Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
konflik poso

konflik poso

Ratings: (0)|Views: 55 |Likes:
Published by eva_yuliand
just info
just info

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: eva_yuliand on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
Sabtu, 14 Maret 2009
konflik poso
makalah konflik poso
BAB IPENDAHULUAN
1. latar belakangTahun 1998 indonesia dilanda krisis moneter disertai dengan fluktuasi kondisi ekonomi danpolitik yang tidak menentu, telah mengiring indonesia menuju konflik nasional, baik secarastruktural maupun horizontal. semenjak runtuhnya rezim orde baru tahun 1998 yang digantikan oleh oleh B.H habibie yang diharapakan dapat menata sisitem politik yangdemokrasi berkeadilan.Pada waktu itu indonesia sangat rentan dengan perpecahan, terjadi berbagai gejolak konflik di berbagai daerah, salah satunya konflik yang terjadi di poso yang di sinyalir oleh banyak kalangan adalah konflik bernuansa SARA. Adalah pertikaian suku dan pemeluk agama islamdan kristen. Peristiwa kerusuhan diawali dengan pertikaian antardua pemuda yang berbedaagama sehingga belarut dan berujung dengan terjadinya kerusuhan. Impliksasi
 – 
implikasikepentingan politik elite nasional, elite lokal dan miiter militer juga diduga menyulutterjadinya konflik horizonttal sehingga sulit mencari penyelesaian yang lebih tepat. Bahkan,terkesan pihak keamanan polri lamban menangani konflik tersebut. Sehigga konflik terjadibelarut
 – 
larut yang memakan korban jiwa dan harta.Secara umum konflik di poso sudah berlangsung tiga kali. Peristiwa pertama terjadi akhir1998, kerusuhan pertama ini dengan cepat di atasi pihak keamanan setempat kemudian diikuti oleh komitmen kedua belah pihak yang berseteru agar tidak terulang lagi. Akan tetapiberselang kurang lebih 17 bulan kemudian tepatnya pada 16 april 2000 konflik kedua punpecah. Pada kerusuhan ini ada dugaan bahwa ada oknum yang bermain di belakang peristiwaini yaitu : Herman Parimo dan Yahya Patiro yang beragama kristen. Kedua oknum ini adalahtermasuk elite politik dan pejabat pemerintah daerah kabupaten poso.Menjelang pemilihan kepala daerah pada waktu itu, kader
 – 
kader dari pihak umat kristianiyang bermunculan sebagai kandidat kuat yang menjadi rival bupati saat itu, Sekwan DPRD 1Sulawaesi tengah dan Drs. Datlin Tamalagi Kahumas Pemda Sulawesi tengah. Kedua belahpihak memilki koneksi yang rill yang amat potensial sehingga sewaktu
 – 
waktu dapat denganmudah muncul letupan ketidaksenangan yang akhirnya pada berujung pada kerusuhan. Olehkarena itu, potensi
 – 
potensi kerusuhan pada waktu itu boleh jadi karena kekecewaan darielite politik yang beragama kristen yang merasa termarjinalisasi dalam hal politik.
 
BAB IIPEMBAHASAN
1.
 
Penyebab/akar dari konflik sosial yang terjadi di posoWapres menjelaskan bahwa kasus Poso terjadi bukan karena masalah agama namunadanya rasa ketidak adilan. awal mula terjadinya konflik karena adanya demokrasiyang secara tiba-tiba terbuka dan membuat siapapun pemenangnya akan ambil semuakekuasaan. Padahal, pada masa sebelumnya melalui muspida setempat selaludiusahakan adanya keseimbangan. contohnya, jika Bupatinya berasal dari kalanganKristen maka Wakilnya akan dicarikan dari Islam. Begitu pula sebaliknya. Dengandemikian terjadi harmonisasi, namun dengan demokrasi tiba-tiba the winner take all,"kata Wapres. Karena pemenang mengambil alih semua kekuasaan, tambah Wapresmaka pihak yang kalah merasa telah terjadi ketidak adilan.Keluar dari pendapat Wapres, konflik sosial yang terjadi di poso adalah bagian darikonflik individu yang dalam masyarakat yang secara dinamis tidak dapat dipisahkandan bertalian satu sama lain. Pendapat mengenai akar dari masalah yang bertumpupada subsistem budaya dalam hal ini menyangkut soal suku dan agama.Argumen yang mengemuka bahwa adanya unsur suku dan agama yang mendasarikonflik sosial itu adalah sesuai dengan fakta yaitu bahwa asal mula kerusuhan poso 1berawal dari :a) Pembacokan Ahmad yahya oleh Roy tuntuh bisalembah didalam masjid pesantrenDarusalam pada bulan ramadhan.b) Pemusnahan dan pengusiran terhadap suku
 – 
suku pendatang seperti bugis, jawa,dan gorontalo, serta kaili pada kerusuhan ke III.c) Pemaksaan agama kristen kepada masyarakat muslim di daerah pedalamankabupaten terutama di daerah tentena dusun III salena, sangira, toinase, Boe, danmeko yang memperkuat dugaan bahwa kerusuhan ini merupakan gerakan kristenisasisecara paksa yang mengindikasikan keterlibatan Sinode GKSD tentena.d) Peneyerangan kelompok merah dengan bersandikan simbol
 – 
simbol perjuangan keagamaan kristiani pada kerusuhan ke III.e) Pembakaran rumah
 – 
rumah penduduk muslim oleh kelompok merah padakerusuhan III. Pada kerusuhan ke I dan II terjadi aksi saling bakar ruamh penduduk antara pihak kristen dan islam.f) Terjadi pembakaran rumah ibdah gereja dan masjid, sarana pendidikan ke dua belahpihak, pembakaran rumah penduduk asli poso di lombogia, sayo, kasintuvu.g) Adanya pengerah anggota pasukan merah yang berasal dari suku flores, toraja danmanado.h) Adanya pelatihan militer kristen di desa kelei yang berlangsung 1 tahun 6 bulansebelum meledak kerusuhan III.Terlepas dari setuju tidak terhadap pendapat mengenai akar amsalah dari konflik poso, secara sibernetik hal ini dapat di jelaskan sebagai berikut : bahwa pada intinyabudaya pada masyarakat poso mempunyai fungsi untuk mempertahan kan pola atasnilai
 – 
nilai sintuvu maroso yang selama ini menjadi anutan masyrakat poso itusendiri. adanya Pembacokan Ahmad yahya oleh Roy tuntuh bisalembah didalammasjid pesantren Darusalam pada bulan ramadhan merupakan bentuk pelanggaranterhadap nilai nilai yang selama ini manjadi landasan hidup bersama. Pada satu sisimuslim terusik ketentramannya dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhankemudian menimbulkan reaksi balik untuk melakukan tindakan pembalasan terhadappelaku pelanggaran nilai
 – 
nilai tersebut. Disisi lain bagi masyarakat kristiani hal inimenimbulakn masalah baru mengingat aksi masa tidak di tujukan terhadap pelaju
 
