Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Cleat

Cleat

Ratings: (0)|Views: 249 |Likes:
Published by Parcel Rock

More info:

Published by: Parcel Rock on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2014

pdf

text

original

 
BAGIAN IKENAMPAKAN GEOLOGI LAPISAN BATUBARA
Ward, C.R.. 1984.
Coal Geology and Coal Technology
. Blackwell Scientific Publications.Singapore.
I.1.Kenampakan Geologi Lapisan Batubara
Perkembangan kenampakan geologi di sekitar lapisan batubara disebabkanoleh proses-proses yang terjadi pada lapisan gambut, sifat fisika dan kimia lapisan batubara itusendiri, serta material bukan batubara yang berbeda-beda. Macam-macam kenampakangeologi pada lapisan batubara, antara lain :
a.
 Plies
,
bands
, dan
 partings
.Lapisan batubara bisa terdiri dari batubara dengan tipe berbeda, atau terdiri dari material bukan batubara yang beraneka ragam. Kehadiran lapisan batubara ini dapat digunkanuntuk membagi lapisan batubara kedalam satuan yang lebih kecil disebut
benches
atau
 plies
.Lapisan bukan batubara disebut
bands
atau
 partings
. Istilah seperti
clay bands
atau
dirt bands
kadang digunakan untuk menggambarkan material dari suatu litologi. Ada juga istilah
 penny bands
untuk mengindikasikan ketebalan. Litologi dari beberapa
bands
menurut istilahJerman disebut
tonstein
(secara kepustakaan disebut
claystone
) atau istilah Amerika disebut
 flint clay
paling umum digunakan dimana material memiliki tekstur 
 peletoidal 
ataumenunjukkan pecahan konkoidal dan didominasi oleh mineral kaolin yang mengkristaldengan baik. Penegertian
 parting 
digunakan di lapangan geologi batubara menjadi 2 macam yaitu :
1.
Sebagai
 sinonim band 
, yaitu lapisan bukan batubara yang memisahkan lapisan batubara yang satu dengan yang lain secara relatif.2.Untuk menjelaskan bidang sejajar sepanjang satu lapisan, baik itu lapisan batubara ataulapisan bukan batubara secara fisik dengan mudah.Perbedaan pengertian ini penting dijelaskan dalam kegiatan persiapan penambanganseperti adanya lapisan batubara yang bercabang akan mempengaruhi penggalian atau penambangannya. Istilah
 plane of parting 
mungkin cocok untuk menggambarkan suatu bidangyang tidak menerus akibat gangguan sesar atau
 splitting 
.
 
 Bands
merupakan lapisan yang terdiri dari material yang bukan batubara, terjadi karenasuplai akumulasi sedimen klastik telah melebihi akumulasi gambut. Sedimen klastik ini mungkinmenunjukkan endapan
over bank 
atau dataran banjir yang berasal dari sungai yangterdekat atau dari debu vulkanik yang berasal dari sumber di luar lingkungan rawa. Ini mungkin juga dibentuk oleh mineral residu gambut yang teroksidasi, seperti yang terjadi akibat pengeringan rawa selama waktu terbentuknya batubara.
 Plies
m
 
erupakan kumpulan dari maseral yang berbeda atau berasal dari bermacamsifatdasar tumbuhan rawa atau lingkungan pengendapannya selama pembentukan batubara.
 Plies
atau
bands
 
bukan batubara tidak selalu membentuk lapisan yang seragam dan tetap, khususnya jikamencakup daerah yang luas. Penentuan pola
 ply
y
 
ang baik dapat memberikan keuntunganyang besar dalam menjelaskan arah kualitas batubara di dalam operasi penambangan.Tentunya membutuhkan sejumlah besar data bawah per 
 
