Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
33Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Persalinan Dan Partograf

Makalah Persalinan Dan Partograf

Ratings: (0)|Views: 5,721|Likes:
Published by totalakila

More info:

Published by: totalakila on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/04/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
LATAR BELAKANG
Persalinan yaitu puncak dari kehamilan matur selama kurang lebih 40 minggu yangdialami oleh seorang ibu.Secara umum persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayiyang cukup bulan 37-42 minggu lahir spontan, tanpa komplikasi baik pada ibu maupun janin,disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu.Sesuai standarisasi WHO (World Health Organization), untuk digunakan di pelosok-pelosok negara berkembang atau miskin, supaya mudah digunakan oleh pelayan kesehatan disarana terbatas.Jika dinilai ada masalah yang memerlukan intervensi, dapat segera diusahakan untuk dirujuk ke pusat kesehatan yang lebih baik.Dengan partograf WHO dapat dinilai kapan diperlukan tindakan untuk menyelesaikan prosespersalinan dengan :1) perlu/tidaknya dirujuk,2) perlu/tidaknya induksi infus oksitosin, dan3) perlu/tidaknya operasi sectio cesarea.Penelitian partograf WHO dilakukan multisentral di Indonesia (4 rumahsakit), Thailand(2 rumahsakit) dan Malaysia (2 rumahsakit) selama 15 bulan (Januari 1990
 – 
Maret 1991),menghasilkan modul / form partograf yang sekarang banyak dipakai di mana-mana.
B.
 
TUJUAN PENULISAN
1.
 
Sebagai suatu kewajiban yang harus di lakukan (Tugas )2.
 
Dalam rangka memenuhi tugas yang di berikan oleh dosen3.
 
Mengetahui apa itu persalinan dan partograf 4.
 
Mengetahui bagaimana cara penggunaan partograf 5.
 
Cara mengisi partograf 
 
2
BAB IIPEMBAHASAN
A.
 
PENGERTIANPeralinan
Persalinan adalah proses dimulai dengan kontraksi uterus yang menyebabkan dilatasi progresif dariserviks, kelahiran bayi dan plasenta (Asuhan Intrapartum, 2003).Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dan dimana janin dan ketuban turun kedalam jalan lahir dan didorong keluar melalui jalan lahir (Sarwono Prawirohardjo, 2005).
Persalinan adalah serangkaian kejadian yang berakhir dengan pengeluaran bayi yang cukupbulan atau hampir cukup bulan, disusul dengan pelepasan dan pengeluaran placenta danselaput janin dari tubuh ibu.
Partograf 
Partograf adalah alat bantu untuk memantau kemajuan kala satu persalinan dan informasiuntuk membuat keputusan klinik. Tujuan utama dari penggunaan partograf adalah untuk:
• Mencatat hasil observasi dan kemajuan persalinan dengan menilai pembukaan serviks
 melalui periksa dalam.
• Mendeteksi apakah proses persalinan berjalan secara normal. Dengan dernikian juga
 dapat mendeteksi secara dini kemungkinan terjadinya partus lama.
• Data pelengkap yang terkait dengan pemantauan kondisi ibu, kondisi bayi, grafi
kemajuan proses persalinan, bahan dan medikamentosa yang diberikan, pemeriksaanlaboratorium, membuat keputusan k1inik dan asuhan atau tindakan yang diberikandimana semua itu dicatatkan secara rinci pada status atau rekam medik ibu bersalindan bayi baru 1ahir
B.
 
ETIOLOGI (PENYEBAB) PERSALINAN
Yang menyebabkan terjadinya persalinan belum diketahui dengan jelas, tetapi banyak fakta yangmemegang peranan dan bekerja sama sehingga terjadi persalinan. Mulanya berupa kombinasi darifaktor hormon dan faktor mekanis.
 
Beberapa teori yang dikemukakan ialah :1. Teori penurunan kadar progesteronProgesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim sedangkan estrogen meninggikan kerentananotot rahim. Selama kehamilan terdapat keseimbangan antara kadar progesteron dan estrogen didalam darah, tetapi pada akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his.2. Teori oxytocinPada akhir kehamilan kadar oxytocin bertambah, oleh karena itu, timbul kontraksi otot-ototrahim.3. Keregangan otot-otot rahimSeperti halnya dengan kandung kencing dan lambung, bila dindingnya teregang karena isinyamaka timbul kontraksi untuk mengeluarkan tinja. Demikian pula dengan rahim, maka denganmajunya kehamilan makin teregang otot-otot rahim sehingga otot-otot makin rentan.
 
3
4. Pengaruh janinHypofisis dan kelanjar suprenal janin ternyata memegang peranan juga, selain itu, di belakangserviks terletak ganglion servikale. Bila ganglion ini digeser dan ditekan, oleh kepala janin, makaakan timbul kontraksi uterus5. Teori prostagladinBerdasarkan hasil percobaan menunjukkan prostagladin dari F
2
atau E
2
yang diberikan secaraintravena dan extra abdominal menimbulkan kontraksi miometrium pada setiap umur kehamilan.
Persalinan dibagi menjadi 4 kala yaitu :
 - Kala 1Dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus dan pembukaan servik sampai pembukaan lengkap yaitu10 cm.- Kala 2Dimulai ketika pembukaan sudah lengkap sampai bayi lahir.- Kala 3Dimulai setelah lahirnya bayi dan berkhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban.- Kala 4Dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir setelah 2 jam setelah itu.Persalinan tidak selalu berjalan dengan normal. Oleh karena itu pada saat memberikan asuhankepada ibu yang sedang bersalin, penolong harus waspada terhadap masalah yang mungkin terjadi.Selain itu, deteksi dini penyulit persalinan juga tidak kalah pentingnya demi kesuksesan dankelancaran jalannya proses kelahiran.1.Pemanfaatan partograf pada setiap persalinan kala I aktif.2.Pencatatan partograf 
C.
 
INFORMASI TENTANG IBU
Melengkapi bagian awal ( atas ) partograf secara teliti pada saat mulai asuhan persalinan meliputi;nama, umur, gravida para dan abortus, nomor RM, tanggal dan waktu dirawat, waktu pecahnyaketuban.
D.
 
KESEHATAN DAN KENYAMANAN JANIN
1) DJJDJJ dicatat setiap 30 sekali (lebih sering jika ada kegawatdaruratan). Kisaran normal DJJ terpapar
 pada partograf diantara garis tebal angka 180 – 100, tetapi harus waspada bila DJJ dibawah
120atau diatas 160.
2) Warna dan adanya air ketuban
 Nilai air ketuban setiap kali dilakukan PD dan nilai warna air ketubanjika selaput ketuban pecah.
• U : Ketuban utuh ( belum pecah )
 
• J
: ketuban sudah pecah dan ai ketuban jernih
• M :ketuban sudah pecah dan air ketuban bercampur meconium
 
• D :air ketunan sudah
pecah dan bercampur darah
• K : ketuban sudah pecah dan air ketuban tidak ada ( kering )
 
3) Molase ( penyusupan kepala janin )
 Penyusupan adalah indikator penting tentang seberapa jauh bayi dapat menyesuaikan diridenganbagian atas keras ibu. Tulang kepala yang sampai menyusup atau tumpang tindig menunjukkankemungkinan adanya disproporsi tulang panggung ( CPD ). Ketidak kemampuan akomodasi akan
 benar – benar terjadijika tulang kepala yang bisa menyusup tidak mampu dipisahkan.lambang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->