Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tuga Kespro

Tuga Kespro

Ratings: (0)|Views: 10 |Likes:
Published by rahmi_husna

More info:

Published by: rahmi_husna on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/25/2012

pdf

text

original

 
 Infant Mortality Rate
) merupakan salah satu aspek pentingdalam menggambarkan tingkat pembangunan sumber daya manusia di sebuahnegara dari sisi kesehatan masyarakatnya. Laporan dari JurnalKesehatan The Lancet menyebutkan bahwa 7.000bayi  meninggal dunia setiap harinya dan 98 % terjadi di negara-negara miskin. Negarayang paling tinggi kasuskematian ibu dan bayi adalah negara-negara di Sub- Sahara Afrika dan Asia Selatan.Sedangkan di Indonesia
 rata-rata 34 bayi per 1.000kelahiran hidup. Jumlah tersebut tidak terlalu menggesankan karena apabiladibandingkan dengan 5 tahun yang lalu perubahannya hanya sedikit. Tahun 2003angka kematian bayi di Indonesia adalah 35 bayi per 1.000 kelahiran hidup.Sedangkan angka kematian bayi di bawah lima tahun(balita)sekarang ini 44 balita per 1.000 kelahiran hidup dan tidak berbeda jauh dengan data tahun 2003yaitu 46 per 1.000 kelahiran hidup. 
Padahal, target tujuan pembangunan milenium (MDG’s) antara lain menurunkan
angka kematian anak  balita sebesar dua pertiganya dalam kurun waktu 1990-2015. Pada tahun 2015 diharapkan angka kematian bayi sebesar 23 bayi per 1.000kelahiran hidup dan 32 anak balita per 1.000 kelahiran hidup.Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan kesehatan di Indonesia belum sesuaidengan yang diharapkan. Guna menekan angka kematian bayi dan anak balita,yang terpenting ialah upaya preventif dan promotif. Usaha promotif antara lainmelalui promosi penggunaan airsusu ibu,nutrisi adekuat,kebersihan diri, dan lingkungan. Upaya preventif antara lain melalui imunisasi dasar. Selain itu, perlupula fasilitas pengobatan tingkat komunitas melalui fasilitas seperti puskesmas.
 
tinggi/#ixzz1z9MFS4oa (Foto: thinkstock)Jakarta, Angka kematian balita di dunia mengalami penurunancukup signifikan dalam 10 tahun terakhir termasuk di beberapa negara miskin.Meski demikian, target Millenium Development Goals yang harus dicapai tahun2015 diperkirakan masih jauh.Badan WHO yang mengurusi anak-anak, Unicef mengungkap pada tahun 2010tercatat jumlah kematian anak di bawah usia 5 tahun (balita) sebanyak 7,6 juta.Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan angka tahun 1990, yang masihmencapai 12 juta kematian.
 
 Jika dihitung perhari, angka kematian berkurang sekitar 12.000 kasus/haridibandingkan 10 tahun silam. Sementara jika dibandingkan dengan angkakelahiran, angka kematian balita berkurang dari 88 kasus menjadi 57 kasus tiap100.000 kelahiran hidup.Penurunan angka kematian balita ini tidak hanya dialami negara-negara yanglebih makmur, namun juga di beberapa negara miskin. Bahkan peringkat 5 negaradengan penurunan paling besar didominasi oleh negara miskin, yakni SierraLeone, Republik Niger, Malawi, Libia dan Timor Leste.Beberapa negara memang masih mencatat angka kematian yang cukup tinggi,bahkan hampir 50 persen dari angka kematian balita di seluruh duniaterkonsentrasi di 5 negara. Kelima negara tersebut adalah India, Nigeria, Kongo,Pakistan dan China."Tapi kita tetap tidak boleh melupakan fakta bahwa saat ini masih ada 21.000anak yang meninggal tiap harinya akibat hal-hal yang sebenarnya bisa dicegah,"ungkap Anthony Lake, direktur eksekutif Unicef seperti dikutip dari MSNBC,Kamis (15/9/2011).Dari seluruh kematian balita, usia di bawah 1 tahun menyumbang angka palingbesar yakni 70 persen. Kematian bayi baru lahir juga cukup tinggi, sebab 40persen kematian balita di seluruh dunia terjadi pada bulan pertama kehidupanseorang bayi.Penurunan ini memang patut disyukuri, namun Unicef mengimbau para pemimpindunia untuk tidak lengah. Bagaimanapun angka yang tercatat tahun 2010 masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) yang harus dicapai tahun2015 yakni menurunkan angka kematian balita hingga 2/3 dari angka tahun 1990.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->