Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
LANDASAN FILOSOFIS PAUD

LANDASAN FILOSOFIS PAUD

Ratings: (0)|Views: 276 |Likes:
Published by Zezen Zaini Nurdin

More info:

Published by: Zezen Zaini Nurdin on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/01/2014

pdf

text

original

 
LANDASAN FILOSOFIS - PEDAGOGIS KEBIJAKANKURIKULUM PAUD (05)
oleh Peduli PAUD pada 21 Januari 2010 pukul 13:51 ·
Landasan Filosofis-Pedagogis
 Filosofi pendidikan merupakan kerangka landasan yang sangat fundamental bagi sistempendidikan dan para pendidik. Kerangka filosofis memberikan gambaran tentang cara pandangguru terhadap pendidikan itu sendiri (termasuk didalamnya kurikulum, tujuan pendidikan dan isipendidikan), anak didik dan proses pembelajaran. Kerangka filosofis harus menjadi kerangkaberpikir guru atau mind set guru dalam menyelenggarakan praksis pembelajaran.Adapun landasan pedagogis memberikan sejumlah pemahaman konseptual dan praktis tentangbagaimana proses pendidikan itu terjadi dalam berbagai lingkungan, termasuk didalamnyaadalah pola pengasuhan anak, model pembelajaran, metode pembelajaran dan teknik pembelajaran, penggunaan media dan sumber belajar, penyusunan langkah pembelajaran danpenilaian yang mendidik.Dari sudut filosofis pendidikan, banyak ragam konsep cara pandang pelaksanaan pendidikanyang digagas oleh para filosof. Beberapa konsep filosofis tersebut dapat dirangkum sebagaiberikut :a. Idealisme.Idealisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa alam semesta ini adalah perwujudanintelegensi dan kemauan, hal zat atau substansi yang kekal dan abadi dalam dunia ini bersifatkeijiwaan, spiritual atau rohaniah. Dan hal-hal yang bersifat materil bersumber kepada hal-halyang bersifat kejiwaan. Tokoh aliran ini antara lain Plato, David Hume, dan Hegel.Pandangannya tentang hakikat pengetahuan menyatakan bahwa pengetahuan yang benardiperoleh melalui intuisi dan pengingatan kembali. Pengetahuan yang diperoleh melalui inderatidak pasti, tidak lengkap, karena dunia materi hanyalah tipuan belaka, sifatnya maya, danmenyimpang dari keadaan lingkungan yang lebih sempurna. Kebenaran hanya mungkin dapatdicapai oleh beberapa orang yang mempunyai akal pikiran cemerlang, dan sebagian besarmanusia hanya sampai pada tingkat pendapat. Sehubungan dengan teori pengetahuannya, intelek dan akal memegang peranan yang sangat penting atau menentukan proses belajar mengajar,karena menurut aliran ini manusia akan dapat memperoleh pengetahuan dan kebenaran sejati.Dengan demikian pengetahuan yang diajarkan di sekolah harus bersifat intelektual.Hakikat nilai menurut pandangan idealisme bersifat absolut. Standar tingkah laku manusia diaturoleh kewajiban moral yang diturunkan dari kenyataan sebenarnya atau metafisik. Hanya satukebenaran, yaitu kebenaran yang berasal dari Sang Pencipta. Pendidikan menurut idealismediartikan sebagai upaya terencana untuk mewujudkan manusia ideal yaitu manusia yang dapatmencapai keselarasan individual yang terpadu dalam keselarasan alam semesta. Upayapendidikan harus ditujukan pada pembentukan karakter, watak, menusia yang berbudi luhur,
 
pengembangan bakat insani dan kebajikan sosialb. RealismeRealisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa ada alam semesta yang bersifat materilyang tidak bergantung kepada hal-hal yang bersifat kejiwaan, dan dapat diketahui secaralangsung melalui pengalaman pendriaan dengan mempergunakan pikiran. Tokoh aliran ini antaralain Aristoteles (realisme klasik), dan Thomas Aquino (realisme religius).Teori pengetahuan realisme, menyatakan adanya prinsip ketidaktergantungan pengetahuan.Kenyataan hadir dengan sendirinya dan bersifat obyektif, tidak bergantung pada pengetahuandan gagasan manusia. Pengetahuan yang benar diperoleh melalui pengalaman pendriaan.Pengetahuan yang benar adalah yang sesuai dengan fakta. Dalam kaitannya dengan hakikat nilai,realisme menyatakan bahwa standar tingkah laku manusia diatur oleh hukum alam, dan padataraf yang lebih rendah diatur oleh kebijaksanaan yang telah teruji dalam kehidupan.Pendidikan dalam pandangan realisme adalah proses perkembangan intelegensi, daya kraetif dansosial individu yang mendorong pada terciptanya kesejahteraan umum. Pendidikan yangberdasarkan realisme konsisten dengan teori belajar S-R. Dengan demikian pendidikan jugadapat diartikan sebagai upaya pembentukan tingkah laku oleh lingkungan.c. Naturalisme Romantik Tokoh aliran filsafat ini adalah Jean Jacques Rousseau (1712-1778). Dia dilahirkan diSwitzerland, tetapi sebagian besar hidupnya dihabiskan di Perancis dimana dia menjadi filsuf terpimpin pada masanya. Rousseau diakui sebagai bapak romantisisme, yaitu suatu gerakan dimana para seniman dan para penulis menekankan tema-tema yang sentimentil,kealamiahan/kewajaran, dan kemurnian. Gagasan ini mempengaruhi konsepsi Rousseau tentanganak.Pandangan Rousseau tentang perkembangan anak disajikan dalam novelnya Emile (1762). Emileadalah teori pendidikan yang ditujukan kepada bangsawan kaya pada zamannya yang biasanyahidup artifisial dipenuhi dengan segala macam tata cara hidup ningrat. Dalam karyanya yangtersohor ini, Rousseau menggambarkan perawatan dan pemantauan seorang anak laki-lakibernama Emile dari masa bayi hingga dewasa muda.Ajaran filsafat naturalisme romantik Rousseau dalam Emile antara lain berisi gagasan sebagai
 berikut: “Segala sesuatu yang berasal dari Sang Pencipta adalah baik, tetapi segala sesuatu
menjadi rusak karena tangan manusia. Pendidikan Emile adalah pendidikan naturalistik ataualami dalam arti: (1) pendidikan yang mengembangkan kemampuan-kemampuan alami ataubakat/pembawaan anak, (2) pendidikan yang berlangsung dalam alam, dan (3) pendidikannegatif. Dengan menggunakan sarana berupa sastra, Rousseau mampu menggambarkanpandangan teoritisnya tentang perkembangan anak dan memberikan saran-saran mengenaimetode yang paling tepat tentang cara merawat dan mendidik anak.Yang mendasar bagi teori Rousseau adalah kembalinya kepada pandangan Descartes bahwa
 
