Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Doktrin Gereja

Sejarah Doktrin Gereja

Ratings: (0)|Views: 800 |Likes:
Published by Andry Scj

More info:

Published by: Andry Scj on Jun 29, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/04/2013

pdf

text

original

 
“G
AUDET
M
ATER 
E
CCLESIA
!”
 Konsili Vatikan II: Iman Gereja demi Dunia!
For one who believes in God, for a Christian,above all for a Catholic,it seems hard to resist the conviction that a Councilso convoked, so constituted, so observed, and so concerned,must have been willed and actuated by God himself for high ends of human interest.We believe in divine providence.Was not the Council itself one of those 'signs of the times'about which the Bible and the Council speak?Religion dwells and lives primarily in the hearts of individual persons:it is 'what a man does with his solitariness.'But it also finds expression in great historical phenomena and great historical institutions. If God's'angel,' His spirit, His Christ is 'amongst them'when two or three are gathered together 'in Christ's name,'is there not some presumptionthat the same heavenly presence was active to guidethe immensely earnest efforts of those prelates gathered together in the four years of the Council to deliberate and decideon the future of the greatest religious fellowship the world has ever known?
(Bishop B.C. Butler,
 In the Light of the Council 
)
Konsili Vatikan II adalah Konsili Ekumenis ke-21 dalam sejarah Gereja. Antara tanggal11 Oktober 1962 dan tanggal 8 Desember 1965 diadakan empat periode sidang. JumlahUskup yang hadir lebih banyak dan berasal dari lebih banyak negara daripada yangmenghadiri Konsili-konsili sebelumnya. Tercatat ada 2549 Bapa Konsili yang hadir dalam Pembukaan serta 29 pengamat dari 17 Gereja lain, dan 8 undangan yang bukanKatolik. Jumlah tersebut belum lagi ditambah para pendengar secara langsung pria danwanita dari pelbagai kalangan, perhatian besar media cetak dan radio, serta beragaminformasi seputar Konsili bagi umat seluas dunia.Baik Paus Pius XI (1922-1939) maupuan Paus Pius XII (1939-1958) pernah berpikir tentang membuka kembali Konsili Vatikan I (1869-1870) yang terpaksa berhenti karena perang antara Perancis dan Prusia. Tetapi Paus Yohanes XXIII-lah yang mengejutkangereja semesta dengan maklumat penuh optimisme pada 25 Januari 1959, bahwa beliau bermaksud mengundang suatu konsili baru – dan sungguh senyatanya yang baru karenatidak dimaksudkan sekadar melanjutkan Konsili Vatikan I.Konsili Vatikan II (1962-1965) adalah sebuah peristiwa religius, intelektual, dan politisyang mnenetukan dalam sejarah kontemporer Gereja Katolik. Konsili ini membawa perubahan besar atas diri Gereja dalam memandang dirinya sendiri dan dunia semesta.1
 
Inovasi-inovasi pemikiran akademis dan refleksi iman dalam konsili ini dilontarkandengan cemerlang tanpa berusaha meninggalkan tradisi dan ajaran iman yang telahlampau.
1
Konsili Vatikan II tampak hendak meneguhkan kembali doktrin iman yangtelah dipegang kukuh selama berabad-abad seraya pada saat yang sama jugamembadankan cita-cita dan arah yang baru.Sampai hari ini, hasil-hasil Konsili Vatikan II masih terus menentukan arah dan pijakanGereja Katolik. Sebagai ‘peristiwa’, tentu saja hasil Konsili Vatikan II ini lebih darisekumpulan dokumen ajaran yang lalu dikodifikasi dan menjadi bahan ajar. Maka dariitu, paper ini akan berusaha menjawab pertanyaan utama: “Apa sumbangan KonsiliVatikan II bagi perkembangan doktrin Gereja dan bagaimana sumbangan itudihasilkan?” Untuk itu, kami akan melihat Konsili Vatikan II dalam beberapa bagian pokok, antara lain: latar belakang, isi dan relevansi serta kemungkinan refleksi lebihlanjut dari hasil Konsili Vatikan II.
1. L
ATAR 
B
ELAKANG
ONSILI
V
ATIKAN
II
ATA
UNCI
:
ELANJUTAN
ONSILI
V
ATIKAN
I,
ETOKOHAN
Y
OHANES
XXIII, A
KIBAT
EKAKCAUAN
EVOLUSI
S
OSIAL
,P
EMBARUAN
A
KAR 
UMPUT
(L
ITURGI
 