mukaan atau data
 
 bor, data petrog
 
rafi batubara yang dapat untuk menunjang sejumlah analisis
 ply by ply
 
.
b.
Splits
Dalam Lapisan Batubara.Kemenerusan lateral lapisan batubara di lapangan sering terbelah pada jarak yang relatif dekatoleh sedimen bukan batubara yang membaji kemudian membentuk dua lapisan batubarayang terpisah dan disebut
autosedimentational split 
. Macam-macam bentuk 
 spilt 
:
1.
Simple splitting 
, merupakan
 split 
sederhana yang terjadi akibat kehadiran tubuhlentikuler yang besar darisedimen bukan batubara.
2.
 Proggresif splittin
, merupakan
 spli
yang apabila terdiri dari beberapalensa, maka
 splittin
dapat berkembang secara terus menerus.
3.
 Zig zag splittin
, merupakan
 spli
yang terjadi pada suatu lapisan batubara yangterbelah dan kemudian bergabung dengan lapisan batubara lain.Split sangat penting dalam geologi batubara. Pemahaman yang baik tentang split dapatmembantu dalam penentuan sebaran lapisan batubara yang ekonomis, dan perhitungancadangan. Bentuk 
 split 
dengan kemiringan 45
o
yang disertai oleh perubahan kekompakan pada batuan akan menimbulkan masalah dalam kegiatan tambang terbuka, kestabilan lereng,dan kestabilan atap dalam penambangan bawah tanah.
c.
Washout 
dan
 Roof Roll 
s.
 
Washout 
merupakan tubuh lentikuler sedimen, biasanya batupasir, yang menonjolkebawah dan menggantikan sebagian atau seluruh lapisan batubara yang ada. Umumnyamemanjang atau berbelok-belok, dan menggambarkan struktur 
 scour and fill 
dibentuk oleh aktifitas
channel 
berasosiasi dengan akumulasi gambut. Ukuran
washout 
 bervariasi baik tebal maupun pelamparannya.
Washou
t mungkindengan luas yangkecil,
channel 
yang tidak beraturan pada atap lapisan, biasanya disebut
roof rolls
sebagai akibat
 paleochannel 
utama. Sebagian besar struktur 
washout 
diisi oleh batupasir, meskipunkerikil batubara atau konglomerat kerikilan dapat juga hadir. Hal inimencerminkan
meander cut off 
dan
 paleochannel 
.
Washout 
dan
roof rolls
merupakanmasalah utama dalam operasi penambangan. Ketebalan lapisan dan ketidakmenerusan lapisan batubara akibat terisi
channel 
, sehingga itu tentu memerlukan kebijaksanaan.Demikian juga dengan peralatan yang digunakan untuk menggali batubara seringmenemui kesulitan untuk menembus material bukan batubara yang telah menggantikan posisi lapisan batubara, terutama pada tambang bawah tanah. Struktur 
washout 
merupakan bagianmendasar dalam penelitian geologi untuk kepentingan perencanaan penambangan dan pengembangannya.
d.
 Floor Rolls
.
 Floor roll 
terdiri dari material batuan yang berupa punggungan, panjang, sempit,dansubparalel, yang menonjol kedalam lapisan batubara dari dasar lapisan. Sepertihalnyaroof rolls, floor roll akan mangakibatkan ketebalan lapisan batubara berkurang.
 Flooroll 
sering diterangkan sebagai intrusi lapisan ke dalam lapisan lain akibat pengembangan hidrasi dan aktivitas tektonik. Menurut Diessel dan Moelle (1970),
roof roll 
dibentuk oleh kegiatan sungai selama tahap awal akumulasi tanah gambut.
e.
Clastic Dyke
dan
 Injection Structures
.
Clastic dyke
merupakan tubuh membaji atau melembar dari material sedimentasiyangmemotong melintang lapisan batubara. Pada umumnya menunjukkan pengisian retakan-retakan dalam gambut atau batubara oleh endapan sedimen diatasnya. Retakan ini dapat

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Arief Usman liked this
Try Cahyo liked this
Kingwolverine liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->