair sungai sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Bukan hanya itu,sampah juga berkontribusi besar dalam pemanasan global. Timbunan sampah yangterbuka akan meningkatkan emisi gas-gas rumah kaca seperti CH
4
, CO
2
, dan N
2
O.
 
Selain kerusakan lingkungan, sampah juga mengancam kesehatan masyarakat.Penanganan sampah yang tidak benar dapat meningkatkan berbagai vektor penyakitseperti kecoa, lalat, dan tikus. Vektor-vektor tersebut dapat membawa agen penyakitdan menyebabkan gangguan kesehatan seperti diare, kolera, disentri, leptospirosis, dantipus.Sayangnya, pengelolaan sampah di Jakarta belum baik. Rumah tangga belum mampuberkontribusi dalam pengelolaan sampah padahal mereka adalah kontributor sampahterbesar. Pemilahan sampah serta pengolahan sampah di skala rumah tangga merupakanlangkah yang sangat penting dalam mereduksi sampah serta memudahkan pengolahanselanjutnya. Sayangnya pemilahan dan pengolahan sampah di rumah tangga masihsangat minim.Pengelolaan sampah rumah tangga merupakan suatu sistem yang melibatkan berbagaipihak. Dalam hal ini peran pemerintah sebagai pemegang kebijakan sangatlah penting.Kurangnya penegakan dan pengawasan hukum/peraturan berkontribusi besar dalamburuknya pengelolaan sampah. Selain pemerintah, masyarakat juga memiliki peranyang sangat penting mengingat persentase sampah dari rumah tangga adalah yangpaling besar. Kesadaran masyarakat untuk turut serta dalam pengelolaan sampah, sepertimemilah sampah di rumah dan membuat kompos, sangat mempengaruhi jumlah dankualitas sampah yang diproduksi dari rumah tangga. Sayangnya, kesadaran ini belumtimbul di sejumlah besar masyarakat. Mereka terbiasa membuang sampah sembarangan,di sungai, danau, kebun, dan laut.
 
1.2 Rumusan Masalah
Mengenai pengelolaan sampah ini, Indonesia sudah memiliki peraturan tersendiri yaituUndang-Undang No 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan sampah. Pemerintah Daerah(Perda) DKI Jakarta juga sudah berupaya membuat suatu peraturan yang mengaturpengelolaan sampah yang tertuang dalam Perda DKI Jakarta no 8 tahun 2007 tentangKetertiban Umum. Dalam peraturan itu disebutkan larangan membuang sampah dikendaraan umum, jalan, jalur hijau, taman, sungai dan tempat-tempat lain yang yangdapat merusak keindahan dan kebersihan lingkungan. Setiap orang juga dilarangmenumpuk sampah di area-area tersebut. Meskipun sudah ada peraturan, padakenyataannya sampah-sampah di DKI Jakarta belum tertangani seluruhnya dengan baik.Untuk mengevaluasi permasalahan ini diperlukan suatu gambaran tentang pengelolaansampah rumah tangga yang sudah dilakukan mengingat rumah tangga adalahkontributor sampah terbesar. Selain itu diperlukan pula pengawasan ketat terhadappengelolaan sampah yang diberlakukan. Dalam penelitian ini, peneliti bermaksudmengetahui gambaran pengelolaan sampah rumah tangga yang sudah dilakukan sertamekanisme pengawasan pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh bidangpengendalian dan habitat sanitasi lingkungan BPLHD DKI Jakarta selama tahun 2006-2011.
1.3 Pertanyaan Penelitian
1.
 
Berapa rata-rata jumlah produksi sampah di DKI Jakarta per orang per hari daritahun 2006 hingga 2011?2.
 
Berapa jumlah sampah rumah tangga yang diproduksi DKI Jakarta per hari daritahun 2006 hingga 2011?3.
 
Mengetahui komposisi sampah rumah tangga yang diproduksi di DKI Jakarta perhari dari tahun 2006 hingga 2011?4.
 
Berapa jumlah sampah rumah tangga yang sudah berhasil ditangani dari tahun 2006hingga 2011?5.
 
Bagaimana sistem pengelolaan sampah rumah tangga yang sudah dilakukan di DKIJakarta dari tahun 2006 hingga 2011?6.
 
Apa sajakah kendala yang dihadapi saat melakukan pengelolaan sampah rumahtangga di DKI Jakarta dari tahun 2006 hingga 2011?7.
 
Bagaimanakah mekanisme pengawasan pengelolaan sampah rumah tangga yangsudah dilakukan oleh bidang pengendalian dan habitat sanitasi lingkungan BPLHDDKI Jakarta?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->