Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PENGERTIAN HUKUM PIDANA, TUJUAN HUKUM PIDANA DAN TUJUAN PEMIDANAAN, PEMBAGIAN, SUMBER, MACAM – MACAM, ASAS – ASAS HUKUM PIDANA

PENGERTIAN HUKUM PIDANA, TUJUAN HUKUM PIDANA DAN TUJUAN PEMIDANAAN, PEMBAGIAN, SUMBER, MACAM – MACAM, ASAS – ASAS HUKUM PIDANA

Ratings: (0)|Views: 129 |Likes:
Published by sibaebae26
by sibaebae
by sibaebae

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: sibaebae26 on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
DASAR
 – 
DASAR HUKUM PIDANA
 
A.
 
PENGERTIAN HUKUM PIDANA
 Menurut
Kansil
, hukum pidana adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran dan kejahatan terhadap kepentingan umum ,dimana perbuatan tersebut diancam dengan hukuman yang merupakan siksaan.Pelanggaran adalah perbuatan pidana ringan , yang ancaman hukumannya berupa denda dan kurungan. Diatur dalam Buku ke IIIKUHP. Sedangkan kejahatan adalah perbuatan pidana berat , yang yang ancaman hukumannya berupa denda , hukuman penjara danhukuman mati dan dapat ditambah dengan perampasan barang , pencabutan hak , pengumuman putusan hakim. Diatur dalam Buku IIKUHP.Pengertian kepentingan umum , meliputi :1.
 
Kepentingan Badan / Peraturan perundang
 – 
undangan negara.2.
 
Kepentingan hukum tiap individu.
 Mezger 
mendefinisikan hukum pidana sebagai aturan hukum yang mengikat kepada suatu perbuatan yang memenuhi syarat
 – 
syarattertentu , akibat yang berupa pidana.Pasal 10 KUHP mengatur tentang jenis
 – 
 jenis pidana yang terdiri1.
 
Pidana Pokok.Pidana yang dijatuhkan secara mandiri , terdiri atas pidana mati , penjara , kurungan dan denda. Selin itu ada pidana tutupan ( Undang
 – 
 Undang Nomor 20/1946 ).2.
 
Pidana Tambahan.Merupakan tambahan pada pidana pokok , terdiri atas perampasan barang tertentu , pencabutan hak tertentu , pengumuman putusan hakim.Perbedaan antara perampasan dan penyitaan , yaitu bahwa penyitaan , belum ada putusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap, dan dapat dikembalikan kepada pelaku / terdakwa , jika bukan merupakan hasil kejahatan. Sedangkan perampasan , sudah ada putusanhakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap.
 
B. TUJUAN HUKUM PIDANA DAN TUJUAN PEMIDANAAN.
 1.
 
Tujuan Hukum Pidana.Secara umum , tujuan hukum pidana adalah melindungi masyarakat dari perbuatan pidana yang dilakukan oleh seseorang.Tujuan hukum pidana terdiri :a.
 
Fungsi
Prefentif.
 Hukum pidana memberikan rasa takut untuk melakukan perbuatan pidana.b.
 
Fungsi
 Represif.
 Hukum pidana mendidik orang yang melakukan perbuatan pidana supaya sadar dan menjadi orang yang baik.2.
 
Tujuan Pemidanaan.Hukum pidana memberikan sanksi atau pidana dengan tujuan untuk melindungi masyarakat dari kejahatan . Ada 3 teori dari tujuanpmidanaan , yaitu :a.
 
Teori Pembalasan (
Teori Absolut 
)Tujuan pemidanaan yaitu membalas perbuatan pidana yang dilakukan oleh pelaku kejahatan.b.
 
Tori Tujuan (
Teori Relatif 
)Tujuan pemidanaan adalah :1)
 
Untuk mencegah terjadinya kejahatan.2)
 
Untuk memberikan rasa takut , sehingga orang tidak melakukan kejahatan.3)
 
Memperbaiki orang yang melakukan kejahatan.4)
 
Memberikan perlindungan kepada masyarakat terhadap kejahatan.c. Teori gabungan.Tujuan pemidanaan , selain disebabkan orang telah melakukan perbuatan pidana , juga jangan sampai melakukan perbuatan pidana.
 
C. PEMBAGIAN HUKUM PIDANA.1.
 
Hukum Pidana Obyektif dan Pidana Subyektif.a.
 
Hukum Pidana Obyektif (
 Ius Poenale
).Hukum pidana yang memuat keharusan atau larangan dengan disertai ancaman hukuman.b.
 
Hukum Pidana Subyektif 
( Ius Punindi
).Hak negara menghukum seseorang berdasarjan huku obyektif.2.
 
Hukum Pidana Materiil dan Hukum Pidana Formil.a.
 
Hukum Pidana Materiil.Hukum Pidana Materiil memuat aturan
 – 
aturan yang menetapkan dan merumuskan perbuatan apa yang dapat dipidana.b.
 
Hukum Pidana Formil.Hukum Pidana yang mengatur bagaimana negara dengan melalui alat
 – 
alat perlengkapannya , melaksanakan haknya untuk menegakkanpidana , atau hukum formil memuat aturan
 – 
aturan bagaimana mempertahankan berlakunya hukum pidana materiil.3.
 
Hukum Pidana Umum dan Hukum Pidana Khusus.a.
 
Hukum Pidana Umum.Hukum Pidana yang memuat aturan
 – 
aturan yang berlaku bagi setiap orang.b.
 
Hukum Pidana Khusus.Hukum Pidana yang memuat aturan
 – 
aturan yang berlaku bagi golonagn orang
 – 
orang tertentu atau berkaitan dengan jenis perbuatantertentu.4.
 
Hukum Pidana yang dikodifikasi dan Hukum Pidana yang tidak dikodikasi.a.
 
Hukum Pidana yang dikodifikasi.Hukum Pidana yang trsusun dalam suatu buku Undang
 – 
Undang secara sistematis dan tuntas.b.
 
Hukum Pidana yang tidak dikodifikasi.Hukum Pidana yang berupa peraturan
 – 
peraturan yang tersebar dalam berbagai perundang
 – 
undangan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->