melainkan pada pengrusakan hotel dan satrana maksiat serta operasi miras, yang dianggap telah menggangu kehidmatan masyrakat kristiani merayakan natal, karenaharapan mereka operasi
 – 
opresi tersebut di laksanakan setelah hari natal.Pandangan kedua tehadap akar masalah konflik sosial yang terjadi di poso adalahdalam hal ini adanya perkelahian antar pemuda yang di akibatkan oleh minumankeras. Tidak di terapkan hukum secara adil maka ada kelompok yang merasa tidak mendapat keadilan misalnya adanya keterpihakan, menginjak hak asasi manusia danlain- lain.Pendapat ketiga mengatakan bahwa akar dari konflik sosial yang terjadi di posoterletak pada masalah politik. Bermula dari suksesi bupati, jabatan sekretaris wilayahdaerah kabupaten dan terutama menyangkut soal keseimbangan jabatan
 – 
jabatandalam pemerintahan.Pendapat keempat mengatakan bahwa akar masalah dari kerusuhan poso adalah justruterletak karena adanya kesenjangan sosial dan kesenjangan pendapatan antarapanduduk asli poso dan kaum pendatang seperti bugis, jawa, gorontalo, dan kaili.Kecemburuan sosial penduduk asli cukup beralasan dimana pendapatan merekasebagai masyarakat asli malah tertinggal dari kaum pendatang.2. Dampak dari konflik sosial yang terjadi di posokerusuhan yang terjadi di poso menimbulkan dampak sosial yang cukup besar jika diliat dari kerugian yang di akibatkan konflik tersebut. Selain kehilangan nyawa danharta benda, secara psikologis bendampak besar bagi mereka yang mengalamikerusuhan itu, Dampak psikologis tidak akan hilang dalam waktu singkat. Jika dilihatdari keseluruhan, kerusuhan poso bukan suatu kerusuhan biasa, melainkan merupakansuatu tragedi kemanusiaan sebagai buah hasil perang sipil. Satu kerusuhan yangdilancarkan secara sepihak oleh kelompok merah, terhadap penduduk muslim kotaposo dan minoritas penduduk muslim di pedalaman kabupaten poso yang tidak mengerti sama sekali dengan permasalahan yang muncul di kota poso.Dampak kerusuhan poso dapat di bedakan dalam beberapa segi :1. Budaya dampak sosial yang terjadi adalah :
 
di anut kembali budaya “pengayau” dari masyarakat pedalaman (suku pamona dan
suku mori).
Dilanggarnya ajaran agama dari kedua kelompok yang bertikai dalam mencapaitujuan politiknya.
Runtuhnya nilai
 – 
nilai kesepakatan bersama sintuwu maroso yang menjadi bingkaidalam hubungan sosial masyarakat poso yang pluralis.2. Hukum dampak sosial yang terjadi adalah :
Terjadinya disintegrasi dalam masyarakat poso ke dalam dua kelompok yaitukelompok merah dan kelompok putih.
Tidak dapat di pertahankan nilai- nilai kemanusiaan akibat terjdi kejahatan terhadapmanusia seperti pembunuhan, pemerkosaan dan penganiayaan terhadap anak sertaorang tua dan pelecehan seksual.
Runtuhnya stabilitas keamanan, ketertiban, dan kewibawaan hulum di masyarakatkabupaten poso.
Muculnya perasaan dendam dari korban
 – 
korban kerusuhan terhadap pelaku.3. Politik dampak sosial yang terjadi adalah :
Terhentinya roda pemerintahan.
Jatuhnya kewibawaan pemerintah daerah terhadap masyarakat.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->