anak-anak dilahirkan dengan membawa pengetahuan dan ide, yang berkembang secara alamiahdengan usianya. Perkembangan dalam pandangan ini, dihasilkan melalui suatu rangkaian tahapanyang dibimbing oleh suatu proses sejak dilahirkan. Pengetahuan itu diperoleh secara bertahapmelalui interaksi dengan lingkungannya yang diarahkan oleh minat dan perkembangannyasendiri. Pengetahuan bawaan anak meliputi hal-hal seperti prinsip-prinsip keadilan dan
kejujuran, dan yang berada di atas semuanya yaitu rasa kesadaran. “Rouseau juga memandang
bahwa anakpada dasarnya adalah baik karena Tuhan membuat segala sesuatu baik (Krogh,1994:15).Sesuai dengan pandangan di atas, maka pendekatan untuk mendidik anak bukanlah denganmengajar anak secara formal atau melalui pengajaran langsung, akan tetapi dengan memberikesempatan kepada mereka belajar melalui pro
ses eksplorasi dan diskoveri. “Anak harus diberi
kesempatan untuk memperoleh pengalaman-pengalaman positif, diberi kebebasan dan mengikutiminat-minat spontannya. (Krogh, 1994:15). Rousseau mengkritik pendidikan yang sifatnyaartifisial atau dibuat-buat , dan dia menganjurkan pendidikan itu harus natural. Dalambiografinya Emile, Rousseau menyarankan bahwa untuk mendidik Emile paling sedikit harusmengandung tiga gagasan yang saat ini didukung oleh beberapa ahli pendidikan. Pertama, anak-anak dapat didorong untuk mempelajari disiplin ilmu (body of knowledge) hanya apabila merekatelah memiliki kesiapan kognitif untuk mempelajarinya. Kedua, anak-anak belajar sebaik mungkin apabila mereka didorong secara mudah kepada informasi atau gagasan dan dilibatkanuntuk memperoleh suatu pemahaman tentang dirinya melalui proses penemuan oleh dirinyasendiri. Ketiga, perawatan dan pendidikan anak harus membantu perkembangan secara permisif dari pada menggunakan jenis interaksi yang mengandung disiplin kaku, karena disiplin kakutidak sesuai dengan pandangan yang lebih romantis tentang anak.Sesuai dengan pandangannya bahwa anak dilahirkan membawa bakat yang baik, makapendidikan adalah pengembangan bakat anak secara maksimal melalui pembiasaan, latihan,interaksi dengan alam, permainan, partisipasi dalam kehidupan, serta penyediaan kesempatanbelajar dan belajar selaras dengan tahap-tahap perkembangan anak.d. PragmatismeAliran filsafat ini disebut juga instrumentalisme atau eksperimentalisme. Disebutinstrumentalisme karena memandang bahwa tujuan pendidikan bukanlah terminal, akan tetapialat atau instrumen untuk mencapai tujuan berikutnya. Dan dikatakan eksperimentalisme karenauntuk membuktikan kebenaran digunakan metode eksperimen. Tokoh aliran filsafat ini antaralain John Dewey dan Williams James.Pragmatisme adalah salah satu aliran filsafat yang anti metafisika. Kenyataan yang sebenarnyaadalah kenyataan fisik. Segala sesuatu dalam alam dan kehidupan ini berubah (becoming),hakikat segala sesuatu adalah perubahan itu sendiri. Manusia adalah hasil evolusi biologis, psikisdan sosial. Manusia dilahirkan dalam keadaan tidak dewasa dan tak berdaya, tanpa dibekalidengan bahasa, keyakinan-keyakinan, gagasan-gagasan atau norma-norma sosial. Hal inimengandung arti bahwa setiap manusia tumbuh secara berangsur-angsur mencapai kemampuan-kemampuan biologis, psikologis, dan sosial. Sesuai dengan pandangannya tentang hakikatrealitas, manusia dipandang sebagai mahluk yang dinamis, tumbuh dan berkembang. Anak 

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Moklas liked this
Majori Bachdari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->