DAN
T
EOLOGI
), T
ANTANGAN
P
ERKEMBANGAN
IPTEK,
 A
GGIORNAMENTO
.
Konsili Vatikan II pada zamannya adalah sebuah gerakan besar yang menjadi semacamanti-tesis dari situasi internal Gereja yang makin tersingkir dari ‘duniakarenakekakuannya dan sikap kerasnya menanggapi tantangan zaman modern. Perkembangandunia yang ‘terlalu cepat’ disikapi dengan sangat hati-hati. Pelajaran bahwa modernitasakan menghasilkan liberalisme sebagaimana terjadi dalam masa reformasi dan revolusiPerancis membuat Gereja sangat berhati-hati menentukan sikap dan mencurigai semuagerakan pembaruan. Gereja telah membayar terlalu mahal dengan hilangnya banyak  previlese atas negara dan dengan jatuhnya darah korban pada masa revolusioner dan perlawanan rakyat di zaman pencerahan yang baru saja berlalu.Dalam kekhawatiran yang mencekam inilah, Gereja mengambil posisi ‘berseberangan’dengan dunia yang sangat tidak pasti. Sebagai lawan pencarian kebenaran yang terus berkembang bersama ilmu pengetahuan dan teknologi, Gereja menyuarakan ‘sempeidem’ bagi kebenaran iman Kitab Suci yang literer dan uniformitas ajaran dalam segala
1
Bdk. James C. Livingston (et al.), “Vatican II and the Aggiornamento of Roman Catholic Theology”dalam
 Modern Christian Thought: The Twentieth Century
, Minneapolis, Fortress Press 2006, 237.
2
 
 bidang. Sebagai lawan kondisi masyarakat yang begitu dinamis jatuh bangun setelahaneka revolusi dan dua perang dunia, Gereja memegang teguh gambaran ‘kota surgawi’yang rapi tersusun dan terpimpin secara mutlak dalam menghayati dirinya sebagaiinstitusi. Gereja tidak mau mengulangi lagi kesalahan dalam menghadapi banyak tantangan dunia yang berkembang terlalu cepat itu. Dan ini sebabnya, Gereja sebelummasa Konsili Vatikan II dikenal sangat reaktif dalam menghadapi dinamika zaman.Dengan mengambil putusan tegas dan jelas dari sistem komando papisme, Gerejaseolah hendak menunjukkan suara profetisnya sebagai suara yang melawan dunia danmati-matian menentang kutub kebenaran yang lain.Ternyata sikap ini tidak dapat bertahan selamanya. Doktrin haruslah menjadi bagianhidup jemaat dan menyentuh pergulatan orang banyak yang sedang berarak di zaman baru. Pembaruan di akar rumput meluas di mana-mana. Suara tuntutan bagi sebuah pembaruan mulai nyaring terdengar, walau banyak yang meramalkan bahwa pimpinanGereja masih akan tetap kaku menimbang dunia masih dalam kondisi yang tidak baik karena efek perang dingin. Suara tuntutan akar rumput ini akhirnya ditanggapi denganundangan Konsili yang mengejutkan dari Paus Yohanes XXIII. Orang-orang padazaman itu masih belum dapat membayangkan seberapa besar pengaruh Konsili ini bagiGereja Semesta dan dunia di tahun-tahun berikutnya. Tetapi kita, generasi yangmengalami buah-buah Konsili ini, dapat melihat bahwa Konsili Vatikan II adalahsebuah Konsili Gereja yang khusus berbicara tentang dirinya sendiri; sebuah KonsiliGereja dari dan bagi Gereja. Pandangan baru akan dirinya membuat Gereja kitamemandang secara baru pula dunia dengan seluruh dinamikanya.Konteks besar Konsili Vatikan II adalah seluas kisah perjalanan iman Kristen itusendiri. Kami berusaha menempatkan pertama-tama Konsili Vatikan II secara ringkasdalam dua periode millenium ziarah Kristianitas. Ringkasan sejarah penting duamillenium itu diharapkan akan memberi gambaran yang lebih utuh tentang perjalananGereja Katolik hingga sampai pada Konsili Vatikan II. Konteks dekat Konsili VatikanII akan dibahas dalam empat bagian: kelanjutan Konsili Vatikan I, ketokohan PausYohanes XXIII, situasi sosial politik dan gerakan pembaruan yang makin marak 
didalam
Gereja.
1.1Konsili Vatikan II dan Dua Millenia Ziarah Kristianitas
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->