Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kesehatan Sekolah Dan Remaja

Kesehatan Sekolah Dan Remaja

Ratings: (0)|Views: 409|Likes:

More info:

Published by: Fazrinana Laily Azhar on Jun 30, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/22/2012

pdf

text

original

 
 
SEKOLAH DAN KESEHATAN REMAJA
Bahaya yang dihadapi anak sekolah mencakup banyak masalah kesehatan masyarakat.Tujuan utama kesehatan masyarakat tentang populasi muda adalah pelatihan keterampilanhidup untuk mempromosikan praktek-praktek sehat dan menghindari perilaku berisiko.Upaya kesehatan masyarakat untuk mengurangi kerugian kehidupan remaja yang prematurharus di konsen dengan otoritas pendidikan, sosial, dan wewenang polisi. Upaya untuk menyampaikan pesan kepada kelompok risiko harus melibatkan tokoh-tokoh populer dariolahraga dan musik untuk menekankan citra positif dari penyesuaian remaja dan transisi kedewasa. Penelitian diperlukan untuk mengembangkan pendekatan pendidikan untuk remajaberisiko tinggi dan dewasa muda.Program kesehatan sekolah harus memastikan lingkungan yang aman dan sehat bagianak-anak, termasuk sanitasi, keamanan, kontrol dari kekerasan, suhu, danfasilitas fisik untuk belajar dan rekreasi. Anak-anak usia sekolah memerlukan aktivitas fisik untuk pengembangan keseehatan mereka sebagai bagian integral dari sebuah kesehatansekolah yang komprehensif . layanan makanan sekolah berkontribusi pada gizi anak danremaja yang baik, pembelajaran, dan prestasi.Pemantauan kesehatan termasuk memastikan imunisasi penuh pada masuk sekolahdan pemeliharaan kecukupan dengan dosis penguat yang sesuai di SD dan setelah tahapkedua itu. Pemantauan pertumbuhan, penglihatan, pendengaran, scoliosis, dan tes kulittuberkolosis adalah elemen program kesehatan sekolah yang sering.Potensi untuk belajar tentang kesehatan dalam setting sekolah harus dimanfaatkanoleh sistem kesehatan masyarakat dengan mendorong otoritas pendidikan untuk memasukkankesehatan sebagai bagian dari kurikulum reguler dan menyiapkan para guru tentang caradan apa yang harus diajar di daerah ini. Selama tahun-tahun awal sekolah, bidangpembelajaran dapat berupa keselamatan (api dan lalu lintas), kesehatan mulut (fluor,menyikat gigi, dan flossing),kebiasaan makan yang sehat, kebersihan, bagaimana fungsitubuh, dan hidup sehat (tidur dan olahraga). Topik untuk pendidikan lanjutan dari gurutermasuk penilaian penyiksaan pada anak, bunuh diri atau kecenderungan kekerasan, statusgizi, dan penyalahgunaan zat. Pencegahan kekerasan telah menjadi topik penting dalamsistem pendidikan di tingkat primer serta sekunder.
 
 Program kesehatan sekolah menengah termasuk perhatian terhadap masalah perilakupribadi, termasuk komunikasi pribadi dan keluarga, hubungan seksual, hak mengatakan tidak (pada tekanan dalam situasi mulai dari penggunaan alcohol, obat, dan aktivitas seksual),tanggung jawab orang tua, keluarga berencana, dan pencegahan PMS dan HIV. Pencegahankecelakaan juga penting pada populasi ini, termasuk keselamatan dalam olahraga, penggunakendaraan, pekerjaan, dan keamanan sebagai kebiasaan hidup.Anak-anak, remaja dan dewasa adalah subjek untuk mempromosikan tekanan sosialyang awal berupa aktivitas seksual, merokok, penyalahgunaan zat, gangguan makan,kecelakaan, bunuh diri, dan kekerasan. Sekolah adalah bagian penting dari kehidupan merekadan memiliki potensi untuk melayani peran sosial pendidikan bagi sikap dan praktik yangmungkin seumur hidup. Pendekatan aktivis untuk promosi kesehatan sekolah harus integraldari kurikulum sekolah. Komite kesehatan sekolah, siswa, guru, dan orang tua dapat melayaniuntuk meningkatkan kesadaran dan pengembangan program, dengan partisipasi masyarakat.Kebutuhan khusus untuk mereka yang cacat fisik atau mental harus diidentifikasi dandiakui sebagai bagian dari tugas rutin sekolah. Staf pengajar harus terlatih dan fasilitasdimodifikasi untuk mengakomodasi anak-anak dengan masalah khusus danuntuk dapat mengenali sakit fisik dan kesehatan-sosial, dalam berbagai bidang dari gizi untuk penyalahgunaan anak.KOTAK 6.7 PROGRAM KESEHATAN SEKOLAH1. Lingkungan sekolah yang sehat bersih dan aman2. Kesehatan sebagai topik dalam kurikulum sekolah3. Perawatan kesehatan yang urgensi dan darurat di sekolah4. Pendidikan fisik / kebugaran
 
5. Pendidikan untuk anak cacat atau khusus di program sekolah reguler6. Pelatihan dan pengawasan staf pengajar dalam kandungan program mengajar kesehatan7. Pendidikan nutrisi dan pencegahan gangguan makan dan deteksi kasus8. Program sarapan dan makan siang di sekolah9. Kehidupan keluarga dan pendidikan seks / orangtua / pengendalian kelahiran10. Pendidikan dan pencegahan PMS dan HIV11. Pencegahan dan pelaporan kekerasan dan pelecehan seksual12. Orientasi keselamatan: keselamatan dan pencegahan kebakaran, dan trauma sebagaipejalan kaki, mobil, motor, sepeda operator dan atau penumpang, kecelakaan di rumah,berenang dan keselamatan air13. Kesadaran akan bahaya penyalahgunaan zat, termasuk merokok 14. Kebersihan pribadi dan perawatan15. Pendidikan fisik dan kebiasaan kebugaran16. Pelatihan pertolongan pertama / resusitasi cardiopulmonary17. Kontrol penyakit menular18. Kesehatan mental dan emosional, pencegahan kekerasan dan bunuh diri19. Memahami kesehatan masyarakat20. Memahami kesehatan dalam keluarga (misalnya, perawatan orang tua)21. Memahami kesehatan lingkungan dan22. Promosi kerelawanan di bidang kesehatan.Sumber: Berasal dari komite Kesehatan Sekolah. American Academy of PediatricsWebsite http://www.aap.org dan www.schoolhealth.org / cshcap.htm dan Asosiasi KesehatanSekolah Amerika http://www.ashaweb.org/ Kesehatan anak usia sekolah, remaja, dan dewasa muda telah meningkatdi kebanyakan negara sebagai sanitasi, vaksinasi, dan gizi yang telah dikembangkan. Tingkatkematian keseluruhan menurun untuk semua kelompok usia, tetapi lebih untuk anak-anak prasekolah dan tingkat sekolah dasar (Tabel 6.9). Kesehatan remaja dan dewasamuda juga telah membaik, tetapi masalah trauma dalam berbagai bentuk menegaskanmasalah itu sendiri dan menyebabkan hilangnya sebagian besar hidup anak yang masih muda.Masa remaja merupakan masa yang sulit dan berbahaya, transisi dari masa kanak-kanak sampai dewasa. Remaja merasa tidak aman, namun tuntutan kemerdekaan dantanggung jawab untuknya merupakan kesejahteraan sendiri. Pencampuran menyiapkan badaipribadi dan transisi keluarga, dengan bahaya kesehatan fisik dan mental yang penting.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->