Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Klasifikasi Batuan

Klasifikasi Batuan

Ratings: (0)|Views: 1,060|Likes:
Klasifikasi Batuan
Klasifikasi Batuan

More info:

Published by: Roronoa Chicarito Rooney on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/07/2014

pdf

text

original

 
 
Budairi
S-1 Pendidikan GeografiHomeBlogBUDAIRI
Klasifikasi Batuan
 byBUDAIRIon Rabu 22 Feb 2012 01:52 AMLitosfer atau kerak bumi tersusun atas berbagai jenis batuan, baik batuan beku, sedimen maupunmetamorfosa.secara rinci jenis batuan dan karakteristiknya dapat diuraikan sebagai berikut :A. Batuan BekuBatuan beku (igneous rock, ignis = api) adalh batuan yang berasal dari makma yang membeku. Batuan inidibedakan menjadi tiga macam, yaitu :1. Batuan Beku Dalam / Batuan Plutonis / Batuan IntrusiCiri utama dari batuan beku dalam adalah berstruktur holo kristalin (semua mengkristal0 atau gratis. Semua bahan terdiri dari Kristal-kristal. Pada waktu terjadi pembekuan, turunnya suhuberjalan sangat lambat, makaterjadilah pengkristalan yang sempurna. Ukuran kristalnya besar-besar dan kasar. Acontoh batuan beku dalamadalah :• Granit, yang terdiri atas kwarsa dan mengandung sejumlah besar feldspar (orthoklas). Granit terdiri dari bermacam-macam mineral yang berbeda-beda warnanya. Oleh karena itu warna dari granit sulit diketahui.Warna granit yang banyak dijumpai adalah : merah, kelabu, putih, dan hijau.• Dlorit : termasuk asam (felsik). Bataun asam adalah batuan yang kaya akan kwarsa (SiO2). Bataun ini terdiridari plogioklas, homoblenda (mineral gelap) dan lebih sedikit mengandung silisum dan kalsium dari padagranit.• Gabro : batuan ini termasuk basa (mafik). Artinya miskin asam kersil (kwarsa). Mineral pembentuknyaterutama terdiri dari pyroksin dan homoblenda serta sedikit plagioksin. Pada batuan ini banyak mengandungmineral hitam seperti : homblenda, olivine, proksin dan biotin.• Syenit : kadar asam kisalnya (kwarsa) hamper sama dengan dengan diorite. Mineral pembentuknya adalahsoda potash, feldspar, sedikit homblenda, biotit dan augit.2. Batuan Beku Gang / CelahMakma yang naik kepermukaan bumi mengalami proses pendinginan yang lebih cepat. Akibatnya pada proses pembekuan dapat terjadi pengkristalan yang kurang sempuran disebut berstruktur porfiris, terdiri darifeldspar, biotit, kwarsa, dan Kristal-kristal kecil yang halus disebut masa dasar (ground massa), sedangkankristar besar yang terdapat diantara masa dasar disebut fenokris (Kristal sulung).Lokasi pembekuan makma pada selas-sela lapisan batu-batuan atau pada corong diantrema/ saluran makmayang sedang naik dilapisan kulit / kerak bumi. Contoh : profir Granit, profir, Profir syenit dan Profir Gabro.Keistimewaan batuan beku ini yakni mempunyai susunan mineral yang sama dengan makma asalnya. Tetadisuatu tempat tertentu batuan beku gang dapat menjadi lebih asam atau lebi basa dari suatu golongantertentu.batuan beku gang yang berbutir halus dan kaya akan SiO2 disebut aplit. Sedangkan yang berbutir kasar dan juga kaya akan Sio2 disebut dengan pegmatite. Pada pegamatit kadang-kadang terdapat Kristalfeldspar yang panjangnya lebi dari 1 meter.
 
215 Online
Link Menu
Select Language
Tulisan TerkiniTop Pages (215)
Klasifikasi Batuan | BUDAIRIhttp://blog.elearning.unesa.ac.id/budairi/klasifikasi-batuan1 of 67/1/2012 10:32 AM
 
