Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Identifikasi SWOT Faktor Internal

Identifikasi SWOT Faktor Internal

Ratings: (0)|Views: 65 |Likes:
Published by Indra Hikmawan

More info:

Published by: Indra Hikmawan on Jul 01, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

 
 
1.
 
INDRA HIKMAWAN S.Kom
 
Identifikasi SWOT Faktor Internal Grup Bakrie(Internal Factor Analysis Sumamry (IFAS))
STRENGTH1.
 
A Very Big Company : Sampai saat ini Grup Bakrie memiliki kurang lebih 5 kategori usahayang paling vital di Indonesia, dan dibawahi oleh Perusahaan Induk bernama Bakrie &Brothers. 5 kategori usaha Grup Bakrie terdiri dari Bakrie Telecom (Perusahaan BisnisTelekomunikasi), Bakrie Sumatera Plantations (Perusahaan Agri Bisnis Kelapa Sawit danPohon Karet), Bakrieland (Perusahaan Bisnis Properti), Bumi Resources (Perusahaan BisnisTambang, Logam, Minyak Bumi & Gas, Batubara).2.
 
Popularity of Grup Bakrie’s name : Sampai saat ini di umur yang ke 70 tahun, nama Bakrie
sangat populer dan dikenal banyak orang dari berbagai macam kalangan. Baik masyarakatlokal dan mancanegara, khususnya yang menjalin relasi bisnis dengan Grup Bakrie. NamaBakrie dikenal karena adanya jor-joran (diusahakan terus-menerus) dalam mengangkatnama Bakrie, contohnya seperti lewat banyak media seperti media televisi, media cetak,media online (website dan social media). Dan juga lewat acara offline, seperti memberikanbeasiswa kepada pelajar Indonesia, membantu orang yang kesulitan (fakir miskin, anakterlantar, orang jompo), dan lain sebagainya.3.
 
Solid Management : SIM (Sistem Informasi Manajemen / Management Information System)di Grup Bakrie sangat solid. Dimulai dari sumber daya manusianya, baik karyawan hinggapimpinan manajemen (Leader Management) bersatu-padu untuk mempertahankaneksistensi setiap sendi-sendi bisnis usaha Bakrie agar terus berjalan sesuai dengan SOP(Standard Of Procedure) perusahaan, dan tentunya bisa eksis hingga waktu yang lama.4.
 
Earnings Gains (Profit Laba) : Sampai saat ini dikutip berdasarkan dari website Grup Bakrie.Contohnya seperti Bakrie Telecom, Bakrie Sumatera Plantations, Bakrieland, BumiResources, dan utamanya Bakrie & Brothers. Financial Statement (Laporan Keuangan)tercatat selau mengalami profit laba yang cukup tinggi, alias tidak merugi.WEAKNESS1.
 
Debt : Sampai saat ini ganti rugi untuk sebagian besar Korban lumpur Sidoarjo atas hartabenda mereka yang hilang alias tidak dapat lagi digunakan belum dilunasi sepenuhnya(sumber : antaranews.com). Hal ini tentunya bisa mencoreng nama Bakrie sekaligusmenjatuhkan citra Bakrie di mata masyarakat lokal. Terlebih lagi berita ini diekspos dibanyak media. Contohnya seperti : media televisi, media cetak, media online (website,weblog, dan social media). Solusinya dibutuhkan kepedulian tinggi untuk mengatasi masalahtersebut diatas. Di lain sisi, ada hutang besar lainnya. Salah satu contohnya seperti hutangGrup Bakrie terhadap Credit Suisse (sumber : kontan.co.id), dan perusahaan media dari GrupBakrie lainnya yang juga terbelit hutang (sumber : detik.com). Hutang adalah hal yang wajar,karena setiap perusahaan besar pastinya akan menangguk hutang yang besar juga selainkeuntungan yang besar pula. Tapi hal ini perlu diselesaikan dengan segera agar citra GrupBakrie tidak tercoreng.
 
2.
 
