2
medis/perawat, manajer, birokrat maupun konsumen pengguna jasa pelayanansarana kesehatan
(Quality is different things to different people based on their belief and norms).
4
Begitu juga mengenai perkembangan akan ‘mutu’ itu sendiri dari cara
inspection, quality control, quality assurance
sampai ke
total quality
.J epangmenggunakan istilah
quality control
untuk seluruhnya, Amerika memakai istilah
‘continuous quality improvement’
untuk
‘total quality’
dan Inggris memakaiistilah
quality assurance
untuk
‘quality assurance’, ‘continuous quality improvement’
maupun untuk
‘total quality’
dan tidak membedakannya. Di negarakita dikenal juga akan istilah
‘Gugus Kendali Mutu/GKM’
dan
‘Akreditasi Rumah Sakit’.
Bila kita pelajari, evolusi perkembangan mutu itu sendiri berasal dari bidangindustri pada awal akhir abad ke sembilan belas dan awal abad ke dua puluh dimasa perang dunia pertama. Pada waktu itu industri senjata menerapkan kaidah
‘inspection’
dalam menjaga kualitas produksi amunisi dan senjata. KemudianShewart mengembangkan dan mengadopsi serta menerapkan kaidah statistiksebagai
‘quality control’
serta memperkenalkan pendekatan siklus P-D-S-A(
P
lan,
D
o,
S
tudy dan
A
ct) yang mana hal ini kemudian dikembangkan olehmuridnya Deming sebagai P-D-C-A (
P
lan,
D
o,
C
heck dan
A
ction). Kaidah PDCAini menjadi cikal bakal yang kemudian dikenal sebagai
generic form of quality system
dalam
quality assurance
dari BSI 5751 (
British Standards of Institute
) yang kemudian menjadi seri EN/ISO 9000 dan 14 000. TatkalaDeming diperbantukan ke Jepang dalam upaya memperbaiki danmengembangkan industri, beliau mengembangkan dengan memadukan unsurbudaya Jepang
‘kaizen’
dan filosofi Sun Tzu dalam hal
‘benchmarking’
maupunmanajemen dan dikenal sebagai
‘total quality’.
5,6
Sedangkan untuk bidang kesehatan, Donabedian dengan
‘structure, process
dan
outcome’
pada awal tahun 80an memperkenalkan tentang cara penilaian untukstandar, kriteria dan indikator.
7
Selang beberapa tahun kemudian Maxwellmengembangkan
‘six dimensions of quality’.
Tehnik Donabedian dan Maxwell inilebih menitikberatkan tentang hal membuat standar dan penilaiannya
4 Adams C, Neely A. The performance prism to boost success. Measuring Health Business Excellence 2000; 4(3):19-23.5 Brook RH, McGlynn EA, Shekelle PG. Defining and measuring quality of care: a perspective from US researchers. Int J Qual HealthCare 2000; 12(4): 281-5.
6 Firmanda D. Total quality management in health care (Part One). Indones J Cardiol Pediatr 1999; 1(1): 43-9.
7 Donabedian A. The quality of care: how can it be assessed ? JAMA 1988; 260:1743-8.