Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Scan 2 Ahmad Cahyadi_MPPDAS UGM_evaluasi Tata Ruang Pesisir Sadeng 1

Makalah Scan 2 Ahmad Cahyadi_MPPDAS UGM_evaluasi Tata Ruang Pesisir Sadeng 1

Ratings: (0)|Views: 144 |Likes:
Published by Ahmad Cahyadi

More info:

Published by: Ahmad Cahyadi on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/12/2013

pdf

text

original

 
Seminar Nasional SCAN (Sustainable, Culture, Architecture and Nature) ke 3Prodi Arsitektur Jurusan Teknik universitas Atma Jaya Yogyakarta, 15 Mei 2012
EVALUASI TATA RUANG PESISIR SADENG GUNUNGKIDUL
(Perspektif Pengurangan Risiko Bencana)
 
Ahmad Cahyadi
1
, Ika Afianita
2
, Priliani Gamayanti
3
, Syifa Fauziyah
4
 
1,2,3,4
Program Beasiswa Unggulan BPKLN KEMDIKBUD RI pada Magister InternasionalPerencanaan dan Pengelolaan Pesisir dan Daerah Aliran Sungai (MPPDAS) Fakultas GeografiUniversitas Gadjah Mada YogyakartaE-mail : ahya.edelweiss@gmail.com
1
 
Abstract 
Sadeng Coastal Area is a susceptible area for tsunami disaster. Tsunami incidents since 1629 have been occured nine times. This research aims to evaluate the spatial of Sadeng Coast,reviewed by reducing disaster risk aspect. Furthermore, it also attempt to give a spatial planning based on disaster risk reduction. The method used is analyzing the regional site effect and the local site effect of tsunami disaster. In addition, it also conducted a risk analysis based on overlay or superimpose the tsunami hazard maps which are based on inundation scenario using the iteration method and the neighborhood operation using geographic information system (GIS) by landuse maps. The spatial planning is based on regional site effect and local site effect analysis of the tsunami disaster and the tsunami hazard maps that have been made.Sadeng Coastal Area is susceptible area for tsunami disaster because it regionally facing the Indian Ocean which is a subduction area of the tectonic plate. The subduction area in southern Sadeng Coastal is a seismic gap that have major potential earthquake and followed by the tsunami. Locally, Sadeng Coastal Area is susceptible to the tsunami disaster because of the coastal form as a bay and followed by elongated valley with relatively flat slope. This condition reflect the past history of Sadeng Coastal Area that is a former estuary of the Ancient Bengawan Solo River. The overlay results of hazard maps and land use maps shows that the land use form of the settlements, the fish auction, and the refueling station are located in areas with high and very high hazard. This will cause a huge risk of tsunami disaster. Therefore, it is recommended to relocate the settlements and the other public facilities to areas with the lowest hazard, i.e >600 meters from the shoreline, while the areas with low hazard with up to very high ( 0 – 600 meters from the shoreline along the walley of the Ancient Bengawan Solo River) should be use for the harbor and the rear is used as a green belt. The green belt can be a Cemara Shrimp plant,Ketapang, coconut and hibiscus. Moreover, an early warning system, the determination of evacuation routes and an effort to increase the awareness of the community are necessary.
Keyword : Disaster Risk Reduction, Overlay, Spatial Arrangement, Tsunami, Tsunami Disaster, Tsunami Vulnerability 
1. PENDAHULUAN
Pesisir Sadeng merupakan sebuah pelabuhan ikan dan tempat pelelangan ikan yang terletakdi Desa Songbanyu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.Pesisir ini terletak pada suatu muara sungai bengawan solo purba dan berhadapan langsungdengan Samudera Hindia. Potensi perikanan yang besar menjadikan pelabuhan ini berkembang(Sunarto, 2007). Hal inilah yang kemudian mendorong pemerintah Propinsi Daerah IstimewaYogyakarta berencana memperluas dan meningkatkan kelas pelabuhan menjadi pelabuhan yanglebih besar.Meskipun memiliki potensi yang besar, Pesisir Sadeng memiliki kerawanan tsunami yangbesar. Selama 4006 tahun (2000 sebelum masehi sampai dengan Tahun 2006) kejadian tsunamidi Selatan Jawa terjadi sebanyak 33 kali
(National Geophysical Data Centre,
2005; Marfai dkk,
 