Outsourcing : Tenaga buruh / pekerja di beberapa Grup usaha bisnis Bakrie sebagian besarmelibatkan tenaga yang bersumber / diambil dari Outsourcing (Yayasan penyedia sumberdaya manusia untuk dipekerjakan). Hal ini mungkin tidak berdampak besar atas masalahatau hal yang buruk menimpa Grup Bakrie. Namun, tenaga
outsourcing itu perlu ‘diambil’
(dimiliki) hak kepemilikan penuhnya. Dalam kata lainnya menjadi karyawan tetap. Hal inibertujuan agar menciptakan kecintaan tersendiri karyawannya akan suasana kerja di GrupBakrie, dan siap sedia memberikan tanggung jawab seutuhnya dan hasil kerja yang maksimaldari setiap individunya.3.
 
Imaging (pencitraan) : Pencitraan memang sangat dibutuhkan bagi setiap perusahaan agardapat tumbuh dan berkembang dengan pesat. Namun, itu ada kadarnya. Pencitraan yangberlebihan tapi pada kenyataannya yang terjadi di lapangan tidak sejalan denganpemberitaan hiperbola yang diberitakan akan membuat empati masyarakat terhadap GrupBakrie menjadi berkurang, dan mungkin akan mencapai titik yang terendah.4.
 
Negative Reputation : Reputasi negatif yang menimpa Grup Bakrie bisa menjadi hal yangmengerikan di kemudian hari bila tidak diatasi secara maksimal dan berkelanjutan. Contohmasalahnya seperti diatas : Hutang atas korban lumpur sidoarjo dan hutang lainnya yangbelum dilunasi, pencitraan yang berlebihan, dan masalah lainnya akan berdampak burukterhadap pandangan masyarakat kepada Grup Bakrie.Melakukan Identifikasi SWOT Faktor Eksternal (Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS))OPPORTUNITY1.
 
Maximize What Bakrie Have : Sesungguhnya Grup Bakrie bisa memaksimalkan semua unitbisnisnya. Salah satunya lewat anak perusahaan Grup Bakrie yaitu Bumi Resources, bisa sajamembuat energi terbarukan. Contohnya seperti menjadi produsen Panel Surya. Terlebih lagiperusahaan swasta yang memproduksi alat-alat untuk energi terbarukan masih jarang untuksaat ini. Lalu, bisa saja lewat anak perusahaan Grup Bakrie lainnya seperti Bakrie Telecomkeluar dari pakemnya dengan mengeluarkan produk handphone GSM, atau bahkan TabletPC GSM, dan gadget lainnya. Karena produk lokal untuk Tablet PC untuk saat ini masih bisadihitung dengan jari, ini peluang. Terlebih lagi jika Bakrie Telecom mampu mengeluarkanproduk dengan tren teknologi terkini tapi dengan harga dibawah pasar aslinya, alias hargadibawah produk sejenis lainnya. Intinya memaksimalkan apa yang sudah Grup Bakrie milikiuntuk meraih pasar yang lain.2.
 
Give Help To Exploration What Indonesia Have : Sebatas pengetahuan saya yang didapat dariproses belajar mengajar di lingkungan perkuliahan Pasca Sarjana dengan jurusan SistemInformasi Bisnis, dan mempadu-padankan berdasarkan kutipan berita yang terhangat padasaat ini (sumber : republika.co.id) bahwa cadangan minyak bumi dan migas yang dimilikioleh Indonesia mencapai 277 juta barel untuk minyak bumi dan migas sebesar 5.5 triliunkaki kubik. Keduanya tersebar di 50 titik yang belum dikembangkan sama sekali olehIndonesia. Nah, disini lah letak peluangnya. Kenapa Grup Bakrie melalui anak perusahaannyaBumi Resources tidak menjadi tokoh utama selain Pemerintah Indonesia itu sendiri untukmelakukan eksplorasi minyak bumi dan migas di 50 titik tersebut. Untuk urusan dana,memang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Namun hasil yang akan didapat bisa

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->