3. Batuan beku luar /Batuan Ekstrusi /batuan volkanisMagma yang telah keluar kepermukaan bumi disebut lava. Setelah sampai dipermukaan bumi proses pendinginan berjalan sangat cepat, sehingga tidak ada kesempatan untuk berlangsungnya poses kristalisasi.Kalau pun masih terdapat krisatal itu sangat halus dan sukar dilihat mata telanjang dan sulit sekali dibeda- bedakan. Batuan dengan Kristal mineral halus seperti disebut berstruktur : aphanites atau berstruktur amorf (tidak berbentuk).Contoh batuan beku luar adalah : rhyolit, andesit, trachit, basalt, obsidian, dan batu apung (purnice). Rhyolitadalah batuan beku luar dari magma granit, andesit merupakan bentuk batuan beku luar dari makma diorite.Basalt merupakan bentuk batuan beku luar dari magma gabro-syenit. Obsidian dan batu apung adalah gelasvolkanik bentuk yang terlepas dari magma ketika membeku.Berdasarkan presentasenya SiO2 9silisium Dioksida), batuan beku digolonkan menjadi :1. Ultra Basic Ricks (dengan sejumlah SiO2 <45%)Semua batuan ini mempunyai formasi holo-kristal. Mineral pembentuknya terutama adalah olivine dan piroksin atau secara praktis batuan ini terususun dari mineral silikat. Contoh : Peridottite, Dumite, danPyroxenite.2. Basic Rocks (dengan sejumlah SiO2 antara 45-55%)Pyroksin dan plagioklas (anortite dan labradorit) adalah mineral utama pembentuk batuan ini, dengansejumlah kecil homblenda dan olivine, contoh batuan ini adalah gabro, basalt,dan diabas.3. Igneous Rocks (dengan jumlah SiO2 antara 55-65%)Jenis batuan ini mineral-mineral yang berwarna terang lebih banyak dari pada yang berwarna gelap. Olehkarennya pada umumnya jenis batuan ini berwarna lebih terang. Contoh batuan ini adalah : Dlorite, Andesit,Porpyhyrite, Syenite, dan Trachite.4. Acld Rocks (dengan jumlah SiO2 antara 65-75%)Karekteristik dari batuan ini adalah kadar kwarsanya yang besar dan mengandung sejumlah besar feldspar (orthoklas). Contoh batuan ini adalah : Granit, Liparite (trachyte), pegmatike, Obsidian (gelas Volakanik),Pumice (Batu Apung).B. Batuan SedimenSebagian besar batuan sendimen, bahan asalnya batuan beku dan sebagian kecil terbentuk dari sisa-sisaorganism (kehidupan). Hamper 4/5 permukaan bumi tertutup oleh batuan sendimen(batuan endapan).Oleh karena pengaruh kekuatan atau tenaga alam terutama tenaga dari luar permukaan bumi, seperti:air,angin,pemanasan dan pendinginan,gelombang dan lain-lain. Batuan beku dapat dapat menjadi lapukdanterpecah-pecahmenjadi bagian-bagian kecil (frakmen) atau terurai berubah menjadi bahan-bahan pembentuknya atau dapat pula berubah menjadi garam-garam yang dapat larut dalam air.Air,angin,gletser dapat mengangkut bahan-bahan yang telah lapuk atau terurai tersebut danmengendapkannya di tempat lain yang umumnya di tempat-tempat yang lebih rendah. Dengan demikiansecara berturut-turut terjadi proses pelapukan, pengikisan, pengangkutan dan pengendapan (sendimentasi,kemudian terbentuklah batuan sendimentasi.Selama proses ini terjadilah seleksi yaitu bahan-bahan yang lebih besar dan berat diendapkan ditempat yanglebih dekat dengan tempat asalnya. Sedangkan yang lebih kecil/halis dan ringan diendapkan lebih jauh.Setelah mengendap material-material tersebut terjadilah sementasi (perekatan) yang biasanya oleh CaCo3atau SiO2 dan kompaksi (pemadatan), sehingga terbentuk batuan sendimen.Puing-puing yang besar pada umumnya tetap tinggal dan mengendap di tempat terjadinya pelapukan.Pembentukan sendimen di tempat asal atau di sekitar tempat terjadinya pelapukan disebut “eluvium”,sedangkan pembentukan sendimen yang terjadi di tempat yang jauh dari asal batuan induknya di sebut“alluvium”.Eluvium menghasilkan endapan atau sendimen “eluvial” contohnya breksi. Sedangkan alluvium menghasilkanendapan “alluvial” contohnya konglomerat, batupasir, batulempung, dan lain-lain. Bagian-bagian yang larut biasanya hanya dapat menjadi batuan sendimen setelah melalui proses yang pelik,yakni proses kimiawi atau proses organis.Ciri khas batuan sendimen adalah pelapisannya (membentuk lapisan-lapisan),sehingga batuan sendimen
 
