Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Akuntansi Kritis

Akuntansi Kritis

Ratings: (0)|Views: 147 |Likes:
Published by Mey Trisnawati

More info:

Published by: Mey Trisnawati on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2013

pdf

text

original

 
A.
 
Akuntansi KritisAsumsi FilosofisPertama, kita perlu menspesifikasikan perspektif ontologi, epistemologi, dan metodologidari ilmu sosial kritis dan membandingkannya dengan pendangan mendasar non-disfungsionalist dari akuntansi. Burrel dan morgan (1979) mengemukakan sebuah tipologikomparatif yang berguna, meskipun terkadang simplistik, yang dapat dijelaskana sebagaiberikut. Kuadran ini dibentuk oleh dua dimensi subyektif-obyektif dan perubahan radikal-regulasi, yang mengemukakan empat kelas paradigma, yaitu fungsionalisme, interpretivisme,
humanisme radikal, dan strukturalisme radikal. Dengan melanjutkan “
metaphora
mirrorphorikal”
, paradigma ini mempresentasikan kaca distorsi berbeda. Permukaan ilmu-sosial kritis ditempatkan dalam kuadran humanist radikal dan paradigma obyektivistik,permukaan yang dari situ akuntansi dipandang sebagai dominan, ditempatkan dalam kuadranfungsionalist. Humanisme radikal diperkirakan pada realisasi subyektif dari dunia kehidupandan kebutuhan untuk mengatasi kondisi dehumanisasi yang mencegah pemenuhan kebutuhansendiri. Obyektivisme menyatakan bahwa hubungan kausal umum, bebas-konteks, dapatdispesifikasikan lewat temuan sistematik. Peningkatan dalam kualitas hidup dapat ditegaskandengan mengontrol lingkungan dan dengan mengidentifikasi dan manipulasi hubungan sebabdan akibat.
Empat “gambaran pokok” (catatan historis, realita ekonomi terbaru, sistem informasi,
komoditas ekonomi) yang ditegaskan oleh Davis
dkk (1982) sebagai yang “membentuk”
akuntansi finansial cenderung didasarkan pada fungsionalisme. Pembahasan Hopper danPowell (1985) dan Laughlin dan Lowe (1989) menggambarkan dominasi fungsionalismedalam akuntansi manajemen. Meski ada sejumlah kalangan, khususnya peneliti, yangmendukung perpektif berbeda seperti Chua (1986), Hopper dan Powell (1985), dan Hopper,Storey, dan Wilmont (1987), mereka mempunyai pengaruh kecil, sampai saat ini, pada teoriakuntansi garis-utama (
mainstream
) dan bahkan pada praktik akuntansi. Alasan perbedaanantara imeg ilmu-sosial kritis dari akuntansi dan imeg obyektivist dari akuntansi dapatdigambarkan dengan membedakan asusmsi filosofi dasar yang ditunjukkan pada tabel 13.1Tabel 13.1 perbedaan asumsi filosofi
Humanisme radikal Asumsi filosofi Fungsionalisme
Nominalisme Ontologi RealismeAnti-positivisme Epistemologi PositivismeVoluntarisme Sifat manusia Determinisme

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->