Seminar Nasional SCAN (Sustainable, Culture, Architecture and Nature) ke 3Prodi Arsitektur Jurusan Teknik universitas Atma Jaya Yogyakarta, 15 Mei 2012
2008). Fakta yang lain yang disampaikan oleh Kodoatie dan Sjarief (2006) serta Marfai dkk. (2008)menyebutkan bahwa dalam kurun waktu antara Tahun 1629 sampai dengan Tahun 2006 telahterjadi 9 kali kejadian tsunami di Pantai Selatan Jawa, yakni pada tahun; 1818, 1840, 1859, 1904,1921, 1925, 1957, 1994, dan 2006.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi tata ruang Pesisir Sadeng saat iniberdasarkan perspekstif pengurangan risiko bencana. Evaluasi dilakukan berdasarkan skenariogenangan tsunami (bahaya tsunami/ 
tsunami hazard 
) menggunakan sistem informasi geografisserta kondisi penggunaan lahan saat ini di Pesisir Sadeng. Hasil analisis tersebut diharapkandapat digunakan sebagai masukan dalam menyusun suatu rekomendasi tata ruang dalam rangkapengembangan pembangunan Pesisir Sadeng pada masa mendatang.
2. KAJIAN PUSTAKA
 
Konsepsi Bencana
Bencana (
disaster 
) adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam danmengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan/ataufaktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia,kerusakan lingkungan, kerugian harta benda dan dampak psikologis (UU No. 24 Tahun 2007tentang Penanggulangan Bencana). Istilah yang sering digunakan terkait dengan bencanadiantaranya risiko (risk), kerentanan (vulnerability), kerawanan (susceptibility) dan bahaya(hazard). Berikut beberapa pengertian istilah-istilah tersebut berdasarkan UU No. 24 Tahun 2007tentang Penanggulangan Bencana:a. Risiko bencana adalah potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatuwilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam,hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguankegiatan masyarakat.b. Kerawanan adalah kondisi atau karakteristik geologis, biologis, hidrologis, klimatologis,geografis, sosial, budaya, politik, ekonomi, dan teknologi pada suatu wilayah untuk jangkawaktu tertentu yang mengurangi kemampuan mencegah, meredam, mencapai kesiapan,dan mengurangi kemampuan untuk menanggapi dampak buruk bahaya tertentu.c. Bahaya adalah suatu kejadian atau peristiwa yang bisa menimbulkan bencana.d. Kerentanan adalah kondisi suatu masyarakat yang menyebabkannya menjadi lebih lemahdalam menghadapi bencana.
 
3. METODE PENELITIAN
Analisis Kerawanan Tsunami di Pesisir Sadeng
Analisis kerawanan tsunami di Pesisir Sadeng dilakukan dengan analisis
regional site effect 
 dan
local site effect 
terhadap bencana tsunami. Analisis
regional site effect 
adalah analisis lokasiPesisir Sadeng secara regional, serta menganalisis struktur keruangan regional danpengaruhnya terhadap kerawanan tsunami di pesisir Sadeng. Analisis
local site effect 
adalah
 
Seminar Nasional SCAN (Sustainable, Culture, Architecture and Nature) ke 3Prodi Arsitektur Jurusan Teknik universitas Atma Jaya Yogyakarta, 15 Mei 2012
analisis berdasarkan karateristik struktur tata ruang Pesisir Sadeng secara lokal danpengaruhnya terhadap kerawanan tsunami.
Analisis Bahaya Tsunami di Pesisir Sadeng
Analisis bahaya tsunami di Pesisir Sadeng dilakukan dengan peta skenario genangan tsunamiyang didasarkan pada penelitian Dewi dan Dulbahri (2009) menggunakan sistem informasigeografis dengan metode iterasi
neighbourhood operation 
(Tabel 1).
Neighbourhood Operation 
 adalah aplikasi berbasis raster yang digunakan untuk mengetahui luasan penjalaran denganberbasis data
DEM 
(Marfai, 2003; 2004 dan 2006). Data yang digunakan adalah data
digital elevation model 
(DEM). DEM dihasilkan dari ekstraksi data ketinggian dari Peta Rupa BumiIndonesia (RBI) skala 1:25.000 lembar Paranggupito dan data titik-titik ketinggian yang diperolehdari pengukuran lapangan. Pemodelan beberapa skenario ketinggian genangan dilakukan denganmenggunakan
Software Ilwis 3.6.
 
Tabel 1.
Skor Bahaya pada Setiap Skenario Genangan
Skenario Ketinggian Skor Bahaya Tingkat Bahaya
1m 5 Bahaya Sangat Tinggi2m 4 Bahaya Tinggi3m 3 Bahaya Sedang6m 2 Bahaya Rendah>6m 1 Bahaya Sangat RendahSumber: Dewi dan Dulbahri (2009)
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil analisis
regional site effect 
menunjukkan bahwa Pesisir Sadeng memiliki kerawantsunami yang besar. Hal ini disebabkan Pesisir Sadeng terletak di pesisir selatan Pulau Jawa yangberdekatan dengan lokasi penunjaman lempeng Samudera Hidia-Australia di bawah lempengEurasia (Gambar 1). Lokasi ini merupakan wilayah yang rawan terjadi gempa bumi yang disertaidengan dislokasi dasra samudra sehingga dapat menimbulkan tsunami (Verstapen, 2000; Marfai,2008; Sutikno, 2009).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->