215 Online
Link Menu
Select Language
Tulisan TerkiniTop Pages (215)
Klasifikasi Batuan | BUDAIRIhttp://blog.elearning.unesa.ac.id/budairi/klasifikasi-batuan2 of 67/1/2012 10:32 AM
 
disebut juga batuan berlapis (strata=lapisan).Jenis-jenis Batuan Sendimen:Menurut proses terbentuknya, batuan sendimen dibagi menjadi : batuan sendimen klastika/mekanis, batuansendimen kimiawi dan batuan sendimen organis.a. Batuan Sendimen KlastikaBatuan sendimen klastika yaitu batuan sendimen yang terdiri dari kelompok batuan. Bahan asal dari batuantersebut (frakmen-frakmennya) terlepas dari batuan induknya karena pengaruh dari batuan mekanis (misalnya benturan, retakan). Frakmen-frakmen yang telah mengendap di suatu tempat, mengalami sementasi dankompaksi sehingga terikat satu ssama lain,mengeras dan membentuk batuan baru seperti: konglomerat, breksi, batupasir, batulempung dan lain sebagainya. Proses sementasi dan kompeksi ini memakan waktu yang lama.Sebagai bahan pengikat biasanya terdiri dari kapur asam arang (CaCO3), kwarsa (SiO2) atau limonite(Hidroksida besi = Fe2O4) yang mengendap secara kimiawi di antara hancuran batuan.Besar kecilnya frakmen yang membentuk batuan sendimen dapat dibedakan menjadi:- Bongkah-bongkah dengan diameter 2.000 – 200 mm- Kerikil besar (kerakal) dimeter 200 – 20 mm- Kerikil halus diameter 20 – 2 mm- Pasir Kasar diameter 2 – 0,2 mm- Pasir Halus diameter 0,2 – 0,02 mm- Geluh / lanau diameter 0,02 – 0,002 mm- Lempung diameter < 0,002 mmSendimen klastika menurut besar kecilnya batuan (frakmen) yang membentuknya dapat dibagi menjadi:- Psefit : butir-butirnya kasar (kerikil ,konglomerat).- Psamit : butir-butirnya agak kasar (pasir).- Pelit : butir-butirnya halus (geluh, lempung)Pesfit : biasanya terdapat/terjadi pada dinding-dinding di mana terjadi penumpukan puing-puing besar.Contohnya : konglomerat dan breksi.Konglomerat adalah batuan sendimen klastika yang terdiri dari kumpulan dari batuan-batuan guling (frakmen batuan yang telah menjadi bulat) yang kemudian terikat menjadi satu/tersementasi oleh SiO2 atau CacO3.Batuan konglomerat telah terbawa jauh dari sumbernya(mengalami penggelidingan saat transportasi olehaliran air).Breksi adalah batuan sendimen klastika yangterdiri dari kumpulan batuan-batuan yang masih bersudut tajamdan kemudian terikat menjadi satu oleh caCO3 atau SiO2. Batuan breksi berada tidak jauh dari sumber 9batuan induknya, oleh karena itu frakmennya masih bersudut lancip).Konglomerat atau breksi yang terdiri dari frakmen-frakmen batuan yang sejenis disebut konglomerat atau breksi monomektos (poligomektos), dan bila terdiri dari frakmen-frakmen batuan yang bermacam-macamdisebut konglomerat atau polimektos. Kecuali itu bila berasal dari bahan-bahan volkanis di sebut :aglomerat.Psamit : frakmen yang membentuknya biasanya mengendap jauh dari batuan induknya dan umumnya berlapis-lapis. Contoh ini : batupasir, batulanau dan endapan loss.Batupasir : sendimen klastika yang merupakan kumpulan dari frakmen-frakmen batuan yang ukuran butiranya antara 2 – 0,02 mm. bila bahan pengikatnya terdiri dari lempung, maka batuannya disebut gravel.Batuan pasir yang mengandung feldspar lebih dari 25 % disebut orkosa. Bila butirnya sebagian besar terdiridari kalsium karbonat (CaCO3) disebut batu gamping atau kalkarin.Batulanau : kumpulan batuan frakmen yang butir-butirnya paling sdikit 50 % berukuran 0,2 – 0,002 mm yangmengeras dan menjadi batu.Tanah loess (endapan loess) : endapan ini merupakan endapan debu-debu halus berasal dari padang pasiyang tenaga pengangkutnya angin. Endapan los ini termasuk endapan teristis dan lapisan endapannya seringterdapat lapisan simpang siur.Pelit : batuan ini terdiri dari frakmen yang halus ( lempung). Yang termasuk batuan ini adalah : batu lempungdan kwarsa.
 
215 Online
Link Menu
Select Language
Tulisan TerkiniTop Pages (215)
Klasifikasi Batuan | BUDAIRIhttp://blog.elearning.unesa.ac.id/budairi/klasifikasi-batuan3 of 67/1/2012 10:32 AM

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Harti Lena liked this
Bayu BmcBudac' liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->