Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
P. 1
umr

umr

Ratings: (0)|Views: 962 |Likes:
Published by randisanutraa

More info:

Published by: randisanutraa on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2012

pdf

text

original

 
Tim Peneliti SMERU
 
 Final, Maret 2003
Penerapan UpahMinimum di Jabotabek danBandung
 
 Laporan Lapangan
Temuan, pandangan dan interpretasi dalam laporan ini digali oleh masing-masingindividu dan tidak berhubungan atau mewakili Lembaga Penelitian SMERU maupunlembaga-lembaga yang mendanai kegiatan dan pelaporan SMERU.Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi kami di nomor telepon: 62-21-31936336;Faks: 62-21-31930850; E-mail: smeru@smeru.or.id; Web: www.smeru.or.id
 
 
 
Tim Peneliti
Koordinator Penelitian:
Sri Kusumastuti Rahayu
Penasihat Penelitian:
Sudarno SumartoAsep Suryahadi
Tim Peneliti Lapangan:
Bambang SulaksonoHastutiAkhmadiMusriyadi NabiuSri BudiyatiWawan MunawarDewi MeiyaniOsmaliana WaworuntuChairil AnwarSinung Hendratno
Editor dan Penerjemah:
 Nuning AkhmadiRachael DiproseKristen StokesRahmat Herutomo
 
Lembaga Penelitian SMERU, Maret 2003
 
i
RINGKASAN EKSEKUTIF
Latar Belakang
Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan kebijakan upah minimumregional (UMR) di tingkat perusahaan. Masalah-masalah yang ingin diketahui antara lain:(i) bagaimana kebijakan UMR diterapkan di perusahaan: (ii) apa kendala yang dihadapiperusahaan dalam menerapkan UMR, (iii) apa upaya perusahaan gunamengimplementasikan kebijakan UMR, (iv) dampak kebijakan UMR terhadap permintaantenaga kerja di tingkat perusahaan, dan (v) dampak krisis bagi perusahaan dan penerapanUMR. Penelitian kualitatif ini merupakan bagian dari Studi tentang Dampak KebijakanUpah Minimum terhadap Tingkat Upah dan Penyerapan Tenaga Kerja di Indonesia.Penelitian dilakukan di lima wilayah kabupaten/kota yaitu Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasidan Bandung. Informasi mengenai perusahaan digali melalui wawancara mendalam
(indepthinterview)
terhadap pimpinan perusahaan atau kepala personalia dari perusahaan terpilih.Ada 6 jenis industri manufaktur yang dipilih yaitu: industri makanan/minuman, tekstil,sepatu, garmen, angkutan, dan kimia, yang mewakili: (i) perusahaan skala besar, menengahdan kecil; (ii) perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing) atau Modal Dalam Negeri(PMDN); dan (iii) hasil produksinya diekspor atau hanya dipasarkan di dalam negeri(domestik). Sampel perusahaan berjumlah 41 perusahaan.Informasi tentang pekerja diperoleh dengan mewawancarai para pekerja, dengan kriteriasebagai berikut: (i) pekerja bagian produksi, karena umumnya pekerja ini upahnya relatif rendah dan dinilai paling rentan terhadap dampak kebijakan UMR; (ii) memiliki masa kerjasatu tahun atau lebih; (iii) jenjang dan jenis pekerjaan berbeda; (iv) trampil dan tidaktrampil; (v) aspek jender; (vi) mewakili kelompok pekerja maupun mandor/supervisor; dan(vii) umur muda (dibawah 25 tahun) dan dewasa (diatas 25 tahun). Jumlah pekerja yangdiwawancarai 200 orang, atau rata-rata 40 orang per wilayah.Penelitian lapangan dilakukan pada minggu kedua bulan Juni 2001 selama dua minggu dandilakukan secara serentak oleh lima tim peneliti SMERU. Masing-masing tim terdiri dari duaorang peneliti dan melakukan penelitian untuk satu lokasi penelitian.
Temuan Lapangan:
1.
 
Baik perusahaan maupun pekerja mengetahui peraturan upah minimum. Namunpengetahuan tentang komponen upah dalam upah minimum bervariasi diantaraperusahaan maupun pekerja. Secara umum, perusahaan maupun pekerja mengetahuitentang besarnya upah minimum yang berlaku di wilayahnya, walaupun tidak memahamisecara detail komponen upah dalam upah minimum, seperti misalnya komponen apa sajayang dapat masuk sebagai bagian dalam upah minimum.2.
 
Salah satu alasan adanya perbedaan besar dalam memahami kebijakan upah minimumadalah adanya perbedaan sumber informasi yang diperoleh, baik oleh perusahaan maupunpekerja. Perusahaan besar biasanya memperoleh informasi dari sumber-sumber resmi,seperti Departemen/Dinas Tenaga Kerja, Pemda, atau Asosiasi Pengusaha Indonesia(Apindo). Secara umum, informasi ini diterima tidak lama setelah kebijakan barutentang UMR dikeluarkan oleh pemerintah. Perusahaan yang merupakangroup/kelompok juga memperoleh informasi dari perusahaan induknya, dan biasanyalebih cepat karena disebarkan melalui email, fax, atau kurir.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->